Beranda/Kesehatan Anak/Kejang Demam pada Anak

Kesehatan Anak

Kejang Demam pada Anak

Pahami kejang yang dipicu demam pada anak sekitar usia 6 bulan sampai 5 atau 6 tahun, perbedaan dengan epilepsi dan kejang akibat infeksi otak, bentuk sederhana dan kompleks, pertolongan dengan mencatat waktu, melindungi kepala, tidak menahan dan tidak memasukkan benda ke mulut, posisi pemulihan setelah berhenti, ambang lima menit untuk layanan darurat, pemeriksaan penyebab demam, peran obat rescue terpilih, mengapa parasetamol atau ibuprofen memberi kenyamanan tetapi tidak andal mencegah kejang, serta prognosis dan risiko kekambuhan.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Kejang Demam pada Anak
RingkasanKejang demam adalah kejang yang terjadi bersama demam pada anak kecil tanpa bukti infeksi susunan saraf atau penyebab lain. Kejang tampak menakutkan, tetapi sebagian besar berhenti sendiri dalam beberapa menit dan tidak merusak otak. Kejang pertama tetap perlu dinilai karena meningitis, gangguan gula, dan penyebab lain harus dipertimbangkan.

Saat kejang

Catat waktu mulai, baringkan di permukaan aman, jauhkan benda keras, lindungi kepala, longgarkan pakaian leher, dan tetap dampingi. Jangan menahan gerakan, memindahkan kecuali ada bahaya, memberi minum atau obat lewat mulut, atau memasukkan sendok, jari, kopi, bawang, maupun benda apa pun. Setelah berhenti dan bernapas, miringkan ke posisi pemulihan.

Sederhana dan kompleks

Kejang demam sederhana berlangsung singkat, mengenai seluruh tubuh, dan hanya sekali dalam 24 jam. Durasi lama, gerakan satu sisi, atau berulang disebut kompleks dan memerlukan evaluasi lebih lanjut. Kejang demam tidak sama dengan epilepsi; risiko epilepsi kemudian sedikit meningkat tetapi tetap rendah pada kebanyakan anak.

Lima menit adalah ambang memanggil bantuan daruratHubungi layanan darurat bila kejang mencapai lima menit, napas sulit atau kebiruan, hanya satu sisi, berulang tanpa pulih, anak tetap sangat mengantuk lebih dari satu jam, leher kaku, ruam tidak memudar saat ditekan, dehidrasi, usia di bawah enam bulan, atau kejang pertama. Jangan membawa dengan kendaraan saat masih kejang.

Pemeriksaan mencari penyebab demam

Dokter menilai usia, imunisasi, durasi, pemulihan, sumber infeksi, tanda meningitis, dan kondisi anak. Tes darah, urine, pungsi lumbal, EEG, atau scan tidak rutin untuk setiap kejang sederhana dan dipilih berdasarkan temuan. Antibiotik hanya untuk infeksi bakteri, bukan kejang atau demam viral.

Demam dan pencegahan

Berikan cairan, pakaian nyaman, dan parasetamol atau ibuprofen sesuai usia dan berat untuk kenyamanan; obat ini tidak terbukti mencegah kejang berikutnya. Jangan selang-seling obat tanpa petunjuk dan jangan beri aspirin. Anak dengan kejang lama berulang mungkin dibekali obat rescue dan rencana tertulis oleh dokter.

Mencari bantuan di IndonesiaSetelah kejang berhenti, anak tetap perlu dinilai tenaga kesehatan, terutama pada episode pertama. Simpan video hanya bila aman dan tidak mengganggu pertolongan; catatan durasi dan pola gerak sangat membantu.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.