Infeksi dan Kesehatan Lingkungan

Leptospirosis

Pahami leptospirosis akibat bakteri Leptospira dari urine tikus dan hewan lain yang mencemari air atau tanah, risiko meningkat setelah banjir, hujan lebat, pekerjaan hewan atau selokan dan rekreasi air, masuk melalui luka atau mukosa, masa inkubasi 2–30 hari, demam, nyeri betis, sakit kepala, mata merah, mual dan kuning, komplikasi ginjal, hati, meningitis, perdarahan paru dan syok, diagnosis PCR atau serologi sesuai fase, perlunya antibiotik dini tanpa menunggu hasil pada kecurigaan kuat, serta perlindungan luka, sepatu bot, sarung tangan, air aman dan pengendalian tikus.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Leptospirosis
RingkasanLeptospirosis adalah infeksi bakteri Leptospira yang menyebar melalui urine hewan, terutama tikus tetapi juga ternak dan hewan lain. Air atau tanah yang tercemar dapat masuk melalui luka, kulit yang lama terendam, atau selaput mata, hidung, dan mulut. Risiko meningkat setelah banjir; terapi antibiotik dini dapat mengurangi berat dan lama penyakit.

Paparan dan gejala

Gejala muncul sekitar 2–30 hari setelah paparan dan dapat berupa demam mendadak, menggigil, sakit kepala, nyeri otot terutama betis atau punggung bawah, mata merah tanpa kotoran, mual, muntah, diare, nyeri perut, batuk, atau ruam. Gejala menyerupai dengue, influenza, hepatitis, malaria, dan infeksi lain sehingga riwayat banjir atau hewan penting.

Penyakit berat

Sebagian kecil berkembang menjadi kuning, gagal ginjal, meningitis, gangguan irama atau otot jantung, perdarahan, syok, dan perdarahan paru dengan sesak atau batuk darah. Perbaikan demam sementara tidak selalu berarti sembuh karena penyakit dapat memiliki fase kedua. Kehamilan dan penyakit organ dapat meningkatkan konsekuensi.

Demam setelah banjir dengan kuning, sesak, atau sedikit kencing adalah daruratCari pertolongan hari yang sama bila demam setelah kontak banjir, lumpur, selokan, tikus, atau urine hewan. Ke IGD bila sesak, batuk darah, kulit atau mata kuning, kencing sangat sedikit, kebingungan, leher kaku, perdarahan, pingsan, muntah terus, atau sangat lemah.

Diagnosis dan terapi dini

PCR darah berguna lebih awal dan urine kemudian; serologi lebih sensitif setelah antibodi terbentuk, sehingga hasil awal negatif tidak selalu menyingkirkan. Bila kecurigaan klinis kuat, dokter memulai antibiotik tanpa menunggu konfirmasi. Kasus ringan dapat memakai obat oral yang sesuai; penyakit berat memerlukan rawat inap, antibiotik intravena, cairan hati-hati, dialisis, ventilasi, atau dukungan organ.

Pencegahan saat banjir dan kerja

Hindari menerobos atau berenang di air banjir bila mungkin. Tutup luka dengan perban kedap air, pakai sepatu bot, sarung tangan dan pelindung mata, mandi serta cuci tangan setelah paparan, gunakan air minum aman, dan kendalikan tikus serta sampah. Jangan minum antibiotik pencegahan sendiri; manfaatnya terbatas dan keputusan tergantung risiko serta panduan kesehatan.

Mencari bantuan di IndonesiaLeptospirosis relevan di Indonesia, terutama setelah banjir dan hujan lebat. Sampaikan tanggal serta jenis paparan kepada puskesmas atau rumah sakit; jangan menunda karena mengira semua demam pascabanjir adalah masuk angin atau dengue.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — leptospirosis, CDC Yellow Book. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.