Pengertian bayi berat lahir sangat rendah
Pengkategorian berat badan bayi sangat rendah jika berada di bawah angka 15 Kg. Sebenarnya secara epidemiologi, bayi dengan BBLSR ini jarang sekali terjadi. Berkisar 1,5 persen bayi saja yang terlahir dalam keadaan BBLSR. Bayi dengan keadaan BBLSR ini akan tampak sangat lebih kecil dari bayi lainnya. Latar belakang bayi lahir dengan kondisi ini adalah terlahirnya lebih dini (prematur).
Faktor-faktor risiko yang membuat bayi berisiko lahir dengan berat yang sangat rendah adalah:
- Dari bangsa Asia Afrika
- Ibu hami dengan usia di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun
- Kelahiran kembar
- Penyalahgunaan narkotika, alkohol, dan kebiasaan merokok pada saat sedang hamil
- Kemiskinan
Penyebab bayi lahir sangat rendah
Bayi lahir dengan berat sangat rendah (BBLSR), biasanya dipicu oleh kelahiran dini (prematur) atau di terlahir dibawah usia kehamilan 37 minggu. Selama berada di kandungan, biasanya pertambahan berat tubuh bayi berkembang paling pesat terjadi pada trimester ke-3.
Artinya, semakin singkat usia kehamilan, semakin singkat pula periode penambahan berat badannya. Mengacu pada data, kelahiran bayi BBLSR paling banyak terjadi di usia sebelum 30 minggu.
Selain karena kelahiran secara prematur, BBLSR juga dapat timbul dengan kasus intrauterine growth restriction (IUGR), adalah keadaan berkembangnya bayi yang mendapat gangguan saat berada di dalam rahim. Pemicunya bisa karena abnormalitas pada plasenta, individu yang tidak sehat pada saat hamil, deviasi kehamilan, atau gaya hidup ibu yang tidak sehat (merokok, minum alkohpl dan penggunaan narkotika).
BBLSR ini sebenarnya sudah bisa diperkirakan ketika masih dalam kandungan. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa menduga adanya potensi BBLSR adalah:
- Skala tinggi fundus atau masa atas pembesaran rahim terhada perut ibu, yang lebih kecil dari nilai normal yang semestinya pada usia kehamilannya
- Ultrasonografi (USG) yang memperlihatkan lingkar perut dan lingkar kepala bayi yang lebih kecil dari semestisnya
Setelah bayi lahir, segera lakukan penimbangan pada bayi. Jika beratnya mengarah pada angka di bawah 1.5 Kg, bayi akan dikategorikan BBLSR (berat bayi lahir sangat rendah).
Diagnosis bayi lahir sangat ringan
Pada bayi BBLSR, umumnya kepala bayi akan tampak lebih besar daripada anggota tubuhnya yang lain. Disebabkan lemak di bawah kulit yang tipis, umumnya lapisan pembuluh darah bayi tampak jelas terlihat.
Penanganan bayi BBLSR mencakup berbagai hal, yaitu:
- Perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU)
- Suhu tempat tidur bayi untuk tetap menjaga suhu tubuh dalam kondisi normal dan menghindari hipotermia, tetap harus terjaga
- Guna mencegah dehidrasi, Perlu diberikan cairan melalui infus
- Pemberian asi dan nutrisi lain menggunakan sonde (feeding tube)
Bila terjadi komplikasi, Perlu dilakukan pemberian terapi yang sesuai. Seperti pemberian cairan dekstrosa lewat infus jika bayi berpeluang mengalami hipoglikemia (kadar gula yang rendah).
Ketika usia bayi mulai bertambah, bayi dengan BBLSR akan mengalami ketertinggalan dalam tumbuh kembang. Ini adalah hal yang normal.
Meskipun demikian, supaya tumbuh kembangnya berjalan optimal, bayi mesti ditangani dengan upaya yang tepat. Misalnya ketika bayi mengalami keterlambatan bicara. Ini bisa dibantu dengan terapi bicara (speech therapy).
Pada bayi yang lahir dengan berat sangat rendah (BBLSR) Komplikasi bisa saja terjadi, seperti:
- Jumlah oksigen yang minim ketika lahir
- Suhu tubuh yang sangat rendah (Hipotermia)
- Berat badan sulit bertambah
- Mudah sekali terkena infeksi
- Masalah pernapasan
- Perdarahan di otak karena terganggunya sistem saraf
- Masalah pada saluran cerna berupa necrotizing enterocolitis (NEC)
- Bayi mati mendadak
Saat usia bayi bertambah, berbagai gangguan dapat terjadi mengiringi tumbuh kembangnya, seperti:
- Gangguan motorik (Cerebral palsy)
- Kebutaan
- Masalah pada pendengaran
- Perkembangan terhambat
Usaha meminimalisir bayi risiko BBLSR, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
Lakukan kontrol dengan rutin selama kehamilan
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi selama kehamilan
Hindari prilaku buruk dengan mengonsumsi alkohol, rokok, dan narkotika