Gigi Bungsu dan Infeksi Mulut

Perikoronitis

Pahami perikoronitis sebagai inflamasi atau infeksi jaringan gusi di sekitar gigi yang erupsi sebagian, terutama wisdom tooth bawah; makanan dan plaque di bawah operculum, trauma gigi lawan, rasa pahit, bau, nyeri, trismus dan kelenjar; pemeriksaan dokter gigi dan X-ray untuk posisi, karies atau abscess; irigasi dan debridement sebagai terapi utama, kebersihan serta analgesik; mengapa antibiotic hanya untuk demam, penyebaran, trismus atau risiko tertentu dan bukan pengganti dental treatment; operculectomy, extraction atau coronectomy setelah evaluasi nerve risk; pencegahan kekambuhan; serta sulit menelan ludah, suara berubah, lidah terangkat atau sesak yang darurat.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanPerikoronitis paling sering terjadi ketika sebagian mahkota gigi bungsu tertutup lipatan gusi (operculum), sehingga plaque dan makanan terperangkap. Serangan ringan dapat membaik setelah area dibersihkan, tetapi kekambuhan umum bila posisi gigi tidak memungkinkan dibersihkan atau erupsi sempurna.

Gejala lokal dan menyebar

Nyeri di belakang rahang, gusi merah-bengkak, rasa pahit, bau mulut dan sakit saat mengunyah umum. Gigi atas dapat menggigit operculum dan memperparah. Demam, kelenjar leher, wajah bengkak atau sulit membuka mulut menunjukkan infeksi lebih berat. Nyeri telinga atau tenggorok dapat dirasakan, tetapi abscess gigi, tonsillitis dan masalah sendi rahang perlu dibedakan.

Pembersihan sumber adalah utama

Dokter gigi mengirigasi bawah operculum, membersihkan debris dan menilai drainase serta gigitan. X-ray menunjukkan arah gigi, tulang, gigi sebelah dan kedekatan akar dengan saraf. Di rumah sementara, sikat kecil lembut dan kumur air garam hangat membantu; chlorhexidine hanya jangka pendek sesuai arahan karena dapat menodai gigi dan mengubah rasa.

Bengkak dasar mulut atau sulit menelan ludah mengancam jalan napasKe IGD segera bila sesak, suara berubah, air liur terus keluar karena tidak bisa menelan, lidah terangkat, bengkak keras di bawah rahang/leher, mulut hampir tidak dapat dibuka, demam tinggi atau memburuk cepat. Jangan berbaring datar atau menunda hanya karena sudah minum antibiotik.

Antibiotik tidak selalu perlu

Nyeri lokal tanpa penyebaran biasanya ditangani dengan tindakan lokal dan analgesik yang aman. Antibiotik digunakan bila ada demam, penyebaran, pembengkakan menetap, trismus bermakna atau pasien berisiko; jenisnya mempertimbangkan alergi dan pola lokal. Antibiotik saja tidak menghilangkan kantong debris dan penggunaan berulang meningkatkan resistensi serta dapat menunda sumber infeksi.

Mencegah kekambuhan

Setelah akut reda, gigi dipantau bila dapat erupsi dan dibersihkan. Operculectomy dapat cocok pada anatomy tertentu; extraction dipertimbangkan bila episode berulang atau terdapat karies, periodontal damage, abscess atau cyst. Bila akar dekat inferior alveolar nerve, oral surgeon membahas imaging dan pilihan coronectomy. Tidak semua gigi bungsu impaksi harus dicabut tanpa masalah.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS — wisdom tooth removal and pericoronitis, NHS England — urgent dental care guidance. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.