Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Mata, Mata

Miopi; Rabun Jauh

Miopi, juga disebut mata minus, adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan objek yang letaknya jauh terlihat kabur tetapi tidak ada masalah untuk melihat objek yang letaknya dekat.

Salah satu kelainan refraksi mata adalah miopi, juga dikenal sebagai rabun jauh, di mana mata tidak dapat memfokuskan cahaya pada retina, tempat yang seharusnya.

Kaburnya penglihatan ketika melihat benda-benda yang jauh, seperti tulisan di papan tulis atau rambu lalu lintas, adalah gejala utama rabun jauh.

Operasi LASIK, yang menggunakan sinar laser, adalah salah satu metode pengobatan miopi.

Penyebab Miopi (Rabun Jauh)

Karena bentuk bola mata yang lebih panjang dari bola mata normal, cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh pada retina, yang disebut miopi atau rabun jauh.

Miopi juga dapat terjadi ketika kornea dan lensa mata bermasalah, yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada retina.

Saat ini, tidak ada satu pun penyebab bola mata yang lebih panjang dari normal yang diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hal ini, antara lain:

  • Genetik
    Rabun jauh lebih mungkin terjadi pada orang yang orang tuanya mengalaminya
  • Kurang sinar matahari
    Karena mereka kurang mendapatkan sinar matahari, orang yang jarang beraktivitas di luar ruangan lebih berisiko menderita rabun jauh.
  • Kekurangan vitamin D
    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D meningkatkan kemungkinan mengalami miopi.
  • Kebiasaan membaca atau menonton terlalu dekat
    Rabun jauh lebih mungkin terjadi pada orang yang sering membaca, melihat layar monitor, atau menonton terlalu dekat dengan mata.

Gejala Miopi (Rabun Jauh)

Meskipun gejala miopi atau rabun jauh dapat terjadi pada siapa saja dari segala usia, mereka biasanya muncul pada anak-anak usia sekolah hingga remaja.

Saat melihat objek yang jauh, penderita miopi akan merasa pandangannya kabur. Kondisi ini sering menyebabkan anak-anak kesulitan melihat huruf di papan tulis saat mereka duduk di barisan belakang.

Salah satu keluhan yang paling umum dari orang dewasa adalah kesulitan melihat rambu lalu lintas.

Penderita miopi sering mengalami gejala tertentu sebagai akibat dari kesulitan melihat benda-benda jauh, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Mata lelah karena beban kerja yang terlalu besar
  • Banyak mengedipkan mata
  • Sering memicingkan mata saat melihat sesuatu yang jauh
  • Berulang kali mengucek mata
  • Tidak sepertinya mereka menyadari keberadaan objek yang jauh

Pada anak-anak, miopi dapat menunjukkan gejala dan tanda-tanda berikut:

  • Menurunnya prestasi pendidikan
  • Problem dengan fokus belajar
  • Sering menyentuh buku atau objek ke wajah

Rabun jauh dapat menjadi lebih parah seiring bertambahnya usia, tetapi biasanya akan stabil saat dewasa. Namun, dalam beberapa kasus, rabun jauh dapat terus memburuk.

Kapan harus ke dokter

Periksakan segera ke dokter jika Anda mencurigai perubahan atau penurunan kemampuan penglihatan. Ini termasuk jika Anda tidak dapat melihat tulisan atau benda-benda jauh yang biasanya terlihat.

Jika anak Anda menunjukkan gejala miopi, Anda harus membawa dia ke dokter.

Selain itu, ada kondisi medis darurat yang merupakan komplikasi dari rabun jauh, yaitu pelepasan atau ablasi retina. Jika Anda mengalami gejala pelepasan retina, segera hubungi dokter Anda.

  • Salah satu atau kedua mata mengeluarkan kilatan cahaya
  • Bayangan seperti tirai muncul di mata
  • Mata berkunang
  • Melihat bintik-bintik atau benda yang mengambang

Diagnosis Miopi (Rabun Jauh)

Dokter akan melakukan pemeriksaan mata setelah menanyakan gejala, sejak kapan muncul, dan tingkat keparahan.

