Bagaimana cedera terjadi
Penis ereksi dapat tertekuk tajam ketika terlepas lalu membentur panggul saat hubungan seksual, saat jatuh menimpanya, atau ketika sengaja dibengkokkan untuk menghilangkan ereksi. Darah segera keluar dari jaringan ereksi dan menimbulkan bengkak ungu atau deformitas. Cedera vena superfisial dapat menyerupai, tetapi tetap harus dinilai.
Cedera uretra dapat menyertai
Darah di ujung penis, darah dalam urine, nyeri atau tidak mampu berkemih mengarah pada cedera uretra, yang terjadi pada sebagian kasus. Dokter melakukan pemeriksaan dan dapat memakai urethrogram atau cystoscopy. Diagnosis fraktur sering klinis; ultrasound atau MRI berguna bila riwayat dan pemeriksaan tidak jelas, bukan untuk menunda operasi yang nyata.
Operasi segera adalah standar
Eksplorasi dan penjahitan robekan biasanya dilakukan sesegera mungkin, idealnya dalam 24 jam, sekaligus memperbaiki uretra bila cedera. Terapi hanya dengan es, balutan atau obat memiliki risiko lebih tinggi berupa penis bengkok, plak, nyeri ereksi dan disfungsi ereksi. Jangan menekan, meluruskan, memijat atau mencoba berhubungan kembali.
Setelah operasi
Gunakan obat dan perawatan luka sesuai instruksi, awasi infeksi dan hindari ereksi atau aktivitas seksual selama masa yang ditentukan ahli urologi—sering sekitar enam minggu. Kontrol menilai penyembuhan, lengkung, nyeri dan fungsi ereksi. Dukungan psikologis membantu karena malu dapat membuat pasien terlambat berobat, padahal tenaga medis menangani ini tanpa menghakimi.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada European Association of Urology — urogenital trauma guideline, American Urological Association — urotrauma guideline. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.
