Gejalanya lebih luas dari hot flash
Siklus dapat pendek/panjang, ringan/berat atau terlewat; hot flash, night sweat, sulit tidur, mood/konsentrasi berubah, migraine, nyeri sendi, vagina kering, nyeri seks dan urinary symptoms dapat muncul. Tidak semua keluhan berasal dari hormon. Depression, sleep apnea, thyroid, anemia, medication effect dan masalah relasi perlu dinilai menurut pola.
Diagnosis biasanya klinis
Pada usia tipikal dengan perubahan siklus, riwayat sering cukup karena FSH naik-turun dan satu tes dapat menyesatkan. Pregnancy test tetap penting; CBC, TSH, prolactin, ultrasound atau endometrial sampling dipilih untuk perdarahan/keluhan tertentu. Bleeding antarhaid/setelah seks, sangat banyak, lebih lama dari biasa atau setelah menopause harus dievaluasi—jangan dianggap normal hanya karena usia.
Pilih terapi sesuai gejala dan risiko
Lapisan pakaian, ruang sejuk, aktivitas, tidur teratur, mengurangi pemicu pribadi dan CBT membantu. Combined hormonal contraception dapat mengatur bleeding dan mencegah hamil pada pasien sesuai; menopausal hormone therapy paling efektif untuk vasomotor symptoms tetapi bukan kontrasepsi. Bila uterus ada, systemic estrogen perlu endometrial protection dengan progestogen. Vaginal moisturizer/lubricant atau low-dose vaginal estrogen menangani genitourinary symptoms.
Pilihan nonhormonal juga ada
SSRI/SNRI tertentu, gabapentin, fezolinetant atau obat lain dipilih menurut gejala, liver/kidney, interaksi dan ketersediaan. Compounded “bioidentical” hormone tidak lebih terbukti aman daripada produk terstandar; herbal memiliki bukti serta kualitas beragam. Riwayat breast/endometrial cancer, clot, stroke, liver disease atau migraine memengaruhi pilihan dan membutuhkan shared decision-making.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada ACOG — perimenopausal bleeding, ACOG — hormone therapy for menopause, ACOG — the menopause years. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.