Saluran Kemih dan Urologi

Striktur Uretra

Pahami striktur uretra sebagai jaringan parut yang menyempitkan saluran urine: aliran lemah, mengejan dan infeksi, penyebab trauma atau prosedur, uroflow dan urethrogram, dilatasi, urethrotomy, urethroplasty, serta retensi sebagai darurat.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 25 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
RingkasanStriktur uretra adalah penyempitan uretra akibat jaringan parut, paling sering pada laki-laki. Aliran urine melemah atau terputus, kandung kemih tidak tuntas dan infeksi dapat berulang; penyempitan berat dapat menyebabkan retensi serta kerusakan saluran kemih.

Keluhan dapat berkembang perlahan

Pancaran kecil/menyebar, perlu mengejan, menetes lama, rasa belum kosong, sering kencing, nyeri atau infeksi berulang adalah tanda umum. Penyebab meliputi cedera panggul/perineum, pemasangan kateter atau prosedur, infeksi tertentu dan lichen sclerosus; sebagian tidak diketahui. Gejalanya dapat menyerupai pembesaran prostat.

Panjang dan lokasi menentukan terapi

Urinalysis/kultur mencari infeksi; post-void residual dan uroflow menilai hambatan. Retrograde urethrogram atau cystoscopy memetakan lokasi serta panjang, sedangkan ultrasound atau tes ginjal dipilih sesuai keadaan. Kateter tidak boleh dipaksakan karena dapat membuat jalur palsu dan memperburuk luka.

Tidak bisa kencing adalah kegawatdaruratanKe IGD bila sama sekali tidak dapat kencing, perut bawah sangat nyeri/membesar, demam menggigil, nyeri pinggang, darah banyak atau kondisi memburuk setelah prosedur. Jangan mencoba memasukkan alat atau kateter sendiri tanpa pelatihan dan instruksi.

Dilatasi tidak selalu memberi hasil permanen

Dilatasi atau direct visual internal urethrotomy dapat sesuai untuk striktur pendek tertentu, tetapi kekambuhan umum terutama setelah pengulangan. Urethroplasty membuang atau merekonstruksi bagian parut dan biasanya lebih tahan lama untuk kasus sesuai. Pilihan mempertimbangkan lokasi, panjang, riwayat tindakan dan pengalaman ahli urologi rekonstruksi.

Tindak lanjut mendeteksi kekambuhan

Aliran, gejala, residual dan kadang cystoscopy dipantau setelah terapi. Antibiotik hanya untuk infeksi terbukti atau profilaksis prosedur, bukan membuka jaringan parut. Self-catheterization hanya bila diajarkan dengan teknik dan jadwal khusus. Beri tahu petugas medis tentang striktur sebelum kateterisasi berikutnya.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — Urinary retention symptoms and causes, NIDDK — Urinary retention. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.