Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Bayi

Obat Diare Bayi Usia 6 Sampai 24 Bulan Paling Mujarab

Perlu diketahui, bayi yang baru lahir terutama yang mengonsumsi ASI eksklusif memiliki feses lebih encer daripada bayi yang mengonsumsi susu formula. Fakta ini sering membuat para orang tua bingung apakah feses bayi mereka normal atau tidak. Maka dari itu, perhatikan ciri-ciri bayi diare juga cara mengatasinya berikut ini.

Diare pada bayi tidak boleh dianggap remeh karena bisa menyebabkan bayi dehidrasi. Pada kasus diare parah, seorang bayi dapat kehilangan kesadaran. Bayi yang diare lebih berisiko mengalami komplikasi dibandingkan dengan orang dewasa. Bahkan, angka komplikasinya menjadi dua kali lipat lebih besar jika terjadi pada bayi yang baru lahir.

Gejala Bayi Terkena Diare

Sebelum para ibu mengetahui apa saja obat diare bayi, penting bagi ibu-ibu untuk tahu seperti apa ciri bayi yang terkena diare terutama pada bayi yang sedang menggunakan ASI Tahap normal bayi memiliki gejala berwarna kekuningan, cair atau bertekstur lembut. Bayi yang masih disusui ibu sehat idealnya buang air besar (BAB) bisa sampai 5X perhari.

Para ibu mesti curiga jika intensitas buang air besar (BAB) si Kecil lebih sering dari biasanya. Gejala lain bayi terkena diare adalah tampak lesu, feses lebih cair dan berbau menyengat.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Jika ibu mendapati si Kecil terkena gejala diare sepeti diatas, lakukan tindakan dengan cara memberikan Air Susu Ibu sebagai pengganti cairan yang hilang selama diare. Setelah itu, berikan obat diare bayi berikut ini:

  1. Zinc
    Zinc dalam bentuk sirup atau tablet secara konsisten diberikan selama 10 hari berturut-turut. Tetap berikan suplemen ini meskipun si Kecil sudah berhenti diare.
  2. Probiotik
    Probiotik juga diberikan agar bakteri jahat di organ pencernaannya bayi bisa dikalahkan oleh bakteri baik. Dua jenis bakteri baik dalam probiotik sangat bermanfaat sekali dalam membuat pencernaan bayi stabil. Lactobacillus rhamnosus dan Saccharomyces boulardii. Maka dari itu, pastikan probiotik yang hendak diberikan pada si Kecil mengandung dua jenis bakteri baik tersebut.
  3. Oralit
    Jika si Kecil berusia di atas satu tahun, ibu bisa memberikan oralit untuk mengurangi intensitas diarenya. Campurkan larutan oralit atau garam dengan segelas air. Larutan garam ini dapat menggantikan cairan tubuh yang keluar bersamaan dengan diare.

Jika si Kecil masih menyusui secara eksklusif, ibu harus super teliti dalam mengkonsumsi makanan. Jangan makan makanan yang dapat memicu diare karena semua makanan yang ibu makana akan akan berdampak terhadap si Kecil.