Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kanker, Kesehatan Mata, Mata

Kanker Mata

Kanker mata merupakan kondisi dimana sel-sel di organ mata atau jaringan di sekitarnya berkembang dengan cepat, tidak terkendali, ganas, dan bisa menjalar ke bagian organ tubuh lain. Ketika tumbuh dan menyebar, sel-sel kanker ini bisa merusak sel-sel normal di mata dan sekitarnya.

Penyakit kanker mata termasuk kondisi yang jarang terjadi. Akan tetapi, kanker mata bisa menyerang tiga bagian utama mata, yakni bola mata, jaringan yang mengitari bola mata (orbita), dan aksesoris mata (alis, kelenjar air mata, dan kelopak mata).

Asal muasal kanker mata adalah dari sel-sel mata atau dari kanker di organ tubuh lain yang menjalar ke bagian mata. Kanker mata yang berasal dari bagian mata disebut kanker mata primer. Sedangkan kanker mata dari kanker organ lain disebut kanker mata sekunder.

Jenis Kanker Mata

Menurut dari jaringan asalnya, kanker mata bisa dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Melanoma intraokular

Melanoma intraokular merupakan jenis kanker mata yang paling sering terjadi. Kebanyakan melanoma berkembang dari sel-sel penghasil zat warna (pigmen) atau melanosit yang berada di jaringan uvea. Intraokular melanoma paling sering timbul di koroid, namun juga bisa timbul di iris mata.

Limfoma intraokular

Limfoma intraokular merupakan jenis kanker mata yang bermula dari sel-sel di kelenjar getah bening di dalam mata. Jenis limfoma intraokular masuk dalam golongan limpoma non-Hodgkin.

Biasanya penderita limfoma intraokular mengidap penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh, seperti HIV/AIDS. Limfoma intraokular juga sering datang bersamaan dengan limfoma pada sistem saraf pusat yang dinamakan primary central nervous system lymphoma (PCNSL).

Retinoblastoma

Retinablastoma merupakan kanker mata yang biasanya menyerang anak-anak. Kanker mata ini timbul akibat mutasi (perubahan) gen pada retina yang mengakibatkan sel-sel retina membelah dengan cepat dan menjalar ke jaringan mata juga bagian tubuh lainnya. Retinoblastoma bisa terjadi pada salah satu mata atau kedua-duanya.

Selain ketiga jenis kanker mata di atas yang terjadi pada bola mata, kanker juga bisa terjadi pada orbita dan bagian aksesoris mata. Jenis-jenis kanker pada jaringan orbita dan jaringan aksesoris mata adalah:

  • Kanker kelopak mata, adalah varian dari kanker kulit, seperti karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa
  • Kanker orbita, adalah kanker yang meyerang otot-otot penggerak bola mata dan jaringan ikat sekitar bola mata (rhabdomyosarcoma)
  • Melanoma konjungtiva, yakni kanker yang menyerang selaput yang melapisi kelopak mata serta bola mata (konjungtiva), ummnya kanker ini terlihat seperti noda hitam di mata
  • Kanker kelenjar air mata (malignant mixed ephitelial tumor), adalah kanker yang berawal dari sel-sel kelenjar air mata

Penyebab Kanker Mata

Belum diketahu dengan pasti penyebab kanker mata. Akan tetapi, hal tersebut diduga muncul akibat mutasi gen pada jaringan mata, khususnya gen yang mengatur pertumbuhan sel.

Walaupun belum diketahui penyebab pastinya, ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker mata, seperti:

  • Pria atau wanita di atas usia 50 tahun
  • Memiliki kulit putih atau pucat
  • Mempunyai warna mata yang cerah, seperti biru atau hijau
  • Riwayat keluarga dengan kanker mata
  • Menderita kelainan atau ada riwayat kelainan tertentu, seperti mempunyai banyak tahi lalat (dysplastic nevus syndrome) atau bercak hitam pada mata (nevus of Ota)

Beberapa penelitian mencurigai bahwa paparan cahaya matahari dan paparan lampu ultraviolet maupun penggunaan HP dapat berkaitan dengan terjadinya kanker mata. Kemudian, beberapa jenis pekerjaan, seperti tukang las, juga diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terserang melanoma. Namun, dugaan-dugaan tersebut harus diteliti lebih lanjut.

