Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Tulang

Osteomalacia

Ketika tulang menjadi lunak, biasanya disebut osteomalacia. Ini terjadi karena kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor, yang diperlukan untuk menjaga kepadatan tulang.

Osteomalacia berbeda dengan rakitis. Osteomalacia, salah satu jenis penyakit tulang yang jarang diketahui ini, dapat terjadi pada orang dewasa yang tulangnya sudah tidak berkembang, sementara rakitis terjadi pada anak-anak yang struktur tulangnya masih dalam proses pertumbuhan. Tetapi kekurangan vitamin D adalah penyebab kedua kondisi ini.

Penyebab Osteomalacia

Kekurangan vitamin D adalah penyebab utama osteomalacia, meskipun gangguan ginjal menyebabkan tubuh kehilangan fosfor, yang penting untuk penyerapan kalsium ke dalam tulang.

Selain penyebab yang disebutkan di atas, osteomalacia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut:

  • Minim paparan sinar matahari
  • Penggunaan obat anti kejang
  • Terlalu gemuk
  • Penyakit hati
  • Penyakit celiac
  • Riwayat operasi medis, seperti gastrektomi (pengangkatan sebagian atau seluruh lambung)

Gejala Osteomalacia

Penderita osteomalacia pada tahap awal mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka dapat mengembangkan berbagai gejala, seperti:

  • Patah tulang tanpa cedera
  • Kesemutan di kaki atau lengan
  • Klaim dengan tangan atau kaki
  • Penyebab nyeri tulang
  • Otot yang lemah
  • Sering lelah
  • Naik atau berdiri adalah hal yang sulit
  • Berjalan dengan cepat
Saatnya ke dokter

Periksakan diri Anda ke dokter segera jika Anda mengalami rasa sakit hebat pada tulang Anda. Jika Anda juga mengalami patah tulang akibat hal-hal yang tidak wajar, seperti terkena tepi tempat tidur. Dokter akan membuat diagnosis dan memberi Anda obat yang tepat.

Diagnosis Osteomalacia

Untuk mendiagnosis osteomalacia, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan dan melihat riwayat kesehatan dan gejala pasien. Beberapa pemeriksaan tambahan ini termasuk:

  • Foto Rontgen untuk mengidentifikasi patah tulang atau retak
  • Kapasitas mineral tulang melalui jumlah kalsium dan fosfat
  • Tes darah untuk mengukur vitamin D, kalsium, fosfor, dan hormon paratiroid yang dapat memengaruhi kadar kalsium
  • Tes darah untuk mengukur vitamin D, kalsium, fosfor, dan hormon paratiroid yang dapat memengaruhi kadar kalsium

Pengobatan Osteomalacia

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, kalsium, dan fosfor, pengobatan osteomalacia dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti berikut:

Berjemur di bawah sinar matahari

Berjemur teratur di bawah sinar matahari membantu penderita osteomalacia menghasilkan vitamin D yang cukup.

Perlu diingat bahwa waktu yang disarankan untuk berjemur adalah antara 5 dan 10 menit. Untuk melindungi kulit dari luka bakar atau terbakar matahari, penderita juga disarankan untuk menggunakan tabir surya sebelum berjemur.

Memperbaiki pola makan

Dokter dapat menyarankan pasien untuk mengubah pola makan mereka dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D, seperti ikan, telur, hati, dan keju. Mereka juga harus makan makanan yang mengandung banyak kalsium, seperti kacang kedelai, bayam, dan sarden.

Mengonsumsi suplemen

Biasanya dokter akan meresepkan suplemen vitamin D, kalsium, atau fosfor, yang dapat dikonsumsi setiap hari atau seminggu.

Dokter dapat menyarankan pasien yang mengalami patah tulang atau kelainan bentuk tulang untuk memasang brace atau menjalani operasi.

Selain itu, dokter akan mengobati pasien yang menderita kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor.

Komplikasi Osteomalacia

Komplikasi berupa patah tulang, termasuk di bagian rusuk, tulang belakang, dan kaki, dapat terjadi akibat osteomalacia yang tidak ditangani dengan tepat.

Pencegahan Osteomalacia

Memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh dapat mencegah osteomalacia. Ini dapat dicapai dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, seperti telur, ikan laut, susu, dan jamur.

Anda dapat mengambil suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium Anda jika diperlukan; namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tersebut.