Dokter juga akan menggunakan diagram Snellen untuk memeriksa ketajaman mata pasien. Dalam tes ini, pasien diminta untuk melihat diagram dari jarak enam meter dan membaca huruf atau angka pada diagram tersebut mulai dari yang paling besar hingga yang paling kecil.

Dokter akan meminta pasien untuk membaca huruf dan angka dengan bantuan lensa minus, yang ditempatkan di alat yang disebut refraktor. Dokter akan mengganti lensa ini hingga ukurannya sesuai dengan pasien.

Jika pasien masih mengalami masalah penglihatan, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Memeriksa pupil dengan menyinari mata menggunakan senter atau lampu khusus untuk mengetahui reaksi pupil terhadap cahaya
  • Periksa gerakan mata pasien untuk mengetahui apakah mereka bergerak dengan selaras atau tidak
  • Pemeriksaan penglihatan samping untuk menentukan kondisi pasien dan kemampuan mereka
  • Periksa bagian depan bola mata untuk mengetahui apakah ada luka atau katarak pada kornea, iris, lensa, dan kelopak
  • Periksa saraf mata dan retina untuk mengidentifikasi kerusakan
  • Periksa tekanan bola mata dengan menekan perlahan dengan alat khusus untuk melihat apakah ada peningkatan tekanan pada bola mata

Pengobatan Miopi (Rabun Jauh)

Usia pasien, tingkat keparahan rabun jauh, dan kondisi kesehatannya menentukan jenis pengobatan miopi atau rabun jauh yang dipilih. Tujuan pengobatan ini adalah untuk membantu cahaya terfokus pada retina.

  1. Penggunaan kacamata atau lensa kontak
    Menggunakan kacamata atau lensa kontak adalah metode yang paling mudah dan murah untuk menangani miopi atau rabun jauh. Pilihan antara kacamata dan lensa kontak tergantung pada kebutuhan dan kenyamanan pasien.

    Agar terhindar dari infeksi mata, pastikan lensa kontak selalu bersih dan dilepas sebelum tidur.

  2. Operasi dengan sinar laser (LASIK)
    Operasi sinar laser seperti LASIK dan SMILE juga dapat menjadi alternatif. Hampir semua pasien yang menjalani operasi ini mengatakan bahwa mereka berubah secara substansial. Operasi ini akan menggunakan sinar laser untuk mengubah lengkungan kornea.

    Perlu diingat bahwa penderita di bawah 21 tahun tidak dapat melakukan prosedur ini karena mata mereka masih dapat berkembang.

  3. Implan lensa buatan
    Implan lensa buatan digunakan untuk mengobati miopi atau rabun jauh yang parah yang tidak dapat ditangani dengan operasi laser. Ini dilakukan dengan memasukkan lensa buatan ke dalam mata asli, atau dengan mengganti lensa asli dengan lensa buatan.

Komplikasi Miopi (Rabun Jauh)

Miopi yang tidak ditangani dengan tepat meningkatkan risiko gangguan mata lainnya, seperti glaukoma, katarak, dan pelepasan retina. Selain itu, miopi berat akan mengganggu kualitas hidup penderita karena mereka tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal.

Ibu hamil dengan miopi atau mata minus yang tinggi disarankan untuk tidak melahirkan secara normal karena mereka berisiko mengalami pelepasan atau ablasi retina jika melahirkan.

Jika Anda hamil dan memiliki mata minus yang tinggi, konsultasikan dengan dokter Anda tentang rencana persalinan Anda.

Pencegahan Miopi (Rabun Jauh)

Tidak ada cara untuk mencegah rabun jauh sepenuhnya, tetapi ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata Anda, seperti:

  • Saat bepergian di siang hari, gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar matahari.
  • Selalu periksa mata Anda.
  • Gunakan lensa kontak atau kacamata dengan ukuran yang tepat.
  • Berhenti merokok.
  • Saat bekerja dengan komputer, tablet, atau smartphone, pastikan untuk istirahat mata secara teratur.
  • Saat bekerja dengan komputer, tablet, atau smartphone, pastikan untuk istirahat mata secara teratur.
  • Makan suplemen yang mengandung banyak antioksidan dapat menajamkan penglihatan dan menyembuhkan mata minus
  • Melakukan pemeriksaan rutin untuk penyakit jangka panjang, terutama diabetes dan hipertensi.