Beranda/Gizi Anak/Malnutrisi Energi-Protein

Gizi Anak

Malnutrisi Energi-Protein

Pahami kekurangan energi, protein dan mikronutrien sebagai spektrum undernutrition, wasting akut, stunting kronis, underweight dan nutritional oedema, tanda berat turun atau gagal tumbuh, lengan mengecil, edema kedua kaki, perubahan kulit atau rambut, apatis dan infeksi, pengukuran berat-panjang atau tinggi, MUAC dan edema pada anak, penyebab asupan, penyakit, infeksi, kemiskinan dan masalah makan, mengapa malnutrisi berat perlu stabilisasi gula, suhu, cairan dan infeksi sebelum catch-up feeding, risiko refeeding syndrome, terapi rawat jalan dengan ready-to-use therapeutic food atau rawat inap bila komplikasi, serta dukungan menyusui, keluarga dan penyebab sosial.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Malnutrisi Energi-Protein
RingkasanMalnutrisi energi-protein terjadi ketika tubuh tidak memperoleh atau tidak dapat menggunakan energi dan protein yang cukup, sering bersama kekurangan vitamin dan mineral. Pada anak, bentuk akut dapat berupa wasting tanpa edema atau edema gizi pada kedua kaki. Ini bukan sekadar kurang makan; infeksi, penyakit, kesulitan menelan, penyerapan, pengasuhan, dan akses pangan harus dinilai.

Tanda pada anak dan dewasa

Berat tidak naik atau turun, tubuh atau lengan sangat kurus, lemah, apatis atau mudah rewel, luka sulit sembuh, infeksi berulang, rambut dan kulit berubah, serta bengkak simetris dari kaki dapat muncul. Edema dapat menyamarkan berat rendah. Pada dewasa dan lansia, pakaian longgar, kekuatan turun, dan asupan sedikit juga penting.

Penilaian terukur

Tenaga kesehatan mengukur berat terhadap panjang atau tinggi, MUAC, edema, pertumbuhan serial, suhu, gula, dehidrasi, anemia, infeksi, dan kemampuan makan. Pemeriksaan mencari diare, TB, HIV, penyakit jantung, ginjal, hati, saluran cerna, kanker, disabilitas, depresi, gangguan makan, serta keamanan dan ketersediaan pangan.

Edema kedua kaki atau anak sangat lemah adalah daruratCari pertolongan segera bila anak sangat kurus dengan edema kedua kaki, tidak mau atau tidak mampu minum, muntah terus, mengantuk sulit dibangunkan, kejang, suhu rendah atau demam, napas cepat, dehidrasi, diare berdarah, atau tanda syok. Jangan memaksa porsi besar atau memberi diuretik untuk edema gizi.

Malnutrisi berat bukan untuk dikejar dengan porsi besar mendadak

Anak dengan komplikasi, tidak nafsu makan, edema berat, hipotermia, hipoglikemia, dehidrasi, infeksi, atau sangat lemah memerlukan rawat inap dan formula terapeutik bertahap. Kasus stabil tanpa komplikasi dapat dirawat jalan dengan ready-to-use therapeutic food dan kontrol ketat. Pemberian kalori cepat pada malnutrisi berat dapat memicu refeeding syndrome.

Pemulihan dan pencegahan

Setelah stabil, energi dan protein dinaikkan untuk catch-up growth bersama koreksi mikronutrien, imunisasi, stimulasi perkembangan, dan terapi penyakit. Pertahankan menyusui, ajarkan makanan keluarga padat gizi sesuai usia, kebersihan, air aman, dan pemantauan pertumbuhan. Bantuan pangan dan perlindungan sosial sering sama pentingnya dengan resep.

Mencari bantuan di IndonesiaBawa anak ke puskesmas atau rumah sakit untuk pengukuran terstandar dan penentuan rawat jalan atau rawat inap. Posyandu membantu pemantauan, tetapi tanda komplikasi tidak menunggu jadwal penimbangan berikutnya.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.