Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Pencernaan

Cacingan

Pengertian cacingan

Cacingan mengacu pada infeksi cacing dalam tubuh manusia. Ada tiga kelompok cacing yang ditandai bisa menginfeksi manusia, yakni:

  • Cacing pipih atau Platyhelminthes, terdiri dari:
    Trematode, sebagai Schistosima japonicum. Pada manusia biasanya hidup didalam darah dan sering berada di daerah tropis yang panas.
  • Cestoda, sebagai Taenia solium, Taenia Saginata. Mampu hidup dalam saluran pencernaan manusia dan mengonsumsi makanan yang telah dicerna sebagian dalam usus.
  • Acanthocephalins, biasanya menerobos sistem gastro-instestinal (pencernaan) manusia.
  • Nematoda, yang bisa menembus saluran gastro-intestinal, darah, sistem limfatik, dan jaringan subkutan manusia. Misalnya ialah Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura. Cacing ini acap sekali dijumpai pada hewan peliharaan, contohnya anjing dan kucing. Dari hewan peliharaan tadi lalu bisa menularkan infeksi cacing pada manusia.

Akibat dari infeksi cacing

Terdapat berbagai cara cacing menginfeksi manusia dan pada akhirnya mengakibatkan seseorang mengalami cacingan, misalnya:

  • Tersentuh objek yang sudah ada telur cacing, hal ini biasanya bila Kamu tidak mencuci tangan setelah tersentuh objek tadi
  • Memegang tanah, memakan makanan atau cairan yang terdapat telur cacing
    berjalan tidak memakai alas kaki di atas tanah yang mengandung cacing
  • Mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang yang mengandung cacing

Diagnosis pada cacingan

Untuk menetapkan diagnosis cacingan penghimpunan informasi dari penderita dan pemeriksaan fisik perlu dilaksanakan. Setelahnya, akan dilakukan langkah untuk mendapatkan sampel cacing, misalnya cacing dewasa atau telur cacing. Langkah ini akan menolong proses penentuan diagnosis.

Acap kali sampel feses dibutuhkan untuk mengamati ada tidaknya telur cacing. Selanjutnya, bisa juga dilaksanakan pemeriksaan sampel darah, contohnya dalam kasus filariasis (kaki gajah).

Cara diagnosis yang dilakukan bisa berbeda satu dan lainnya, ini semua bergantung dari jenis cacing yang menginfeksi.

Tanda dan gejala pada cacingan

Gejala cacingan sangat beraneka ragam, berdasar dari jenis cacing yang menginfeksi. Akantetapi, beberapa hal ini dapat menjadi pertanda adanya cacingan:

  • Keluarnya cacing dalam feses ketika buang air besar
  • Terdapat ruam kemerahan, gatal, dan mirip seperti cacing pada kulit
  • Menderita diare atau sakit perut diatas dua minggu
  • Bisa juga terjadi konstipasi/ sembelit/ susah buang air besar
  • Mengalami perut kembung, Perut terlihat bengkak
  • Berat badan turun tanpa alasan yang jelas
  • Gatal berat pada area anus, khusus nya di malam hari
  • Kulit merespons, misalnya ruam, biduran, dan respons alergi lainnya pada kulit
  • Gelisah dan cemas, muncul karena terjadi iritasi akibat zat beracun juga bekas metabolisme cacing kepada sistem saraf pusat manusia
  • Kurang tenaga karena terlalu lemah
  • Sakit pada sendi dan otot
  • Pada anak bisa muncul gejala tumbuh kembang yang terhambat dikarenakan malnutrisi
  • Kaki gajah

Pengobatan dan pencegahan cacingan

Pengobatan untuk penderita cacingan biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi obat cacing, yang diminum selama satu hingga tiga hari. Begitu pula dengan penghuni rumah yang sama dengan penderita cacingan bisa sajamengonsumsi obat cacing juga.

Untuk tindakan pencegahan cacingan, perlu Anda perhatikan beberapa hal berikut:

  • Selalu menjaga kebersihan juga biasakan diri untuk selalu mencuci tangan. Khususnya setelah menggunakan kamar kecil, sebelum makan, atau akan mempersiapkan makanan.
  • Bawa selalu cairan disinfektan yang bisa Anda gunakan sepanjang hari.
  • Selalu cuci buah dan sayur sampai bersih sebelum dimasak.
  • Masak makanan hingga matang. Cermati akan berbagai sumber protein membutuhkan temeratur tertentu agar mencapai kematangan masing-masing.
  • Mengonsumsi air putih dalam kemasan atau air putih yang sudah masak.
  • Berikan obat cacing pada hewan peliharaan secara rutin, terutama untuk anjing dan kucing.
  • Perhatikan kotoran hewan peliharaan segera buangdi tempat sampah secepatnya. Pakai sarung tangan juga masker ketika melakukan hal ini.
  • Alas kaki jangan pernah lepas, saat aktifitas diluar rumah.
    Simpan alas kaki yang digunakan untuk diluar ruangan ketika selesai menggunakan nya