Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Pencernaan

Kram Perut

Kram perut merupakan kondisi saat otot perut tegang atau seperti melilit dan terasa nyeri. Hal ini biasanya bukanlah masalah yang serius dan akan sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Akan tetapi, ada juga kram perut yang harus ditangani dengan segera agar tidak semakin parah.

Umumnya kram perut disebabkan oleh gangguan di sistem pencernaan, seperti lambung atau usus. Kram perut juga dapat terjadi disebabkan masalah pada rahim atau ginjal. Kondisi ini bisa muncul dengan tiba-tiba atau terjadi dalam jangka panjang dan kambuhan.

Penyebab Kram Perut

Kram perut bisa dibagi menjadi dua, yakni kram perut ringan dan kram perut berat. Penanganan dua kondisi ini akan sangat berbeda.

Di bawah adalah pembagian kram perut dari derajat keparahannya:

Kram perut ringan hingga sedang

Kram perut ringan biasanya terjadi karena:

  • Gas yang berlebihan di dalam lambung atau usus
  • Flu perut (gastroentritis)
  • Sembelit
  • Sindrom iritasi usus besar
  • Sakit karena haid (dismenore)
  • GERD atau tukak lambung
  • Menolak terhadap makanan tertentu, seperti kacang, olahan susu, gandum, atau kerang
  • Inflammatory bowel disease (IBD) atau radang usus
  • Infeksi saluran kemih
  • Dampak dari obat-obatan, seperti antibiotik, obat anti nyeri golongan OAINS, atau pil KB

Keadaan di atas umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berikut:

  • Melakukan kontak dengan orang lain yang terkena diare
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis
  • Banyak menelan udara dengan tidak sadar, misalnya ketika sedang merokok atau mengunyah permen karet
  • Mengonsumsi makanan yang menghasilkan banyak gas, seperti kol, brokoli, atau makanan yang mengandung banyak tepung
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung lemak dan manis-manis
  • Stres dan cemas
  • Kurang tidur

Biasanya, kram perut ringan akan membaik dengan sendirinya atau lewat pengobatan mandiri di rumah.

Kram perut berat

Kram perut dapat juga terjadi karena kondisi yang lebih serius. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan nyeri perut yang hebat atau berkepanjangan.

Penyebab kram perut yang berat terjadi pada:

  • Inflamasi pada kandung empedu (kolesistitis)
  • Terjadi perdarahan atau robekan pada tukak lambung
  • Divertikulitis
  • Peradangan usus buntu
  • Batu ginjal
  • Kehamilan etopik

Gejala Kram Perut

Kram perut mempunyai gejala, seperti:

  • Perut tegang dan sakit
  • Kembung
  • Sering sendawa
  • Mual muntah
  • Diare, bahkan sembelit
  • Rasa terbakar di dada (heartburn)
  • kesulitan buang air kecil
  • Demam
  • Nafsu makan berkurang
Saatnya ke dokter

Ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter lewat chat dengan bila kram perut tidak membaik lebih dari 1 hari, atau jika kram perut diikuti dengan:

  • Demam
  • Diare
  • Nafsu makan menurun tiba-tiba
  • Berat badan turun
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Keputihan atau perdarahan saat tidak menstruasi
  • Perdarahan lewat anus atau ketika buang air besar

Lewat konsultasi online, dokter akan memberikan resep obat yang Anda butuhkan, dan membeli obat kram perut atau memberikan saran yang sesuai untuk menindaklanjuti keluhan Anda.

Sebaiknya Anda segera ke IGD bila kram perut hebat diikuti dengan kondisi, seperti di bawah ini:

  • Saat hamil
  • Perut terasa sakit bahkan hanya dengan disentuh pelan
  • Tidak bisa buang air (kecil, besar, bahkan buang angin)
  • Sakit di dada dan sesak napas
  • Pusing seperti akan pingsan

Diagnosis Kram Perut

Sebelum melakukan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu menanyakan keluhan yang dialami pasien secara detail, meliputi:

  • Bagian perut yang mengalami kram
  • Masa keluhan kram perut
  • Penyebab muncul atau memburuknya kram perut
  • Sesuatu yang membuat kram perut membaik
  • Pernah cedera atau ada penyakit yang pernah atau sedang diderita
  • Konsumsi obat, suplemen, atau produk herbal yang pernah ataupun sedang digunakan

