Beranda/Kesehatan Kulit/Kista Epidermoid

Kesehatan Kulit

Kista Epidermoid

Pahami kista epidermoid sebagai kantong keratin jinak di bawah kulit dengan punctum, perbedaan peradangan dari infeksi, larangan memencet, kapan cukup diamati, pilihan injeksi, drainase atau eksisi lengkap saat tenang, kekambuhan bila dinding tertinggal, bekas luka, dan tanda benjolan yang perlu biopsi.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 8 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Kista Epidermoid
RingkasanKista epidermoid adalah benjolan jinak berisi keratin di bawah kulit, sering di wajah, leher, dada, atau punggung. Istilah kista sebasea sering dipakai tetapi kurang tepat karena isinya bukan minyak kelenjar sebasea. Kista dapat stabil bertahun-tahun lalu meradang atau pecah.

Ciri dan diagnosis

Benjolan bulat, dapat digerakkan, tumbuh perlahan, dan kadang memiliki titik pori di tengah. Isi putih berbau bukan otomatis nanah. Dokter biasanya mendiagnosis dari pemeriksaan; USG atau biopsi dipilih bila keras, melekat, tumbuh cepat, lokasinya dalam, atau tampil tidak khas.

Meradang tidak selalu terinfeksi

Dinding yang pecah melepaskan keratin dan memicu merah, bengkak, serta nyeri tanpa bakteri. Karena itu antibiotik tidak rutin untuk semua kista merah. Nanah, selulitis menyebar, demam, atau faktor imun mengubah penanganan dan perlu penilaian klinis.

Merah menyebar atau demam dapat menandakan infeksiPeriksa segera bila benjolan sangat nyeri, membesar cepat, merah menyebar, bernanah banyak, demam, dekat mata, atau terjadi pada orang dengan diabetes atau imunitas lemah. Jangan mencoba mengeluarkan kapsul sendiri.

Pilihan terapi

Kista kecil tanpa keluhan cukup diamati. Kompres hangat dapat meredakan, tetapi jangan dipencet atau ditusuk. Dokter dapat menyuntik antiinflamasi, melakukan drainase saat sangat meradang, atau mengangkat seluruh kapsul ketika tenang untuk menurunkan kekambuhan. Eksisi meninggalkan bekas luka.

Kapan diagnosis perlu ditinjau

Lipoma, abses, kelenjar, kista pilar, hidradenitis, dan tumor kulit dapat menyerupai. Banyak kista, onset usia muda, riwayat keluarga polip usus, atau lokasi tidak biasa dapat menuntun evaluasi sindrom langka. Perubahan cepat atau perdarahan perlu pemeriksaan ulang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, American Academy of Dermatology. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.