Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Mata, Mata

Pinguecula

Pinguecula adalah benjolan atau bintik berwarna kuning yang tumbuh pada konjungtiva, lapisan bening yang menutupi bagian putih mata (sklera). Pertumbuhan benjolan atau bintik pinguecula tidak berbahaya karena tergolong jinak dan bukan kanker.

Pinguecula dapat menyebabkan mata kering, bengkak, nyeri, atau memerah. Pinguecula lebih sering dialami oleh orang tua, tetapi juga bisa dialami oleh anak-anak dan orang muda.

Penyebab Pinguecula

Pinguecula terjadi ketika jaringan pada konjungtiva berubah sehingga membentuk benjolan atau bintik kecil. Bintik atau benjolan pinguecula biasanya berisi lemak, kalsium, atau protein.

Perubahan jaringan konjungtiva belum diketahui penyebabnya, tetapi beberapa faktor di bawah ini dianggap berhubungan dengan munculnya pinguecula:

  • Terlalu sering berada di bawah sinar matahari, debu, atau angin
  • Sering berada di luar ruangan dan tinggal di suhu tinggi
  • Orang tua
  • Gemar menggunakan lensa kontak
  • Rokok
  • Mngalami Diabetes mellitus

Gejala Pinguecula

Pinguecula ditandai dengan bintik atau benjolan kecil berwarna kekuningan pada konjungtiva mata. Biasanya, bintik atau benjolan ini muncul di sisi kornea yang berdekatan dengan hidung, tetapi mereka bisa muncul di tempat lain juga. Meskipun Pinguecula dapat bertambah besar, hal itu biasanya membutuhkan beberapa tahun.

Penderita pinguecula mungkin mengalami beberapa gejala berikut selain bintik dan benjolan berwarna kuning:

  • Mata kering, gatal, terbakar, atau terlihat seperti pasir tersangkut di dalamnya
  • Pandangan kabur
  • Mata berwarna merah dan berair
Kapan harus ke dokter

Tidak perlu diobati karena pinguecula biasanya tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, jika Anda mengalami salah satu gejala berikut, Anda harus diperiksa:

  • Ukuran, bentuk, dan warna pinguecula berubah
  • Keluarnya cairan kental kuning dari salah satu mata atau keduanya
  • Kulit di sekitar mata atau kelopak mata membengkak dan memerah
  • Meskipun menerima pengobatan, gejalanya tidak kunjung reda
  • Gangguan penglihatan muncul

Jika ada kekhawatiran tentang kondisi Anda, pemeriksaan juga harus dilakukan.

Diagnosis Pinguecula

Untuk mendiagnosis pinguecula, dokter akan memeriksa mata pasien dan melihat riwayat kesehatannya.

Dokter biasanya hanya dapat menemukan pinguecula dengan melihat bintik atau benjolan yang tumbuh secara langsung. Namun, untuk membuat diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan slit lamp biomicroscopy, yang menunjukkan ukuran, bentuk, dan warna benjolan dengan lebih jelas.

Jika diperlukan, ketebalan benjolan juga dapat ditentukan melalui prosedur pemindaian yang dikenal sebagai tomografi koherensi optik.

Pengobatan Pinguecula

Pinguecula biasanya tidak membutuhkan pengobatan karena dapat pulih dengan sendirinya. Namun, ketika mata menjadi sangat tidak nyaman atau penglihatan terhalang, pengobatan mungkin diperlukan.

Dokter dapat memberikan obat tetes mata atau salep mata untuk mengatasi ketidaknyaman pada mata, seperti pasir di mata atau iritasi akibat mata kering. Untuk meredakan mata yang merah atau bengkak, dokter juga dapat memberikan obat tetes mata kortikosteroid.

Jika pertumbuhan pinguecula mengganggu penampilan, operasi dapat dilakukan untuk menghilangkan benjolan atau bintik yang terbentuk. Selain itu, jika pinguecula mengganggu penglihatan Anda atau jika Anda terus mengalami peradangan dan rasa tidak nyaman bahkan setelah pengobatan.

Dokter dapat mentransplantasikan potongan jaringan normal pada bagian timbul pinguecula jika pinguecula perlu dioperasi untuk mencegah benjolan atau bintik muncul kembali.

Komplikasi Pinguecula

Pada kondisi yang jarang terjadi, pinguecula dapat terus tumbuh hingga menutupi kornea dan mengganggu penglihatan. Kondisi ini disebut pterygium.

Pencegahan Pinguecula

Sangat sulit untuk menghindari pinguecula sepenuhnya karena penyebabnya belum diketahui. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena pinguecula atau mencegah kondisi ini menjadi lebih parah pada mereka yang menderitanya:

  • Saat berada di luar ruangan, gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet A (UVA) dan B (UVB) serta dari debu dan angin, yang dapat menyebabkan iritasi mata.
  • Untuk melembabkan dan meredakan mata kering, kemerahan, dan sakit, gunakan air mata sintetis.
  • Gunakan alat pelindung mata, terutama saat membersihkan ruangan yang berdebu atau bekerja dengan zat kimia.
  • Berhenti merokok, karena nikotin dan zat kimia lain dalam rokok dapat memperburuk gejala pinguecula yang dialami.