Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Tulang

Pectus Excavatum; Dada Cekung

Kelainan bawaan lahir yang terjadi ketika tulang dada melesak ke dalam tubuh disebut pectus excavatum. Dada cekung, yang juga dikenal sebagai kondisi ini, dapat menyebabkan banyak masalah, seperti rasa tidak percaya diri dan masalah dengan fungsi jantung dan paru-paru.

Pectus excavatum, kelainan bentuk dada yang paling sering terjadi, terjadi pada sekitar 1 dari tiap 400 bayi lahir. Tanda khas kelainan ini adalah bagian dada yang cekung, yang menjadi lebih jelas saat penderita memasuki usia remaja.

Penderita pectus excavatum dapat menunjukkan gejala ringan hingga berat. Pada kondisi yang parah, tulang rusuk dapat menekan jantung dan paru-paru, menyebabkan berbagai keluhan, seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, dan kelelahan.

Penyebab dan Faktor Risiko Pectus Excavatum

Sampai saat ini, penyebab pasti pectus excavatum masih belum diketahui. Namun, karena sebagian besar penderita memiliki anggota keluarga yang sama dengan kondisi tersebut, diduga bahwa kondisi tersebut berasal dari faktor keturunan.

Selain itu, ada beberapa kondisi medis yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena pectus excavatum, seperti:

  • Sindrom Marfan
  • Sindrom Poland 
  • Sindrom Turner
  • Sindrom Noonan
  • SindromEhlers-Danlos
  • Kelainan genetik yang menyebabkan tulang rapuh sejak lahir yang dikenal sebagai osteogenesis imperfecta

Gejala Pectus Excavatum

Pectus excavatum biasanya tidak menimbulkan gejala pada masa kanak-kanak. Gejala biasanya muncul ketika penderitanya menjadi remaja dan memburuk seiring usia. Dalam kasus pectus excavatum yang parah, tulang dada dapat menekan jantung dan paru-paru. Kondisi ini dapat menunjukkan gejala seperti:

  • Pusing
  • Gampang lelah
  • Batuk atau mengi
  • Infeksi berulang pada saluran pernapasan
  • Sulit untuk menghirup udara saat berolahraga
  • Jantung berdebar atau cepat
  • Suara jantung yang bising
Kapan harus ke dokter

Jika anak Anda atau Anda mengalami gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter. Anda juga harus diperiksa untuk keluhan berikut:

  • Sakit di dada
  • Sesak napas
  • Mudah lelah bahkan tanpa aktivitas

Diagnosis Pectus Excavatum

Dokter dapat mengidentifikasi pectus excavatum dengan melakukan pemeriksaan fisik pada dada pasien. Mereka juga akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan tambahan untuk mengidentifikasi masalah jantung dan paru-paru, seperti:

  • Rontgen dada dan CT Scan
    Untuk mengetahui apakah tulang dada menekan jantung dan paru-paru, foto rontgen dada dan CT scan dilakukan.
  • Elektrokardiogram (EKG)
    Elektrokardiogram (EKG) digunakan untuk memeriksa irama dan listrik jantung. Pada pasien dengan pectus excavatum, pemeriksaan ini biasanya menunjukkan hasil yang tidak normal.
  • Ekokardiografi
    Ekokardiografi, juga dikenal sebagai USG jantung, dilakukan untuk mengetahui apakah cekungan di dada memengaruhi kemampuan jantung untuk berfungsi atau tidak.
  • Tes fungsi paru-paru
    Tujuan dari tetes fungsi paru adalah untuk mengetahui berapa banyak udara yang dapat ditampung oleh paru-paru dan seberapa cepat udara dikeluarkan dari mereka.
  • Uji latih jantung
    Uji latihan jantung menggunakan sepeda statis atau treadmill untuk melacak bagaimana jantung dan paru-paru bekerja saat berolahraga.

Pengobatan Pectus Excavatum

Pectus excavatum yang tidak menunjukkan gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, untuk membantu memperbaiki postur dan memperkuat otot dada, pasien disarankan untuk menjalani fisioterapi.

Dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani operasi jika pectus excavatum menyebabkan masalah pada jantung atau paru-paru. Operasi ini termasuk:

Operasi Nuss

Dokter melakukan prosedur ini dengan membuat sayatan kecil di kedua sisi dada pasien. Kemudian, mereka akan memasukkan logam melengkung ke dalam sayatan untuk mengembalikan posisi tulang dada ke posisi normal. Logam ini akan diangkat setelah dua hingga tiga tahun.

Operasi Ravitch

Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan di bagian tengah dada dan mengangkat beberapa bagian tulang rawan di sekitar tulang dada. Kemudian, mereka akan memperbaiki tulang dada dengan memasang penyangga logam, yang akan diangkat kembali setelah enam hingga dua belas bulan.

Komplikasi Pectus Excavatum

Pectus excavatum yang tidak ditangani mungkin menyebabkan masalah seperti:

  • Sakit di dada
  • Sesak napas
  • Jantung berdetak dengan kecepatan cepat
  • Terbatasnya pilihan aktivitas
  • Posisi badan bungkuk

Pencegahan Pectus Excavatum

Pectus excavatum adalah kelainan bawaan lahir yang tidak dapat dicegah. Namun, penderita dapat menghindari komplikasi akibat kondisi ini dengan berolahraga setiap hari, seperti push-up dan latihan untuk memperkuat otot dada dan punggung.

Terapi fisik juga dapat mengurangi risiko pasien menjalani operasi. Terapi fisik ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Penderita akan disarankan untuk menghindari merokok selain menerima terapi fisik. Tujuannya adalah untuk mencegah kondisi jantung dan paru-paru menjadi lebih buruk.

Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan prenatal dan pemeriksaan rutin ke dokter selama kehamilan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat pectus excavatum dalam keluarga mereka.