Kelamin ganda adalah keadaan samarnya bentuk alat kelamin sehingga tampak seperti kelamin perempuan dan laki-laki sekaligus. Hal ini terjadi karena kelainan perkembangan organ kelamin ketika bayi masih di dalam kandungan.
Ambiguous genitalia atau kelamin ganda atau bisa disebabkan oleh gangguan hormonal saat masa kehamilan atau karena kelainan kromosom. Kelamin ganda adalah bagian dari disorder of sexual development (DSD).
Biasanya kelamin ganda tidak berbahaya, namun bisa menimbulkan gangguan psikis dan sosial ketika penderitanya memasuki usia dewasa. Akan tetapi, kelamin ganda yang dipicu oleh kelainan pada kelenjar adrenal (hiperplasia adrenal kongenital) harus cepat ditangani.
Penyebab Kelamin Ganda
Penyebab utama kelamin ganda adalah terjadinya gangguan perkembangan organ kelamin ketika bayi masih di dalam kandungan. Akibatnya, pada saat bayi lahir, jenis kelaminnya menjadi tidak jelas.
Untuk diketahui, jenis kelamin bayi akan ditentukan oleh gabungan kromosom sel sperma ayah dan sel telur ibu ketika pembuahan. Bila pada masa pembuahan janin menerima satu kromosom X dari ayah serta satu kromosom X dari ibu, maka janin akan mempunyai dua kromosom XX yang artinya jenis kelamin perempuan.
Selanjutnya, bila janin menerima satu kromosom X dari ibu dan satu kromosom Y dari ayah, maka janin akan mempunyai kromosom XY dan berjenis kelamin laki-laki.
Masalah hormonal ibu selama masa kehamilan atau kelainan genetik pada bayi dapat menyebabkan terjadinya kelamin ganda. Akan tetapi, untuk beberapa kasus, pemicu terjadinya kelamin ganda tidak diketahui dengan pasti.
Bagi bayi yang secara genetik mempunyai jenis kelamin laki-laki, ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan munculnya kelamin ganda, seperti:
- Pembentukan testis mengalami kegagalan akibat kelainan genetik
- Kekurangan enzim 5A-reduktase, yakni enzim yang beguna dalam pembentukan hormon androgen pada bayi laki-laki
- Sindrom insensitivitas androgen karena minimnya respons tubuh janin terhadap hormon androgen
- Perbedaan pada struktur dan fungsi testis atau produksi hormon testosteron
Sedangkan, pemicu terjadinya kelamin ganda pada bayi yang secara genetik berjenis kelamin perempuan adalah:
- Paparan hormon androgen yang terlalu banyak ketika hamil, misalnya karena mengonsumsi obat yang mengandung hormon androgen
- Keberadaan tumor yang mengganggu kinerja hormon perkembangan organ kelamin perempuan
- Hiperplasia adrenal kongenital, yakni keadaan genetik yang mengakibatkan produksi hormon androgen dengan berlebihan
Ibu hamil yang pernah mengalami keguguran sebelumnya atau mempunyai anggota keluarga yang menderita kelamin ganda lebih rentan memiliki bayi dengan kondisi ini.
Gejala Kelamin Ganda
Gangguan kelamin ganda bisa diketahui ketika bayi masih berada dalam kandungan atau saat lahir. Pada bayi yang mengalami ambiguous genitalia jenis kelaminnya tidak jelas dan tampak seperti berkelamin ganda. Akibatnya, dokter akan sulit memastikan apakah bayi yang lahir berjenis kelamin perempuan atau laki-laki.
Beberapa tanda atau gejala yang bisa tampak ketika bayi mengalami kelamin ganda adalah:
Tanda dan gejala pada bayi perempuan:
- Labia terhalangi serta membengkak sehingga terlihat seperti skrotum
- Klitoris membesar sehingga tampak seperti penis kecil
- Lubang saluran kemih (uretra) berada pada sekitar klitoris, (tepat pada klitoris atau di bawah klitoris)
Tanda dan gejala pada bayi laki-laki:
- Posisi lubang saluran kemih ada di bawah (hipospadia)
- Penis berukuran kecil atau terlihat seperti klitoris yang membesar
- Tidak ada testis di kantong buah zakar atau skrotum (kriptokismus)
- Bagian yang semestinya adalah skrotum tampak seperti labia
Saatnya ke dokter
Ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan dengan rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. Dengan cara ini, perkembangan janin dan kondisi ibu hamil bisa terus dipantau.
