Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Wanita

Nyeri Punggung

Nyeri punggung adalah rasa sakit atau kaku yang timbul di sepanjang tulang belakang, tepatnya dari bawah leher hingga tulang ekor.

Nyeri punggung bisa muncul secara tiba-tiba (akut) dan berlangsung dalam beberapa hari atau minggu, atau bisa bertahan lama (kronis) hingga berbulan-bulan.

Penyebab nyeri punggung berbeda-beda, tetapi biasanya nyeri punggung muncul secara bertahap atau mendadak dan dapat menjalar sampai ke kaki. Pada nyeri punggung ringan, rasa sakit

Penyebab Nyeri Punggung

Contoh penyebab nyeri punggung adalah masalah postur dan masalah kesehatan lain yang dapat menyebabkan nyeri punggung:

Masalah pada komponen yang membentuk punggung

Nyeri punggung yang paling umum berasal dari struktur atau penopang punggung, yaitu tulang belakang, otot punggung, dan ligamen dan tendon yang menempel pada tulang belakang.

Jenis gangguan yang dapat menyebabkan sakit punggung adalah:

  • Keseleo, misalnya, yang terjadi karena gerakan memutar atau mengangkat benda berat dengan cara yang salah
  • Kerusakan bantalan tulang belakang di antara ruas
  • Saraf kejepit, juga dikenal sebagai hernia nukleus pulposus
  • Kondisi di mana tulang belakang bergeser dari posisi normalnya disebut spondylolisthesis
  • Stenosis tulang belakang, penyempitan ruang di tulang belakang yang dapat menekan sumsum tulang belakang
  • Tulang belakang yang patah atau retak akibat osteoporosis, misalnya
  • Radang sendi yang menyerang tulang belakang, seperti spondilitis ankylosing
  • Kompleksitas
Peradangan dan kondisi lain-lain

Kondisi kesehatan lain yang dapat menyebabkan nyeri punggung selain masalah pada bagian yang membentuk punggung adalah:

  • Fibromyalgia, yang ditandai dengan nyeri di sekujur tubuh bersama dengan kelelahan dan kesulitan tidur
  • Infeksi atau batu ginjal
  • Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang tumbuh di luar rahim melapisi dinding rahim
  • Infeksi pada tulang belakang, seperti tuberkulosis tulang belakang
  • Tumor yang ada di tulang belakang
  • Hamil

Faktor Risiko Nyeri Punggung

Sakit punggung dapat terjadi pada siapa saja, tetapi beberapa orang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya:

  • berusia tiga puluh atau empat puluh tahun
  • Tidak sering berolahraga atau baru saja memulainya setelah lama tidak berolahraga
  • Berlebihan berat badan
  • pekerjaan yang memerlukan mengangkat beban berat, mendorong, menarik, atau memutar tubuh
  • Bekerja dengan duduk terlalu lama, terutama jika Anda memiliki postur tubuh yang tidak sehat atau duduk terlalu lama di kursi yang tidak nyaman
  • kurang tidur dan istirahat
  • Penderita kanker atau radang sendi tertentu
  • Mengangkat barang berat dengan cara yang tidak tepat
  • Penderita gangguan mental, seperti kecemasan atau depresi
  • Memiliki kecenderungan untuk merokok

Gejala Nyeri Punggung

Keluh-keluhan berikut mungkin muncul dari nyeri punggung, tergantung pada penyebabnya dan lokasinya:

  • Rasa sakit menjadi lebih parah ketika mengangkat beban, membungkuk, duduk, berdiri, atau beristirahat
  • Sakit punggung muncul
  • Terasa kaku saat pagi hari saat bangun tidur
  • Sakit punggung berkurang saat berolahraga
  • Nyeri di punggung yang menjalar ke pinggul, kaki, atau bokong
  • Mati rasa atau kelelahan pada telapak kaki atau kaki
Saatnya ke dokter

Untuk kebanyakan keluhan nyeri punggung, penanganan di rumah dapat dilakukan. Jika Anda mengalaminya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda secara online melalui Chat With a Doctor. Dokter dapat menyarankan teknik olahraga dan peregangan yang efektif yang dapat Anda lakukan di rumah untuk meredakan nyeri.

Dokter juga akan meresepkan obat-obatan untuk meredakan gejala Anda, yang dapat Anda kirim ke rumah. Jika diperlukan pemeriksaan tambahan, Anda akan diarahkan ke dokter yang tepat.