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik guna mengetahui adanya sakit ketika di tekan pada perut dan lokasinya. Dokter juga akan memastikan diagnosis pemicu kram perut lewat pemeriksaan penunjang berikut:

  • Tes darah lengkap, apakah ada tanda-tanda infeksi
  • Tes kehamilan, guna menentukan apakah kram sebenarnya disebabkan oleh kehamilan normal atau kehamilan ektopik
  • Tes tinja, guna mengamati apakah ada darah yang samar di feses
  • Foto Rontgen menggunakan kontras bariumuntuk meyakinkan kram perut karena tukak lambung, ulkus duodenum, divertikulitis, hernia, atau tumor
  • USG perut atau CT scan perut, untuk memahami pemicu kram melalui detail gambar organ dalam perut
  • Kolonoskopi atau endoskopi, untuk mengecek kondisi saluran pencernaan dengan langsung dan sekalian melakukan biopsi jika perlu

Pengobatan Kram Perut

Untuk melakukan pengobatan kram perut dapat disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Secara umum, kram perut dapat diatasi dengan terapi, obat alami atau medis, hingga prosedur khusus. Di bawah adalah penjelasannya:

Penanganan mandiri

Karena kram perut seringkali terjadi oleh penyebab yang tidak berbahaya, sakit yang ringan dapat diatasi dengan perawatan mandiri, misalnya dengan:

  • Mengompres hangat pada perut
  • Minum teh hangat atau air jahe hangat
  • Mengonsumsi makanan mudah dicerna
  • Menghindari makanan berlemak, pedas, asam, atau makanan tinggi gula
  • Makan dalam porsi yang lebih kecil, tetapi lebih sering
  • Tidak mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol, kafein, atau minuman berkarbonasi
  • Mengonsumsi makanan mengandung probiotik, seperti kimchi atau yoghurt
  • Mengonsumsi suplemen yang mengandung minyak pappermint atau jintan hitam
  • Cukup istirahat
Pemberian obat-obatan

Terkait pemicu yang mendasari kram perut, dokter juga bisa meresepkan obat di bawah ini:

  • Obat penghilang nyeri, seperti paracetamol atau metamizole
  • Antispasmodik, misalnya mebeverine, hyoscine butylbromide atau papaverine, guna meredakan kram otot saluran cerna dan perut kembung
  • Simethicone, untuk mengatasi kram perut karena penumpukan gas
  • Antasida atau penghalang pompa proton, untuk mengobati kram perut yang disebabkan oleh asam lambung naik atau tukak di saluran pencernaan
  • Antibiotik, guna mengatasi infeksi bakteri yang menyebabkan kram perut

Untuk diketahui bahwa obat pereda sakit, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, justru bisa memperparah kram perut. Maka dari itu, tetap lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat untuk kram perut.

Operasi

Dari beberapa kasus, kram perut hebat juga dapat dilakukan tindakan operasi. Tindakan ini disarankan untuk mengatasi kram atau sakit perut akibat batu ginjal, radang usus buntu, serta kehamilan ektopik.

Untuk kram perut yang disebabkan oleh stres, misalnya irritable bowel syndrome, dokter akan menyarankan terapi perilaku kognitif untuk meringankan stres dan rasa cemas yang menyertai kram perut.

Komplikasi Kram Perut

Walau pada umumnya tidak mengancam nyawa, kram perut hebat yang tidak dilakukan tindakan dengan tepat akan menimbulkan komplikasi berikut:

  • Stres berat, apabila kram terjadi dalam waktu yang panjang
  • Suasana hati terganggu, seperti deprsei atau cemas berlebihan
  • Organ pencernaan menjadi rusak, terutama bila kram disebabkan oleh infeksi, radang usus, ulkus saluran pencernaan, atau kanker

Pencegahan Kram Perut

Mencegah kram perut yang paling efektif adalah dengan menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat, antara lain:

  • Makan dalam porsi kecil dan mengunyah dengan perlahan
  • Pentingnya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan bervariasi setiap harinya
  • Menghindari makanan yang berlemak atau pedas, serta minuman dengan karbonasi, susu atau olahan susu, juga minuman beralkohol
  • Mengonsumsi sumber serat, seperti buah dan sayur
  • Minum air putih berkualitas dan cukup setiap hari
  • Rutin berolahraga