Kelamin ganda akan terdeteksi oleh dokter ketika bayi baru lahir. akan tetapi, bilaa Anda tidak melahirkan di bantu dokter dan bayi Anda tampak memiliki kelainan seperti yang telah dijelaskan di atas, secepatnya bawa bayi ke dokter untuk diperiksa secara menyeluruh agar dokter bisa memberikan penanganan yang tepat.
Diagnosis Kelamin Ganda
Untuk melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan ibu, termasuk obat atau suplemen yang dikonsumsi ketka hamil. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menyeluruh pada bayi.
Agar diagnosis dapat dipastikan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
- Cek darah, untuk melihat kadar hormon dan enzim yang memengaruhi perkembangan organ genital bayi, seperti hormon testosteron, reseptor androgen, enzim 5A reductase
- Pengecekan kromosom, untuk memastikan jenis kelamin genetik bayi
- Pemindaian menggunakan USG, untuk menentukan letak testis pada bayi dengan kriptorkismus
- Biopsi dengan mengangkat sampel jaringan kelamin bayi, untuk menetapkan apakah terdapat jaringan ovarium, jaringan testis, atau keduanya (ovotestis)
Setelah diagnosis dapat dipastikan, dokter akan mengakatan kedua orang tua bayi mengenai jenis kelamin bayi secara genetik, kelainan apa saja yang terjadi pada bayi, juga risiko yang dapat terjadi di kemudian hari.
Pengobatan Kelamin Ganda
Tindakan pengobatan kelamin ganda bertujuan untuk menjaga fungsi seksual serta kesuburan pasien pada saat dewasa nanti, menghindari tekanan sosial dari masyarakat, serta menjaga kondisi psikologis pasien.
Berbagai pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi ambiguous genitalia adalah:
Operasi
Operasi adalah metode utama untuk mengatasi kelamin ganda. Melakukan operasi adalah untuk menjaga fungsi seksual anak, juga membentuk tampilan luar organ kelamin agar terlihat normal.
Untuk anak perempuan, fungsi organ reproduksi bagian dalam sering kali masih normal walaupun ada kelainan bentuk organ kelamin dari luar. Bila vagina tertutup oleh kulit, dokter bisa melakukan operasi untuk membuat lubang vagina.
Pada anak laki-laki, operasi bertujuan untuk membenahi bentuk penis sehingga bisa menjaga fungsi ereksi saat anak tumbuh dewasa.
Terapi
Bila kelamin ganda diakibatkan oleh gangguan hormonal, dokter bisa memberikan terapi hormon kepada bayi untuk menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuhnya. Pemberian terapi hormon juga bisa dilakukan pada saat pubertas.
Komplikasi Kelamin Ganda
Apabila tidak segera dilakukan penanganan, kelamin ganda atau ambiguous genitalia bisa meningkatkan risiko terjadinya beberapa kondisi berikut:
- Infertilitas atau kemandulan
- Masalah orgasme
- Gangguan mental
- Kanker, misalnya kanker testis
Pencegahan Kelamin Ganda
Terjadinya kelamin ganda sulit untuk dicegah. Akan tetapi, ibu hamil bisa melakukan beberapa langkah seperti berikut guna menurunkan risiko terjadinya kelainan pada janin:
- Melakukan gaya hidup sehat pada saat hamil, seperti mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol
- Rutin menjalani pemeriksaan kehamilan serta mengonsumsi suplemen sesuai petunjuk dokter
- Tidak mengonsumsi obat atau suplemen sembarangan, khususnya obat yang mengandung hormon
- Tidak menggunakan narkotika dan zat adiktif berbahaya, terlebih saat hamil