Beranda/Kanker Tulang/Osteosarcoma

Kanker Tulang

Osteosarcoma

Pahami osteosarcoma sebagai kanker tulang primer yang paling sering muncul dekat lutut atau bahu pada remaja tetapi juga dapat terjadi pada dewasa, gejala nyeri menetap, bengkak, pincang dan patah patologis, faktor genetik atau radiasi tertentu, evaluasi X-ray dan MRI, CT paru, biopsi yang harus direncanakan pusat sarcoma, staging dan respons kemoterapi, pengobatan kemoterapi serta operasi limb-sparing atau amputasi terpilih, rehabilitasi dan follow-up, serta nyeri atau sesak yang mendesak.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 15 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Osteosarcoma
RingkasanOsteosarcoma adalah kanker yang selnya membentuk osteoid atau tulang abnormal. Paling sering terjadi di ujung tulang panjang pada masa pertumbuhan cepat, tetapi dapat muncul pada usia lain. Nyeri yang berulang dan bengkak perlu diperiksa; cedera olahraga tidak menyebabkan kanker tetapi dapat membuat gejalanya pertama kali disadari.

Gejala dan risiko

Nyeri tulang atau sendi dapat awalnya hilang-timbul lalu menetap, memburuk malam atau saat aktivitas, disertai bengkak, benjolan, gerak terbatas atau pincang. Patah dapat terjadi pada tulang yang melemah. Kebanyakan kasus tidak memiliki penyebab yang dapat dicegah; risiko meningkat pada sindrom genetik tertentu, retinoblastoma herediter, radiasi sebelumnya dan beberapa penyakit tulang dewasa.

Diagnosis harus terkoordinasi

X-ray menjadi langkah awal, lalu MRI menilai tumor dan jaringan sekitar. CT dada terutama mencari penyebaran ke paru; bone scan atau PET dipilih sesuai pusat. Diagnosis pasti memerlukan biopsi. Jalur biopsi harus direncanakan ahli ortopedi onkologi karena lokasi yang keliru dapat mencemari jaringan dan menyulitkan operasi penyelamatan tungkai.

Jangan memijat atau membiopsi benjolan tulang sembaranganPeriksa cepat bila nyeri tulang menetap, membangunkan tidur, disertai bengkak atau pincang. Ke IGD bila tungkai tiba-tiba berubah bentuk atau tak bisa menapak, nyeri hebat setelah trauma ringan, sesak mendadak, batuk darah, atau demam saat kemoterapi.

Pengobatan

Osteosarcoma derajat tinggi biasanya mendapat kemoterapi sebelum operasi, pengangkatan tumor dengan margin aman, lalu kemoterapi lanjutan. Limb-sparing memungkinkan pada banyak kasus, sedangkan amputasi tetap pilihan bila memberi kontrol dan fungsi terbaik. Radioterapi bukan terapi utama karena relatif kurang sensitif, tetapi berguna pada keadaan terpilih.

Setelah terapi

Rehabilitasi, dukungan sekolah atau kerja, fertilitas, jantung, ginjal, pendengaran dan efek kemoterapi dibahas sejak awal. Follow-up berkala memantau paru, lokasi tulang dan efek jangka panjang. Nyeri baru tidak otomatis kambuh, tetapi harus dilaporkan. Second opinion dari pusat sarcoma layak dipertimbangkan sebelum terapi definitif.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute — osteosarcoma treatment. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.