Beranda/Infeksi dari Makanan/Listeriosis (Infeksi Listeria)

Infeksi dari Makanan

Listeriosis (Infeksi Listeria)

Pahami listeriosis akibat Listeria monocytogenes dari makanan, gastroenteritis ringan versus infeksi invasif dengan sepsis atau meningitis, risiko tertinggi pada kehamilan, bayi baru lahir, usia lanjut dan imunitas lemah, gejala demam, nyeri otot, diare, sakit kepala, kaku leher, bingung dan kejang, dampak keguguran, lahir prematur atau infeksi bayi meski ibu hanya bergejala ringan, diagnosis kultur darah atau cairan tubuh bukan tes tinja rutin, antibiotik untuk penyakit invasif, penanganan setelah produk recall, serta pilihan makanan pasteurisasi, pemanasan, suhu lemari es dan pencegahan kontaminasi silang.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Listeriosis (Infeksi Listeria)
RingkasanListeria monocytogenes adalah bakteri makanan yang dapat tumbuh pada suhu lemari es. Orang sehat biasanya tidak sakit berat, tetapi kehamilan, bayi baru lahir, usia 65 tahun ke atas, dan imunitas lemah berisiko mengalami penyakit invasif. Pada kehamilan, gejala ibu dapat ringan sementara janin mengalami dampak serius.

Dua pola penyakit

Penyakit usus dapat mulai dalam sekitar 24 jam dengan diare dan muntah selama satu hingga tiga hari. Penyakit invasif biasanya muncul dalam dua minggu, kadang lebih lama, dengan demam, lelah, nyeri otot, sakit kepala, kaku leher, bingung, gangguan keseimbangan, atau kejang. Sepsis dan meningitis memerlukan rawat inap.

Kehamilan dan kelompok risiko

Ibu hamil mungkin hanya demam dan gejala seperti flu atau bahkan tanpa gejala, tetapi infeksi dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, persalinan prematur, atau sepsis dan meningitis bayi. Lansia dan orang dengan kanker, transplantasi, steroid atau terapi imun, penyakit hati atau ginjal, dan kondisi imun lain juga memerlukan ambang pemeriksaan rendah.

Demam saat hamil atau gejala saraf perlu bantuan segeraHubungi layanan pada hari yang sama bila hamil atau berisiko tinggi dan mengalami demam setelah kemungkinan paparan. Ke IGD bila kaku leher, kebingungan, sulit dibangunkan, kehilangan keseimbangan, kejang, sesak, dehidrasi berat, gerak janin berkurang, kontraksi, atau perdarahan.

Setelah paparan makanan

Makan produk yang ditarik tidak otomatis berarti sakit. Orang tanpa gejala umumnya tidak memerlukan tes atau antibiotik, bahkan bila berisiko, tetapi harus memantau dan mengikuti otoritas kesehatan. Bila demam atau gejala muncul, sampaikan produk dan tanggal. Kultur darah atau cairan steril mendiagnosis penyakit invasif; kultur tinja dan serologi tidak dianjurkan sebagai skrining.

Pencegahan makanan

Pilih susu dan keju pasteurisasi, masak bahan mentah, panaskan kembali daging siap makan hingga mengepul bila dianjurkan untuk kelompok risiko, cuci produk, pisahkan mentah dari siap makan, bersihkan lemari es dan tumpahan, simpan dingin, serta patuhi tanggal dan instruksi label. Dinginnya lemari es memperlambat banyak kuman tetapi tidak menghentikan Listeria.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — symptoms, CDC — clinical care. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.