Paparan dan gejala
Gejala muncul sekitar 2–30 hari setelah paparan dan dapat berupa demam mendadak, menggigil, sakit kepala, nyeri otot terutama betis atau punggung bawah, mata merah tanpa kotoran, mual, muntah, diare, nyeri perut, batuk, atau ruam. Gejala menyerupai dengue, influenza, hepatitis, malaria, dan infeksi lain sehingga riwayat banjir atau hewan penting.
Penyakit berat
Sebagian kecil berkembang menjadi kuning, gagal ginjal, meningitis, gangguan irama atau otot jantung, perdarahan, syok, dan perdarahan paru dengan sesak atau batuk darah. Perbaikan demam sementara tidak selalu berarti sembuh karena penyakit dapat memiliki fase kedua. Kehamilan dan penyakit organ dapat meningkatkan konsekuensi.
Diagnosis dan terapi dini
PCR darah berguna lebih awal dan urine kemudian; serologi lebih sensitif setelah antibodi terbentuk, sehingga hasil awal negatif tidak selalu menyingkirkan. Bila kecurigaan klinis kuat, dokter memulai antibiotik tanpa menunggu konfirmasi. Kasus ringan dapat memakai obat oral yang sesuai; penyakit berat memerlukan rawat inap, antibiotik intravena, cairan hati-hati, dialisis, ventilasi, atau dukungan organ.
Pencegahan saat banjir dan kerja
Hindari menerobos atau berenang di air banjir bila mungkin. Tutup luka dengan perban kedap air, pakai sepatu bot, sarung tangan dan pelindung mata, mandi serta cuci tangan setelah paparan, gunakan air minum aman, dan kendalikan tikus serta sampah. Jangan minum antibiotik pencegahan sendiri; manfaatnya terbatas dan keputusan tergantung risiko serta panduan kesehatan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — leptospirosis, CDC Yellow Book. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.
