Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Mata, Mata

Mata Lelah

Mata lelah dapat menyebabkan keluhan seperti mata nyeri, gatal, dan berair karena otot mata bekerja terlalu keras karena penggunaan terus-menerus. Meskipun dapat terjadi pada siapa saja, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang bekerja dengan gawai dalam jangka waktu yang lama.

Mata lelah biasanya tidak berbahaya dan akan hilang setelah mata diistirahatkan. Sebaliknya, jika mata dipaksakan untuk bekerja terus-menerus, itu dapat menyebabkan keluhan lain seperti pusing, sakit kepala, dan kesulitan untuk fokus, yang dapat mengganggu produktivitas dalam bekerja atau belajar.

Salah satu cara yang mudah dan sederhana untuk mengatasi mata lelah adalah memperbaiki kebiasaan saat bekerja atau belajar. Ini dapat berhasil dan dapat mencegah mata lelah berulang dalam jangka panjang.

Penyebab Mata Lelah

Otot siliaris mata mengatur gerakan lensa mata sehingga mata dapat fokus pada objek yang dilihat. Ketika otot ini terlalu keras, mata lelah.

Selain itu, bermain video games dapat menyebabkan mata lelah jika otot yang menggerakkan bola mata terlalu banyak bekerja.

Faktor-faktor berikut dapat menyebabkan mata lelah dan otot siliaris bekerja terlalu banyak:

  • Membaca tulisan kecil
  • Membaca dalam kegelapan dan untuk waktu yang lama
  • Mengendarai mobil untuk waktu yang lama
  • Pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi, seperti menulis atau menjahit, dilakukan dalam jangka waktu yang lama
  • Terlalu lama terpapar sinar ultraviolet saat menggunakan ponsel atau komputer
  • Bermain game terlalu lama
  • Jarang mengedipkan mata

Selain itu, ada faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena mata lelah, seperti:

  • Memiliki mata kering
  • memiliki kelainan pada otot mata, seperti strabismus
  • Mengalami gangguan penglihatan seperti silinder, rabun jauh, atau dekat

Gejala Mata Lelah

Mata lelah dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Gejala yang dapat disebabkan oleh mata lelah antara lain:

  • Mata yang berair
  • Penglihatan yang berbayang atau buram (diplopia)
  • Mata yang gatal
  • lebih sensitif terhadap cahaya
  • Mata menjadi kering
  • Sulit membuka mata
  • Nyeri atau panas di mata

Selain itu, gejala mata lelah dapat muncul di area lain tubuh selain mata. Ini termasuk:

  • Sakit kepala kronis
  • Nyeri di leher
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Nyeri di bagian belakang pundak
  • Sakit pada punggung
Saatnya ke dokter

Pada umumnya, Anda dapat menyembuhkan mata lelah sendiri. Namun, jika Anda mengalami hal-hal berikut, Anda harus berkonsultasi dengan dokter:

  • Gejala yang Anda alami sangat mengganggu, sehingga Anda tidak produktif saat belajar atau bekerja
  • Sakit kepala yang tidak berhenti
  • Gejala mata lelah masih muncul bahkan setelah mengurangi waktu menonton TV
  • Seseorang yang mengalami gangguan penglihatan, seperti rabun jauh atau rabun dekat

Diagnosis Mata Lelah

Dokter akan menanyakan tentang gejala mata lelah, kapan mereka muncul, dan hal-hal yang Anda lakukan setiap hari yang mungkin menyebabkan gejala muncul.

Dokter juga akan memeriksa mata secara langsung untuk memastikan apakah ada gangguan pada bagian dalam mata. Ada beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan, seperti:

  • Periksa mata dengan ophthalmoscope, alat yang memungkinkan untuk melihat struktur saraf penglihatan, retina, dan pembuluh darah di sekitarnya, untuk memastikan bahwa keluhan tidak berasal dari masalah yang lebih serius
  • Periksa gangguan penglihatan seperti mata silinder, rabun jauh, atau rabun dekat, yang dapat menyebabkan mata lelah
  • Periksa gerakan mata untuk mengetahui apakah ada kelainan otot yang dapat menyebabkan mata lelah

Pengobatan Mata Lelah

Untuk sebagian besar, mata lelah dapat diatasi melalui perawatan mandiri. Berikut adalah beberapa saran perawatan mandiri yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi mata lelah:

  • Setelah mata lelah, istirahatkan mata dengan melihat objek yang berjarak setidaknya 6 meter selama 15 menit
  • Pijat mata Anda dengan kompres air hangat
  • Menggunakan air mata buatan, misalnya yang berbahan hypromellose, jika mata terasa kering
  • Mengubah kecerahan layar gawai agar tidak terlalu gelap atau terlalu terang

Komplikasi Mata Lelah

Mata lelah yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan sindrom mata kering. Selain itu, mata lelah yang terus-menerus juga dapat menyebabkan pusing, mudah lelah, dan kesulitan fokus. Akibatnya, Anda mungkin kurang produktif baik dalam belajar maupun bekerja.

Pencegahan Mata Lelah

Untuk mencegah mata lelah, cobalah hal-hal berikut:

  • Mengikuti metode 20–20–20, yang berarti mengistirahatkan mata setiap dua puluh menit dan melihat objek yang berjarak setidaknya dua puluh kaki (6 meter) selama dua puluh detik
  • Jika Anda menggunakan gawai untuk waktu yang lama, istirahatkan mata Anda selama lima belas menit
  • Mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan untuk menggunakan gadget, seperti ponsel atau laptop
  • Bekerja di tempat yang cukup cahaya, tidak terlalu gelap atau terlalu silau
  • menggunakan air purifier (air purifier) dan air humidifier (air humidifier) di tempat kerja Anda
  • Mengenakan kacamata antiradiasi saat menggunakan perangkat elektronik dalam jangka waktu yang lama
  • Jika Anda mengalami gangguan penglihatan, gunakan kacamata yang telah diresepkan oleh dokter Anda
  • Menghindari asap rokok dan berhenti merokok jika Anda seorang perokok aktif
  • Konsumsi suplemen kesehatan mata seperti omega 3 dan beta karoten