Bukan kista ginjal biasa
Kista sederhana tunggal umum seiring usia dan biasanya tidak diwariskan. ADPKD berasal terutama dari varian PKD1 atau PKD2, dapat muncul tanpa riwayat keluarga karena mutasi baru, dan juga menyebabkan liver cyst, hernia atau kelainan katup. ARPKD berkaitan PKHD1 serta penyakit hati congenital. Acquired cystic kidney disease terjadi setelah CKD lanjut dan berbeda mekanisme.
Tekanan darah sering menjadi tanda awal
Hipertensi, nyeri pinggang/perut, darah urine, batu dan urinary infection dapat terjadi sebelum fungsi ginjal turun. Tes mencakup tekanan, urine albumin/darah, creatinine/eGFR dan imaging ultrasound; MRI/CT mengukur volume atau memperjelas. Tes genetik membantu kasus meragukan, donor keluarga atau rencana kehamilan. Brain aneurysm screening tidak otomatis untuk semua—diprioritaskan menurut riwayat keluarga, gejala dan risiko.
Lindungi ginjal dan nilai laju progresi
Kontrol tekanan—sering dengan ACE inhibitor atau ARB—mengurangi beban ginjal. Kurangi garam, berhenti merokok, aktivitas aman, berat sehat dan jumlah cairan yang disepakati dengan nephrologist. Hindari NSAID rutin dan benturan keras ke ginjal. Tolvaptan dapat memperlambat ADPKD yang berisiko progresi cepat pada pasien terpilih, tetapi meningkatkan urine/haus dan memerlukan monitoring hati; obat bukan untuk semua.
Keluarga perlu pilihan yang jelas
ADPKD memberi peluang pewarisan 50% pada tiap kehamilan bila satu orang tua membawa varian. Genetic counseling membahas tes kerabat, donor ginjal, prenatal atau preimplantation testing tanpa memaksa keputusan. CKD lanjut dirawat seperti penyebab lain dengan persiapan dialysis atau transplant; transplant tidak memindahkan PKD ke ginjal donor. Infeksi kista dan nyeri kronis memerlukan tim berpengalaman.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — polycystic kidney disease, NIDDK — acquired cystic kidney disease. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.