Ada beberapa mekanisme
Plasenta dapat belum terlepas, sudah lepas tetapi terperangkap di balik leher rahim, atau melekat terlalu dalam seperti placenta accreta spectrum. Definisi waktu bervariasi menurut tata laksana kala tiga dan kondisi perdarahan; tim tidak menunggu batas waktu bila ibu berdarah atau tidak stabil. Riwayat retensi, persalinan prematur, operasi rahim dan accreta meningkatkan risiko.
Perdarahan dapat terjadi cepat
Darah banyak/mengalir, rahim lembek, nadi cepat, pucat, pusing atau tekanan turun dapat muncul segera. Fragmen kecil yang tertinggal dapat menyebabkan perdarahan berulang, rahim lambat mengecil, nyeri, demam atau cairan berbau hari hingga minggu kemudian. Jumlah darah yang tampak dapat meremehkan kehilangan sebenarnya.
Resusitasi dan pengeluaran plasenta berjalan bersama
Tim memanggil bantuan, menilai jalan napas/sirkulasi, memasang infus, memeriksa darah, memberi uterotonik dan obat perdarahan sesuai protokol. Bila plasenta tetap tertahan, pelepasan manual dengan analgesia/anestesi sering diperlukan. Accreta atau perdarahan tidak terkendali dapat membutuhkan operasi, transfusi, tamponade, embolisasi atau hysterectomy.
Pemeriksaan plasenta dan follow-up penting
Setelah lahir, plasenta diperiksa kelengkapannya. Ultrasound membantu pada perdarahan postpartum terlambat tetapi tidak selalu memastikan jaringan tertinggal; diagnosis menggabungkan gejala dan pemeriksaan. Setelah tindakan, pantau anemia dan infeksi serta berikan dukungan menyusui/pemulihan. Riwayat ini perlu disampaikan pada kehamilan berikutnya.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — postpartum haemorrhage recommendations, ACOG — conditions to watch after childbirth. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.