Gejala Kanker Mata

Kanker mata mempunyai gejala yang berbeda-beda, tergantung dari jenis kanker yang diderita. Gejala bisa mirip dengan gejala dari kondisi atau penyakit mata lain. Terkadang, kanker mata juga bisa saja tidak menimbulkan gejala apa pun pada awal kemunculannya.

Akan tetapi, secara umum ada beberapa gejala yang bisa menandakan kanker mata, seperti:

  • Masalah gangguan penglihatan
  • Penyempitan jarak pandang
  • Floaters, yakni benda-benda, garis atau titik yang terlihat beterbangan pada penglihatan
  • Kilauan cahaya pada penglihatan
  • Titik gelap pada iris
  • Mengalami perubahan ukuran dan bentuk pupil
  • Strabismus atau juling
  • Satu diantara kedua mata terlihat lebih menonjol
  • Terdapat benjolan di permukaan mata, kelopak mata, atau di sekitar mata
  • Mata merah atau iritasi
  • Sakit pada mata
  • Konjungtivitis

Untuk anak yang mengalami retinoblastoma, akan tampak gambaran mirip mata kucing yang memantulkan cahaya atau bercak putih ketika matanya terpapar sinar.

Saatnya ke dokter

Pada beberapa gejala kanker mata bersifat tidak khusus dan bisa memiliki kesamaan gejala dari penyakit mata lainnya. Maka dari itu, lakukan pemeriksaan ke dokter bila mengalami gejala atau tanda seperti yang telah disebutkan di atas, terutama apabila tidak kunjung mereda setelah 2 minggu.

Disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter bila Anda mempunyai faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker mata. Sebaiknya lakukan pemeriksaan minimal setahun sekali agar kanker mata bisa dideteksi sedini mungkin. Makin cepat kanker terdeteksi, maka keberhasilan pengobatan akan semakin besar.

Diagnosis Kanker Mata

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan menanykan terkait keluhan yang dialami pasien, termasuk awal mula gejala muncul, apa saja yang memicu atau meredakan gejala, termasuk riwayat kesehatan pasien secara umum.

Selanjutnya dokter juga akan melakukan pemeriksaan mata dengan bantuan oftalmoskop, lampu celah (slit lamp), dan gonioskopi lensa. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan penglihatan mata, pergerakan bola mata, serta kondisi pembuluh darah mata.

Apabila hasil pemeriksaan memperlihatkan adanya kemungkinan kanker mata, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis, seperti:

  • Pemindaian, seperti USG mata, CT scan, atau MRI, untuk memahami lokasi dan ukuran sel kanker, serta menemukan penyebaran sel kanker ke organ lain
  • Biopsi, yakni mengambil sampel jaringan mata yang dicurigai terkena kanker agar dapat diperiksa lebih lanjut di laboratorium
  • Lumbal pungsi, untuk menemukan apakah kanker limfoma intraokular telah menyebar ke otak atau saraf tulang belakang

Pengobatan Kanker Mata

Kesempatan untuk sembuh penderita kanker mata akan tergantung pada ukuran dan lokasi tumor, tingkat keparahan kondisi, serta seberapa cepat pertumbuhan kanker. Dalam beberapa kasus, kanker mata juga bisa kambuh kembali, setelah pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan.

