Tahap dan gejala
Steatosis sering tanpa keluhan dan dapat membaik setelah berhenti. Alcohol-associated hepatitis dapat menimbulkan kuning, demam, nyeri kanan atas dan gagal hati akut. Sirosis adalah jaringan parut lanjut dengan ascites, bengkak, mudah berdarah, gatal, lemah, varises serta gangguan kesadaran. Tahap dapat tumpang tindih dan gejala ringan tidak berarti kerusakan ringan.
Diagnosis tanpa stigma
Dokter menanyakan pola dan waktu minum secara rahasia, obat serta nutrisi, lalu menilai darah lengkap, liver-kidney tests dan pembekuan. Ultrasound mencari lemak, cairan dan massa; elastography memperkirakan fibrosis, sedangkan biopsy hanya pada kasus terpilih. Hepatitis virus, metabolic fatty liver, obat dan autoimun tetap diperiksa karena lebih dari satu penyebab dapat hadir.
Berhenti dengan aman
Abstinensi memberi manfaat pada semua tahap, tetapi orang yang minum berat setiap hari dapat mengalami withdrawal berupa tremor, halusinasi, kejang atau delirium bila berhenti mendadak. Penilaian medis menentukan detox rawat jalan atau inap, benzodiazepine terpantau, tiamin dan koreksi cairan-elektrolit. Konseling, kelompok dukungan dan obat gangguan penggunaan alkohol dipilih sesuai fungsi hati.
Merawat hati lanjut
Nutrisi cukup protein-kalori dan vitamin penting; hindari jamu serta obat yang belum dinilai dan jangan memakai NSAID pada sirosis tanpa arahan. Diuretic, endoscopy-variceal therapy, lactulose dan antibiotik digunakan untuk komplikasi tertentu. Pasien sirosis memerlukan ultrasound berkala untuk kanker hati dan vaksinasi. Transplantasi dapat dinilai berdasarkan kebutuhan medis dan evaluasi penggunaan alkohol individual.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — diagnosis of cirrhosis, NIDDK — treatment for cirrhosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.