Gizi, Pertumbuhan, dan Anak

Stunting pada Anak

Pahami stunting sebagai tinggi menurut usia di bawah -2 SD kurva WHO, bukan sekadar tubuh pendek; pengukuran serial, gizi ibu dan anak, ASI serta MPASI, infeksi, sanitasi, stimulasi, dan evaluasi penyebab medis.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 25 Agustus 2026Waktu baca 12 menit
RingkasanStunting adalah panjang/tinggi badan menurut usia di bawah minus dua standar deviasi pada standar pertumbuhan WHO. Ini adalah penanda pertumbuhan linear yang terhambat secara kronis—bukan diagnosis dari melihat anak, bukan sama dengan wasting, dan tidak berarti kemampuan anak sudah ditentukan.

Pengukuran yang benar adalah langkah pertama

Usia, jenis kelamin, panjang telentang di bawah dua tahun atau tinggi berdiri setelahnya dipetakan pada kurva WHO dan diikuti serial. Satu angka dapat dipengaruhi kesalahan ukur. Dokter juga menilai berat-panjang/tinggi, lingkar kepala, laju pertumbuhan dan tinggi orang tua untuk membedakan variasi keluarga dari masalah gizi atau penyakit.

Penyebabnya saling berkaitan

Gizi ibu sebelum/selama hamil, kelahiran prematur atau berat rendah, asupan dan kualitas MPASI, infeksi berulang, air/sanitasi, kemiskinan dan stimulasi pengasuhan berperan. Celiac, TB, kelainan jantung, penyakit ginjal, gangguan hormon atau genetik perlu dipikirkan bila pola tidak khas. Menyalahkan ibu mengabaikan faktor medis dan sosial.

Berat turun atau anak sangat lemas perlu pertolonganPeriksa segera bila anak tidak mau minum, muntah/diare terus, sangat lemas, bengkak kedua kaki, napas cepat, demam menetap atau berat turun. Jadwalkan evaluasi bila kurva tinggi melintasi persentil ke bawah, pertumbuhan berhenti, pubertas terlambat atau perkembangan mundur.

Seribu hari pertama sangat penting

Perawatan kehamilan, gizi ibu, pencegahan anemia, ASI dan mulai MPASI sekitar enam bulan dengan pangan beragam, padat gizi serta aman mendukung pertumbuhan. Teruskan imunisasi, vitamin A atau suplementasi sesuai program, pengobatan infeksi, cuci tangan, air bersih dan stimulasi responsif. Protein hewani dapat membantu sebagai bagian diet beragam, bukan satu bahan ajaib.

Penanganan harus individual dan berkelanjutan

Tenaga kesehatan menilai cara makan, keamanan pangan, kesulitan menelan, perkembangan dan lingkungan lalu menetapkan target realistis. Fortifikasi atau therapeutic food digunakan hanya sesuai indikasi; hormon pertumbuhan tidak mengobati stunting gizi rutin. Catch-up growth mungkin terjadi, tetapi fokus juga pada perkembangan, belajar dan kesehatan, bukan tinggi semata.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — Stunting in a nutshell, WHO — Child growth standards, WHO — Child growth. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.