Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Pencernaan

Amebiasis

Pengertian amebiasis

Amebiasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit pada usus yang penyebab utamanya adalah protozoa Entamoeba histolytica.

Gejala dan tanda ini adalah buang air besar yang mengencer, rasa nyeri pada perut juga kram. Namun, banyak juga amebiasis tidak mengalami tanda dan gejala yang berarti.

Penyebab amebiasis

Protozoa entamoeba histolytica yang masuk ke tubuh, saat seseorang mengonsumsi bentuk kista dari parasit tersebut lewat makanan atau minuman. Selain dari makanan dan minuman, lewat kontak langsung dengan feses kuman ini bisa masuk ke dalam tubuh.

Bentuk inaktif dari parasit tersebut adalah kista, yang dapat hidup lama hingga berbulan-bulan pada lingkungan tempat feses ditempatkan ke tanah. Kista yang berukuran sangat halus (mikroskopis) tersebut dapat ditemukan pada air yang telah terkontaminasi oleh feses, tanah, atau zat penyubur.

Orang yang bekerja sebagai pengelola makanan dapat mentransmisikan kista tersebut saat menyiapkan atau menyajikan makanan. Transmisi dari kondisi ini juga dapat terjadi melalui hubungan seksual anal, hubungan seksual oral-anal, dan irigasi kolon.

Ia akan masuk ke dalam tubuh dan tinggal di saluran cerna. Kemudian, kista ini dapat menghasilkan bentuk aktif dan invasif dari parasit yang disebut dengan trofozoit. Lalu parasit ini bereproduksi di saluran cerna terus bermigrasi ke usus besar.

Sedangkan didalam besar, trofozoit akan menggali dinding usus, hal inilah yang menyebabkan terjadinya buang air besar yang mencair dibarengi dengan darah, kerusakan jaringan dan radang usus. Lalu sipenderita dengan mudah dapat menyebarkan penyakit ini dengan kista baru yang keluar ke lingkungan lewat feses juga.

Amebiasis dapat meyerang

Orang yang mudah dan risiko lebih tinggi untuk mengalami amebiasis adalah:

  • Individu yang berhubungan seks lewat anal
  • Pengunjung ke lokasi tropis yang fasilitas sanitasi sangat buruk
  • Mereka yang tinggal di institusi dengan fasilitas sanitasi yang kurang baik
  • Orang yang sistem imun tubuh lemah atau berbagai kondisi kesehatan lainnya

Tidak perlu menunggu hingga tahunan untuk dapat melihat gejala orang yang terinveksi ambiasis. Hanya butuh waktu sekitar 7 hingga 28 hari setelah kista tertelan atau masuk ke dalam tubuh. Data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), hanya 10 hingga 20 persen orang yang menderita amebiasis memperlihatkan tanda dan gejala yang jelas. Gejala dan tanda ini umumnya ringan dan dengan pengamatan dengan buang air besar yang mencair juga kram pada perut.

Ketika trofozoit sudah masuk ke dinding usus, dengan mudah mereka masuk ke aliran darah lalu masuk ke berbagai organ internal. Beberapa organ yang dapat dijangkau mencakup otak, jantung, paru-paru, hati juga organ lainnya.

Bahaya dari amebiasis

Akibat trofozoit menginvasi organ internal, akan menyebabkan terjadinya:

  • Infeksi
  • Abses
  • Penyakit yang berat hingga kematian.
    Jika parasit meng invasi lapisan permukaan dari usus, hal ini dapat menyebabkan penyakit yang disebut disentri amuba.
  • Disentri amuba adalah bentuk yang lebih berat dari amebiasis, dengan tanda buang air besar yang mencair dibarengi dengan darah juga kram pada perut yang berat.

Salah satu organ yang dapat terlibat pada amebiasis adalah hati. Tanda dari ambiasis sudah menyrang hati akibat amuba adalah rasa nyeri pada perut kanan atas dan demam.

Diagnosis amebiasis

Setelah wawancara mengenai tanda dan gejala yang dialami serta riwayat kesehatan dan bepergian pada seorang orang, dokter akan dapat menilai atau mencurigai pasien terkena amebiasis. Pemeriksaan untuk mendeteksi terdapatnya Entamoeba histolytica, adalah diambilnya sampel feses selama beberapa hari untuk diamati adanya kista dari parasit tersebut.

Juga lewat pemeriksaan laboratorium dokter akan memeriksa fungsi hati untuk menentukan apabila telah terjadi kerusakan hati dikarenakan amoeba.

Ketika parasit menyebar ke luar dari usus, parasit tidak bisa lagi terdeteksi pada feses. Maka dari itu, dokter akan merekomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan ultrasonografi dan computerized tomography (CT) untuk mengevaluasi terdapatnya lesi pada hati. Jika lesi memang ada, aspirasi akan dilakukan oleh dokter menggunakan jarum guna mengevaluasi terdapatnya abses pada hati.

Abses pada hati adalah komplikasi yang serius yang disebabkan oleh amebiasis. kolonoskopi akan dilakukan untuk mengevaluasi terdapatnya parasit pada usus besar.

Pengobatan amebiasis

Tindakan medis pada amebiasis (tidak dengan) komplikasi umumnya mencakup konsumsi obat-obatan anti-parasit secara oral, dengan term waktu selama sepuluh hari. Lain dari dokter akan meresepkan pengobatan untuk mengatasi keluhan lain yang dialami, seperti obat anti nyeri, anti-mual dan anti-diare jika diperlukan.

Bila jaringan usus sudah ada parasit, tindakan bukan hanya kepada organisme ini saja, tapi juga terhadap kerusakan yang terjadi pada organ yang terinfeksi. Solusi pembedahan akan dibutuhkan jika usus besar atau jaringan peritoneal mengalami pelubangan kecil.

Pencegahan amebiasis

Sanitasi yang baik adalah kunci dari pencegahan amebiasis. Mencuci tangan dengan saksama menggunakan sabun dan air sebelum atau sesudah keluar masuk kamar kecil dan sebelum menyentuh makanan wajib hukumnya.

Bagi mereka yang hendak bepergian atau berkunjung ke tempat di mana amebiasis sangat rentan terjadi, disarankan untuk mencuci buah dan sayur dengan saksama sebelum mengonsumsinya, memastikan kualitas air yang dikonsumsi, dan menghindari konsumsi makanan yang status kebersihannya tidak diketahui.