Jika Anda mengalami salah satu keluhan berikut, segera hubungi IGD rumah sakit terdekat:

  • Nyeri yang tidak dapat ditahan
  • Lemah atau mati rasa pada otot kaki
  • Tidak dapat menahan buang air kecil atau buang air besar
  • Cedera berat menyebabkan sakit
  • Mengalami demam dan menggigil

Diagnosis Nyeri Punggung

Untuk memulai diagnosis nyeri punggung, dokter akan bertanya kepada pasien tentang:

  • Gejala yang dirasakan dan jangka waktunya
  • Penyakit yang pernah Anda alami atau saat ini Anda alami
  • Aktivitas atau pekerjaan yang memperparah sakit punggung
  • Metode pengobatan yang telah digunakan secara domestik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh pada punggung. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menilai kemampuan pasien untuk duduk, berdiri, berjalan, atau mengangkat kaki dengan skala 0–10. Pasien juga akan diminta untuk menilai seberapa parah sakit punggungnya pada aktivitas sehari-hari mereka.

Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan penunjang berikut untuk memastikan diagnosis dan menemukan penyebab sakit punggung:

  • Foto Rontgen digunakan untuk memeriksa patah tulang atau radang sendi (arthritis)
  • Untuk mengidentifikasi gangguan pada otot, pembuluh darah, tulang, dan saraf tulang belakang, magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) scan
  • Elektromiografi (EMG), untuk mengidentifikasi saraf yang terjepit dan mengukur kekuatan otot
  • Tes darah untuk memastikan apakah ada indikasi infeksi yang menyebabkan sakit punggung

Pengobatan Nyeri Punggung

Terapi untuk nyeri punggung akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan nyeri. Perawatan mandiri, penggunaan obat-obatan, terapi, atau prosedur medis tertentu adalah beberapa contoh perawatan tersebut.

Perawatan mandiri

Sebagian besar keluhan nyeri punggung dapat sembuh sendiri di rumah, terutama bagi orang di bawah 60 tahun. Perawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sakit punggung termasuk:

  • Setelah berbicara dengan dokter melalui chat, konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Untuk meredakan nyeri dan pembengkakan, gunakan kompres dingin atau hangat.
  • Meskipun punggung Anda masih sakit, lanjutkan aktivitas Anda.
  • Lakukan aktivitas ringan, seperti berjalan.
  • Hentikan aktivitas yang dapat memperparah rasa sakit punggung Anda.
Obat-obatan

Dokter dapat menyarankan pengobatan nyeri yang lebih kuat, seperti:

  • Untuk meredakan sakit punggung yang ringan hingga sedang, obat relaksan otot, seperti diazepam
  • Obat pereda nyeri oles, seperti diclofenac topikal
  • Untuk meredakan sakit punggung kronis, gunakan antidepresan seperti duloxetine atau amitriptyline
Terapi fisik

Pasien akan diajarkan gerakan untuk meningkatkan kelenturan, memperkuat otot punggung dan perut, dan memperbaiki postur tubuh selama sesi terapi fisik. Teknik-teknik ini dapat membantu mencegah kambuhnya nyeri punggung jika diterapkan secara teratur.

Selama keluhan nyeri punggung belum sembuh total, terapis juga akan mengajarkan gerakan tertentu. Dengan demikian, pasien yang menderita sakit punggung tidak perlu menghentikan aktivitas sehari-hari mereka.

Prosedur medis

Dokter akan melakukan beberapa prosedur berikut jika pengobatan di atas tidak menyembuhkan nyeri punggung:

  • Sakit punggung yang menjalar ke kaki dapat diredakan dengan suntikan kortikosteroid dan obat bius
  • untuk melumpuhkan saraf yang menyebabkan nyeri dengan menggunakan gelombang radio berkekuatan tinggi (RFA)
  • Stimulator saraf implantasi ditanam di bawah kulit untuk menghentikan sinyal nyeri
  • Operasi BESS untuk mengobati saraf yang terjepit atau bergeser oleh bantalan tulang belakang yang robek

Komplikasi Nyeri Punggung

Nyeri punggung dapat menyebabkan komplikasi yang membatasi aktivitas sehari-hari dan memburukkan kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani. Beberapa hasil lanjutan dari sakit punggung adalah:

  • Nyeri punggung tidak hilang bahkan setelah berbulan-bulan atau tahunan
  • Struktur tulang belakang yang berubah
  • Kerusakan saraf yang bertahan lama
  • Kelumpuhan, khususnya pada kaki

Pencegahan Nyeri Punggung

Untuk mencegah nyeri punggung, tetap duduk dan bergerak dengan hati-hati adalah cara terbaik:

  • Berolahraga dengan intensitas moderat, seperti jogging, bersepeda, atau berenang.
  • Tingkatkan kekuatan dan kelenturan otot punggung dan perut.
  • menjaga berat badan ideal atau menurunkannya jika kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Menjauhi rokok atau berhenti merokok sama sekali.
  • Saat berdiri, pastikan punggung Anda lurus dan tidak membungkuk.
  • Jika Anda harus berdiri untuk waktu yang lama, pijak satu kaki pada bangku yang rendah dan lakukan hal ini secara bergantian.
  • Berdiri setiap 30 menit dengan posisi lutut dan pinggul sejajar saat duduk di kursi dengan sandaran.
  • meminta bantuan orang lain untuk mengangkat beban berat.