Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Pencernaan

Kriptosporidiosis

Kriptosporidiosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi parasit Cryptosporidium parvum pada usus. Infeksi ini berakibat pada diare dan bisa menyebar lewat makanan atau air yang terkontaminasi oleh parasit kriptosporidium.

Cryptosporidium merupakan parasit yang mampu hidup di usus manusia juga hewan. Parasit ini bisa keluar lewat feses (tinja) dan mengontaminasi air. Cryptosporidium mampu bertahan sampai berhari-hari, bahkan pada air yang telah terinfeksi atau disaring menggunakan filter. Akan tetapi, parasit ini bisa dibunuh dengan cara dipanaskan.

Bagi orang yang sehat, kriptosporidiosis hanya menyebabkan diare dan bisa hilang dalam 1–2 minggu. Akan tetapi, bagi orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, penyakit ini bisa berakibat pada komplikasi yang berbahaya, apalagi jika tidak segera ditangani.

Penyebab Kriptosporidiosis

Kriptosporidiosis dipicu oleh parasit Cryptosporidium yang masuk melalui sistem pencernaan dan menginfeksi usus. Parasit tersebut ada beberapa varian yang sebagian dari variannya dapat menyebabkan penyakit lebih parah dari varian lainnya.

Di dalam usus, parasit akan hidup dan berkembang biak dengan menggali lubang di dinding usus. Selanjutnya, parasit akan keluar bersama feses. Dari penelitian menyebutkan bahwa jutaan Cryptosporidium bisa keluar hanya pada sekali buang air besar.

Parasit ini juga mempunyai dinding luar yang menjadikannya kebal terhadap sebagian besar disinfektan, termasuk disinfektan yang dipakai pada kolam renang umum. Hal inilah yang menjadikan kriptosporidiosis gampang menular.

Beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang terinfeksi kriptosporidiosis adalah:

  • Mengonsumsi air yang telah terkontaminasi parasit Cryptosporidium
  • Mengonsumsi makanan mentah yang terkontaminasi parasit Cryptosporidium
  • Melakukan kontak dengan pasien atau hewan yang mengalami kriptosporidiosis
  • Menyentuh mulut atau makan menggunakan tangan yang terkontaminasi, yang tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau mengganti popok
Faktor risiko kriptosporidiosis

Kriptosporidiosis dapat menginfeksi siapa saja. Akan tetapi, penyakit ini lebih berisiko terjadi pada individu yang mempunyai faktor sebagai berikut:

  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat menderita HIV/AIDS
  • Anak-anak di bawah 10 tahun
  • Suka berenang di kolam renang umum
  • Meminum air yang tidak terjamin kebersihannya, misalnya ketika berada di wilayah dengan sanitasi buruk atau minum air langsung dari sungai misalnya saat sedang berkemah
  • Kontak langsung dengan hewan, misalnya karena bekerja sebagai pengasuh hewan
  • Bekerja di tempat penitipan anak

Gejala Kriptosporidiosis

Gejala kriptosporidiosis biasanya muncul 1 minggu setelah infeksi terjadi dan berlangsung sampai 2 minggu. Akan tetapi, ada juga kriptosporidiosis yang gejalanya terus berlanjut hingga 3 tahun, namun dengan pola gejala yang hilang timbul.

Keluhan yang timbul pada penderita kriptosporidiosis antara lain:

  • Diare berair
  • Tidak nafsu makan
  • Perut kram
  • Mual dan muntah
  • Demam

Diare yang berlanjut dalam jangka panjang (diare kronis) bisa meningkat menjadi dehidrasi, kekurangan nutrisi, dan penurunan berat badan. Kadaan ini berbahaya untuk penderita usia balita juga penderita dengan daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV serta pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Dari sejumlah kasus, kriptosporidiosis tidak memperlihatkan gejala apa pun. Akan tetapi, parasit mampu bertahan hidup di tinja sampai 2 bulan. Maka dari itu, penularan tetap bisa terjadi dalam kurun waktu tersebut.

Saatnya ke dokter

Periksaan ke dokter bila Anda mengalami keluhan di atas, terutama jika diare yang tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari. Bila cepat ditangani, risiko kriptosporidiosis berkembang menjadi komplikasi serius Bisa diturunkan.

Diagnosis Kriptosporidiosis

Sebelum menjlankan diagnosis, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien serta aktifitas yang dilakukan pasien 1 minggu sebelumnya, kemudian akan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik. Bila ada dugaan pasien menderita kriptosporidiosis, dokter akan mengambil sampel tinja pasien untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Untuk diketahui, pengambilan sampel tinja mungkin akan dilakukan beberapa kali karena parasit Cryptosporidium sulit dilihat. Jika dibutuhkan, dokter akan mengambil sampel jaringan (biopsi) dari usus pasien.

Untuk pasien yang telah dipastikan terjangkit kriptosporidiosis, dokter akan melakukan pemeriksaan lain guna mengetahui kemungkinan komplikasi. Salah satunya adalah cek darah untuk memeriksa fungsi hati dan kantung empedu dan melihat kemungkinan penyebaran infeksi.

Pengobatan Kriptosporidiosis

Penderita kriptosporidiosis yang daya tahan tubuhnya kuat, biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 2 minggu. Namun, bagi penderita kriptosporidiosis yang mempunyai gangguan sistem kekebalan tubuh harus mendapatkan penanganan medis.

Tindakan medis yang dilakukan dokter bagi pasien kriptosporidiosis bertujuan untuk menguatkan kekebalan tubuh serta meringankan gejala yang dialami pasien. Metode yang dilakukan meliputi:

  • Pemberian antiparasit seperti nitazoxanide juga antibiotik azithromycin, guna membantu mengurangi diare dengan mematikan parasit di dalam usus
  • Pemberian loperamide, guna mengurangi gerakan usus dan meningkatkan penyerapan cairan agar diare berkurang
  • Pemberian cairan pengganti, seperti oralit, untuk mengembalikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat diare dan menjadikannya seimbang kembali
  • Terapi antiretroviral, terutama pada pasien kriptosporidiosis yang juga menderita HIV/AIDS, untuk menekan perkembangan virus dan meningkatkan daya tahan tubuh

Komplikasi Kriptosporidiosis

Kriptosporidiosis tidak mengancam jiwa. Akan tetapi, bagi pasien yang kekebalan tubuh lemah bisa mengalami komplikasi yang berbahaya. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Berat badan menurun dengan drastis
  • Dehidrasi berat
  • Kekrangan nutrisi akibat usus tidak mampu menyerap nutrisi
  • Radang pada saluran empedu, hati, atau pankreas

Pencegahan Kriptosporidiosis

Sampai artikel ini di buat belum ada vaksin untuk mencegah kriptosporidiosis. Tetapi, infeksi bisa dicegah dengan menjaga kebersihan, seperti:

  • Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setiap sebelum dan sesudah makan, juga setelah mengganti popok, menggunakan toilet, dan menyentuh hewan
  • Mencuci bersih bahan makanan, seperti sayur dan buah, dan menghindari makanan yang diduga terkontaminasi tinja
  • Memasak air minum sampai matang dan jangan mengonsumsi makanan setengah matang jika sedang berada di daerah yang banyak terjadi kasus kriptosporidiosis
  • Hindari menelan air kolam renang umum