Beranda/Urologi Darurat/Penis Patah (Fraktur Penis)

Urologi Darurat

Penis Patah (Fraktur Penis)

Pahami fraktur penis sebagai robekan tunica albuginea saat penis ereksi, biasanya dengan bunyi krek, nyeri, ereksi langsung mengempis, bengkak dan deformitas seperti terong; penyebab saat hubungan seksual atau membengkokkan penis; pemeriksaan klinis dan ultrasound/MRI bila meragukan; tanda cedera uretra; manfaat operasi segera dibanding terapi konservatif; pemulihan dan kapan kembali berhubungan; serta pertolongan darurat yang aman.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 15 Agustus 2026Waktu baca 9 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Penis Patah (Fraktur Penis)
RingkasanFraktur penis bukan patah tulang, melainkan robekan selubung kuat jaringan ereksi. Gambaran klasik adalah bunyi patah diikuti nyeri, hilangnya ereksi seketika dan memar cepat. Ini adalah keadaan darurat urologi karena perbaikan dini memberi hasil fungsi dan bentuk yang lebih baik.

Bagaimana cedera terjadi

Penis ereksi dapat tertekuk tajam ketika terlepas lalu membentur panggul saat hubungan seksual, saat jatuh menimpanya, atau ketika sengaja dibengkokkan untuk menghilangkan ereksi. Darah segera keluar dari jaringan ereksi dan menimbulkan bengkak ungu atau deformitas. Cedera vena superfisial dapat menyerupai, tetapi tetap harus dinilai.

Cedera uretra dapat menyertai

Darah di ujung penis, darah dalam urine, nyeri atau tidak mampu berkemih mengarah pada cedera uretra, yang terjadi pada sebagian kasus. Dokter melakukan pemeriksaan dan dapat memakai urethrogram atau cystoscopy. Diagnosis fraktur sering klinis; ultrasound atau MRI berguna bila riwayat dan pemeriksaan tidak jelas, bukan untuk menunda operasi yang nyata.

Bunyi patah saat ereksi perlu langsung ke IGDJangan menunggu memar reda. Ke IGD urologi sekarang bila terdengar bunyi krek, ereksi mendadak hilang, penis membengkak atau bengkok, ada darah di lubang kencing atau sulit berkemih. Bungkus es dengan kain saat perjalanan, tetapi jangan makan bila kemungkinan operasi segera.

Operasi segera adalah standar

Eksplorasi dan penjahitan robekan biasanya dilakukan sesegera mungkin, idealnya dalam 24 jam, sekaligus memperbaiki uretra bila cedera. Terapi hanya dengan es, balutan atau obat memiliki risiko lebih tinggi berupa penis bengkok, plak, nyeri ereksi dan disfungsi ereksi. Jangan menekan, meluruskan, memijat atau mencoba berhubungan kembali.

Setelah operasi

Gunakan obat dan perawatan luka sesuai instruksi, awasi infeksi dan hindari ereksi atau aktivitas seksual selama masa yang ditentukan ahli urologi—sering sekitar enam minggu. Kontrol menilai penyembuhan, lengkung, nyeri dan fungsi ereksi. Dukungan psikologis membantu karena malu dapat membuat pasien terlambat berobat, padahal tenaga medis menangani ini tanpa menghakimi.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada European Association of Urology — urogenital trauma guideline, American Urological Association — urotrauma guideline. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.