Beranda/Pencernaan dan Usus/Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Pencernaan dan Usus

Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Pahami irritable bowel syndrome sebagai gangguan interaksi usus-otak dengan nyeri terkait BAB dan perubahan bentuk/frekuensi feses, tanpa kerusakan terlihat; diagnosis positif dan tes terbatas, beda dari IBD/celiac/kanker, serat soluble, low-FODMAP terarah, obat dan gut-directed therapy.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
RingkasanIBS adalah gangguan kronis interaksi usus-otak yang menyebabkan nyeri perut berulang bersama perubahan BAB—diare, konstipasi atau campuran. Kondisi ini nyata tetapi tidak merusak usus atau berubah menjadi kanker; red flags tetap harus dinilai agar penyakit lain tidak keliru disebut IBS.

Diagnosis didasarkan pada pola khas

Nyeri berhubungan dengan BAB serta perubahan frekuensi atau bentuk feses, disertai bloating, urgency, mucus atau rasa belum tuntas. Dokter menilai durasi, Bristol stool form, obat, infeksi dan keluarga. CBC, CRP/ESR dan tes celiac sering cukup pada pola tipikal; calprotectin membantu bila IBD dipertimbangkan.

Red flags memerlukan evaluasi lain

Darah/black stool, anemia, berat turun, demam, gejala malam berat, massa, onset baru usia lebih tua atau keluarga IBD/celiac/kanker usus memerlukan pemeriksaan lanjutan. Colonoscopy tidak otomatis pada IBS tipikal tanpa red flags. Endometriosis, thyroid, lactose intolerance, bile acid diarrhea dan pelvic floor disorder dapat menyerupai.

Darah, pingsan atau nyeri mendadak bukan IBS biasaKe IGD untuk perdarahan banyak/tinja hitam dengan lemas, nyeri hebat mendadak, perut kaku, muntah terus, pingsan atau tidak bisa kentut/BAB. Periksa cepat bila berat turun, anemia, demam atau gejala membangunkan malam.

Perubahan makan harus terstruktur

Makan teratur, hidrasi, aktivitas, tidur dan serat soluble seperti psyllium membantu sebagian orang; bran insoluble dapat menambah kembung. Low-FODMAP adalah trial eliminasi singkat lalu reintroduction/personalization bersama dietitian, bukan diet ketat seumur hidup. Hindari tes IgG makanan dan pembatasan luas yang memicu malnutrisi.

Terapi mengikuti subtype dan tujuan

Antispasmodic/peppermint oil membantu nyeri tertentu; loperamide untuk diarrhea, laxative/secretagogue untuk konstipasi dan neuromodulator dosis rendah untuk pain dipilih menurut kondisi. CBT, gut-directed hypnotherapy dan relaxation memengaruhi jalur usus-otak—bukan berarti gejala ‘hanya pikiran’. Follow-up menilai respons dan red flags baru.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — IBS diagnosis, NIDDK — IBS treatment, NICE — IBS recommendations. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.