Tujuan utama dalam pengobatan kanker mata adalah untuk mempertahankan fungsi mata, mencegah menyebarnya sel kanker ke bagian tubuh lain, serta mencegah kambuh ke,bali setelah pengobatan. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara adalah:

1. Operasi

Jenis operasi yang dilakukan tergantung dari lokasi serta ukuran jaringan kanker yang ada. Ketika operasi aka dimulai, biasanya pasien dilakukan pembiusan total. Jenis-jenis pembedahan yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker adalah:

  • Iridektomi, adalah pengangkatan bagian iris mata guna mengobati melanoma iris yang berukuran kecil
  • Iridotrabulektomi, yakni pengangkatan bagian dari iris dan sedikit bagian luar bola mata untuk memperbaiki melanoma pada iris
  • Iridosikletomi, yakni pengangkatan bagian iris juga sebagian badan siliaris untuk mengobati melanoma iris
  • Reseksi transkleral, adalah pengangkatan kanker melanoma yang terjadi pada koroid atau badan siliaris
  • Enukleasi, adalah pengangkatan seluruh bola mata pada melanoma yang memberi rasa nyeri dan berukuran besar, atau untuk pasien yang sudah kehilangan penglihatan
  • Eksenterasi mata, yakni pengangkatan bola mata juga beberapa bagian lain di sekitarnya, seperti kelopak mata, otot, saraf, dan jaringan lain di rongga mata
2. Radioterapi

Radioterapi adalah pengobatan yang dilakukan dengan menembakkan sinar-X berenergi tinggi pada jaringan kanker. Risiko kehilangan atau kerusakan bola mata dan kehilangan penglihatan bisa dikurangi dengan cara pengobatan ini.

Dua jenis radioterapi yang bisa dilakukan adalah:

  • Brakiterapi, yakni dengan memasukkan pelat radioaktif berdiameter kecil di daerah sekitar mata yang dekat dengan jaringan kanker
  • Radioterapi eksternal, yakni dengan menembakkan sinar-X ke mata, namun berisiko merusak jaringan sehat lain di sekitar kanker
3. Terapi laser

Terapi laser berguna untuk membinasakan jaringan kanker menggunakan sinar inframerah. Salah satu andalan terapi laser ini adalah operasi pisau gamma (gamma knife surgery).

Umumnya terapi laser dijalankan pada pasien melanoma intraokular dan retinoblastoma yang kecil, namun tidak dianjurkan pada pasien limfoma intraokular.

4. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pola pengobatan kanker mata menggunakan obat-obatan. Kemoterapi bisa disuntikkan ke bagian tubuh tertentu, diberikan melalui infus, atau diminum.

5. Obat-obatan

Berbagai obat imunoterapi dan obat terapi target bisa menjadi pilihan dalam pengobatan, lebih-lebih bila obat kemoterapi tidak efektif untuk jenis kanker mata yang ditangani. Obat imunoterapi, seperti nivolumab, pembrolizumab, dan ipilimumab, telah terbukti mampu mengatasi melanoma.

6. Krioterapi

Krioterapi merupakan pola pengobatan kanker dengan teknik membekukan jaringan kanker. Krioterapi bisa diberikan kepada penderita retinoblastoma yang masih berukuran kecil.

Komplikasi Kanker Mata

Komplikasi yang bisa terjadi akibat kanker mata meliputi:

  • Glaukoma
  • Kehilangan penglihatan atau kebutaan
  • Kanker menjalar ke bagian tubuh lain (metastasis)

Pencegahan Kanker Mata

Sangat sulit untuk mencegah kaker mata, sebab tidak semua kanker mata diketahui pemicunya. Cobalah dengan menghindari faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut, yakni dengan:

  • Menghindari paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet dengan memakai kacamata UV-protected pada saat matahari sedang terik-terinya
  • Upayakan tidak terkena infeksi HIV, hal ini adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko limfoma intraokular
  • Melakukan pemeriksaan mata sejak dini pada anak jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat retinoblastoma
  • Melakukan pemeriksaan mata rutin minimal 1 kali dalam 1 tahun