Tulang, Sendi, dan Tangan

Kista Ganglion

Kenali kista ganglion sebagai benjolan berisi cairan dari sendi atau selubung tendon di pergelangan, tangan atau kaki, perubahan ukuran dengan aktivitas, nyeri dan kesemutan bila menekan saraf, pemeriksaan serta peran USG atau MRI terpilih, observasi, splint, aspirasi dan kekambuhan, operasi eksisi, serta bahaya memukul atau menusuk sendiri.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 8 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Kista Ganglion
RingkasanKista ganglion adalah benjolan jinak berisi cairan kental yang terhubung dengan sendi atau selubung tendon, paling sering di pergelangan atau tangan. Ukurannya dapat muncul-hilang dan membesar saat aktivitas. Banyak kista tidak membutuhkan terapi dan sebagian hilang sendiri.

Gejala dan pemeriksaan

Benjolan dapat lunak atau tegang, nyeri saat gerak, dan menyebabkan kesemutan atau kelemahan bila menekan saraf. Dokter menilai perubahan ukuran, gerak, nadi, sensasi, dan lokasi. Transiluminasi membantu; rontgen mencari masalah tulang, sedangkan USG atau MRI digunakan bila tersembunyi atau diagnosis meragukan.

Observasi dan dukungan

Tanpa nyeri atau gangguan fungsi, observasi aman karena ganglion bukan kanker. Modifikasi aktivitas dan splint singkat dapat mengurangi gejala, tetapi pemakaian lama melemahkan otot. Latihan rentang gerak dan kekuatan dimulai sesuai arahan setelah nyeri mereda.

Perubahan aliran darah atau saraf perlu diperiksa cepatCari bantuan segera bila tangan atau kaki mendadak pucat, dingin atau kebiruan, mati rasa atau lemah memburuk, nyeri hebat, demam, merah menyebar, atau benjolan muncul setelah trauma berat.

Aspirasi dan operasi

Aspirasi mengeluarkan cairan tetapi tangkai tetap ada sehingga sering kambuh; sisi telapak pergelangan dekat pembuluh dan saraf memerlukan keahlian. Operasi mengangkat kista serta tangkai bila nyeri atau fungsi terganggu, namun tetap memiliki risiko kambuh, kaku, nyeri, bekas luka, dan cedera saraf.

Jangan pecahkan sendiri

Memukul dengan benda berat, menusuk jarum, atau memijat keras dapat menyebabkan cedera, infeksi, perdarahan, dan kerusakan tendon atau saraf. Benjolan keras, melekat, bertumbuh terus, nyeri malam, atau disertai gejala sistemik perlu dinilai sebagai kemungkinan lain.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada AAOS OrthoInfo. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.