Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Mata

Kalazion; Benjolan Kelopak Mata

Kalazion merupakan benjolan di kelopak mata yang timbul karena penyumbatan pada kelenjar meibom. Umumnya benjolan tersebut terlihat kemerahan, kecil, tidak terasa nyeri, dan dapat bertahan sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Kalazion tidak sama dengan hordeolum atau bintitan yang yang penyebabnya adalah dari penyumbatan kelenjar di bulu mata. Kelenjar meibom berdiameter lebih besar serta posisinya pun lebih dalam. Kelenjar tersebut berfungsi memproduksi minyak (sebum) untuk menjaga kelembapan mata.

Penyebab Kalazion

Kalazion dapat terjadi pada saat kelenjar meibom tersumbat. Akibatnya, minyak menumpuk dan membentuk benjolan berisi cairan pada kelopak mata.

Dalam banyak kasus, penyumbatan iniadalah dampak dari peradangan di kelenjar meibom. Akan tetapi, adakalanya penyumbatan juga dapat terjadi karena kelenjar meibom terinfeksi.

Kalazion bisa dialami oleh siapa saja, namun, ada beberapa keadaan yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kalazion, antara lain:

  • Mengalami penyakit kulit, seperti rosacea atau dermatitis seboroik
  • Mengalami belfaritis berkepanjangan
  • Tuberkulosis
  • Mengalami diabetes
  • Sebelumnya pernah mengalami kalazion

Gejala Kalazion

Biasanya kalazion timbul di kelopak mata atas, namun bisa juga muncul di kelopak mata bawah. Hal ini juga dapat terjadi di salah satu atau kedua mata.

Tanda-tanfda dan gejala yang bisa dirasakan oleh penderita kalazion adalah:

  • Muncul benjolan padat pada kelopak mata namun tidak terasa nyeri
  • Pandangan menjadi kabur jika benjolan cukup besar dan menekan bola mata
  • Iritasi ringan pada mata
  • Mata berair

Walau jarang terjadi, benjolan kalazion dapat terinfeksi. Jika itu terjadi, benjolan dapat membesar, kemerahan, serta terasa perih atau nyeri bila disentuh.

Saatnya ke dokter

Lakukan pemeriksaan secepatnya ke dokter bilaa terjadi benjolan pada kelopak mata, terutama jika sudah berlangsung cukup lama dan tidak hilang setelah melakukan perawatan mandiri. Lewat pemeriksaan, nantinya dokter akan memberikan diagnosis serta pengobatan yang tepat.

Diagnosis Kalazion

Sebelumnya dokter akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan pasien, latar belakang penyakit pada mata, serta riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Selanjutnya, dokter akan memeriksa benjolan di kelopak mata pasien.

Kalazion tidak membutuhkan pemeriksaan khusus, sebab dengan mata telanjang dokter bisa mengenali penyakit ini lewat pemeriksaan fisik pada kelopak mata, bulu mata, serta tekstur kulit mata.

Pengobatan Kalazion

Dari sebagian besar kasus, kalazion tidak membutuhkan penanganan medis secara khusus. Ini karena bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Akan tetapi, guna mempercepat penyembuhan, ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan, seperti:

Terapi mandiri

Langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan sendiri di rumah, adalah:

  • Mengompres kelopak mata yang terkena kalazion menggunakan air hangat guna mengurangi pembengkakan. Kerjakan selama 10 hingga15 menit dan lakukan lagi 3 hingga 4 kali dalam sehari.
  • Pijat dengan lembut area benjolan setelah dikompres dengan air hangat, agar cairan yang ada dalam benjolan dapat keluar. Jangan lupa, bersihkan tangan Anda terlebih dahulu sebelum melakukan pemijatan.
  • Bersihkan selalu kelopak mata yang terkena kalazion minimal dua kali sehari, agar minyak dan sel kulit mati yang ada pada kulit daerah benjolan segera hilang. Gunakan sabun yang lembut, misalnya sabun bayi.

Harus diingat, jangan menyentuh benjolan kalazion dengan tangan yang belum bersih dan tidak memencet benjolan. Kemudian, jangan menggunakan lensa kontak hingga kalazion sembuh sepenuhnya.

Terapi medis

Apabila benjolan tidak juga hilang dengan penanganan mandiri, khususnya setelah lebih dari 2–8 minggu, segera periksakan ke dokter. Ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter, seperti:

  • Memberikan salep oles atau obat tetes mata antibiotik, untuk mengatasi kalazion yang telah terinfeksi
  • Menyuntikan kortikosteroid pada kelopak mata yang terdampak kalazion, agar bengkaknya dapat berkurang
  • Melakukan operasi kecil kalazion, yaitu dengan membuat sayatan kecil pada benjolan agar cairannya dapat keluar

Komplikasi Kalazion

Umumnya kalazion tidak membuat komplikasi. Akan tetapi, untuk kasus yang jarang terjadi, benjolan dapat terinfeksi dan menjalar ke seluruh bagian kelopak mata serta jaringan di seputar mata. Dampaknya, penderita dapat terserang selulitis orbita.

Selulitis orbita mengakibatkan kelopak mata memerah dan membengkak yang menhadikan penderitanya tidak dapat membuka mata. Rasa nyeri yang hebat pada mata akan dirasakan penderita, dan disertai demam. Secepatnya ke dokter bila mengalami gejala-gejala tersebut.

Pencegahan Kalazion

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kalazion, yaitu:

  • Cuci dan bersihkan tangan sebelum menyentuh mata.
  • Periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi yang meningkatkan risiko terserang kalazion.
  • Upayakan benda apapun yang kontak langsung dengan mata, seperti lensa kontak dan kacamata, selalu bersih dan steril.
  • Perhatikan juga kebersihan peralatan makeup yang berhubungan dengan mata selalu ganti produk makeup mata tiap 2–3 bulan.
  • Jangan berbagi peralatan makeup dengan orang lain.