Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Tulang

Patah Kaki dan Tungkai

Patah kaki dan tungkai adalah ketika tulang kaki dan tungkai patah atau retak sehingga posisinya berubah, dan memerlukan pengobatan yang tepat untuk membantu fungsi kaki kembali normal.

Jika tungkai atau kaki patah karena benturan, tulang dapat keluar dari kulit, yang dikenal sebagai patah tulang terbuka.

Jika patah kaki atau tungkai tidak ditangani dengan segera, hal itu dapat menyebabkan cacat yang mengganggu aktivitas.

Penyebab Patah Kaki dan Tungkai

Kaki dan tungkai patah karena benturan atau tekanan yang kuat yang melampaui kemampuan tulang untuk meredamnya. Contoh tekanan kuat adalah:

  • Aktivitas yang berat dilakukan berulang kali
  • Cedera yang disebabkan oleh olahraga, jatuh, atau kecelakaan lalu lintas

Selain itu, beberapa penyakit dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan lebih rentan terhadap patah, seperti:

  • Osteoporosis
  • Arthritis reumatoid
  • Diabetis
  • Tumor
  • Infeksi yang menyebar
  • Osteomalacia

Gejala Patah Kaki dan Tungkai

Patah tulang kaki dan tungkai dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri yang meningkat saat digerakkan. Selain itu, gejala dan tanda-tanda mungkin termasuk:

  • Perubahan bentuk tungkai dan kaki
  • Tungkai yang patah memanjang
  • Memar
  • Kesemutan atau kehilangan rasa
  • Kulit yang patah berubah warna

Terkadang anak-anak atau balita tidak dapat mengatakan apa yang mereka rasakan. Jika anak tidak bisa berjalan atau sering menangis tanpa alasan yang jelas, orang tua dapat mencurigai adanya patah tungkai atau kaki. Segera temui dokter jika hal itu terjadi.

Pertolongan Pertama Patah Kaki dan Tungkai

Jika Anda menemukan seseorang yang mengalami patah tungkai atau kaki, berikan pertolongan pertama berikut:

  • Jangan gerakkan tungkai atau kaki yang patah.
  • Untuk meredakan nyeri dan pembengkakan, kompres bagian yang sakit dengan es yang dibalut handuk.
  • Tidak ada gunanya meluruskan tulang yang bergerak.
  • Tutup luka terbuka dengan kain atau baju yang bersih.
  • Tekan luka dengan kain bersih jika terjadi perdarahan.
  • Jangan memijat atau mengoleskan balsam atau obat herbal pada tulang yang patah; ini dapat memperparah kondisi.
  • Jika korban menjadi pucat dan mengeluarkan keringat dingin, segera baringkan dia dengan tungkai lebih tinggi dan bantu dia tetap tenang hingga bantuan medis tiba.
Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami patah tungkai atau kaki, segera periksakan ke dokter. Penanganan yang tertunda dapat memperburuk keadaan dan memperlambat penyembuhan.

Selain itu, jika Anda mengalami gejala berikut, segera konsultasikan dengan dokter Anda:

  • Berjalan menyebabkan nyeri
  • Sakit ketika kaki ditekan
  • Kesemutan atau mati rasa pada kaki yang terluka

Diagnosis Patah Kaki dan Tungkai

Setelah pasien tiba di rumah sakit, dokter akan menanyakan peristiwa yang menyebabkan patah kaki dan tungkai. Dokter juga akan menanyakan penyakit yang sedang atau pernah diderita pasien.

Dokter akan melakukan pemindaian untuk mengevaluasi kondisi tulang pasien setelah pemeriksaan gambaran. Pemindaian ini dapat termasuk foto Rontgen, scan komputer tomografi (CT), atau MRI.

Pengobatan Patah Kaki dan Tungkai

Tindakan pengobatan patah kaki dan tungkai disesuaikan dengan lokasi cedera dan tingkat keparahannya. Tujuan utama pengobatan adalah untuk menjaga tulang kembali sejajar dan mencegah pergeseran tulang.

Dokter dapat menangani patah tungkai dan kaki dengan cara berikut:

  • Menyejajarkan kembali tulang
    Menyamakan kembali tulang yang bergeser adalah langkah pertama dalam pengobatan patah tungkai dan kaki. Pemberian bius lokal atau obat pereda nyeri harus dilakukan sebelum tindakan ini.
  • Memasang gips
    Dokter akan memasangkan gips pada tulang setelah kembali ke posisinya sehingga tidak bergerak. Disarankan agar pasien menggunakan tongkat atau kruk untuk membantu mereka berjalan.
  • Memberikan obat pereda nyeri
    Dokter mungkin memberikan obat paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri pada patah kaki dan tungkai selama pengobatan.
  • Menjalankan fisioterapi
    Setelah gips dilepas, pasien harus menjalani fisioterapi karena ini dapat menyebabkan kaki menjadi kaku dan melemahkan otot kaki karena tidak dapat digerakkan. Jika cederanya parah, rehabilitasi akan membutuhkan waktu yang lama.
  • Memasang pen
    Dokter akan melakukan operasi dan memasang pen pada tulang jika patah tungkai atau kaki sangat parah. Pen ini membantu menahan tulang dari dalam agar tetap stabil.

Komplikasi Patah Kaki dan Tungkai

Komplikasi berikut dapat muncul jika patah tungkai dan kaki tidak ditangani dengan benar:

  • Nyeri yang tidak hilang
  • SINDROM KOMPARTEM
  • Osteomielitis adalah infeksi tulang
  • Kerusakan pada otot, pembuluh darah, atau saraf
  • Radangan pada sendi
  • Panjang tungkai kanan dan kiri berbeda
  • Cacat yang tidak hilang

Pencegahan Patah Kaki dan Tungkai

Meskipun patah tungkai dan kaki tidak selalu dapat dicegah, beberapa hal berikut dapat membantu Anda menghindari masalah ini:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak kalsium, seperti susu, yogurt, dan keju, untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang Anda
  • Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin D
  • Melakukan olahraga yang sama berulang kali akan memberikan tekanan pada bagian tulang yang sama, jadi berolahraga dengan cara yang berbeda
  • Menggunakan sepatu yang tepat untuk jenis aktivitas yang Anda lakukan, terutama saat berolahraga
  • Memakai perlengkapan pelindung diri yang tepat saat berolahraga atau bekerja di lapangan
  • Pastikan rumah tertata dengan baik, lantai tidak licin, dan cukup tersinar untuk mencegah tergelincir
  • Memeriksa kesehatan tulang Anda secara teratur
  • Berhati-hatilah saat berkendara agar tidak terlibat dalam kecelakaan yang dapat menyebabkan patah tulang