Kesehatan Testis

Nyeri Testis

Pahami nyeri testis dan skrotum dari torsio testis, epididymitis, orchitis, trauma, hernia, varicocele, hydrocele, batu ginjal dan nyeri rujukan, mengapa torsio dengan nyeri mendadak, mual, testis tinggi atau posisi abnormal adalah emergency yang tidak boleh menunggu ultrasound, peran pemeriksaan, urine, tes STI dan Doppler bila tidak menunda operasi, perawatan infeksi sesuai penyebab, dukungan skrotum dan analgesia, serta fakta bahwa kanker lebih sering berupa benjolan daripada nyeri saja.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 15 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Nyeri Testis
RingkasanNyeri testis dapat berasal dari testis, epididymis, skrotum, selangkangan, ginjal, atau saraf. Penyebab yang paling tidak boleh terlewat adalah torsio testis—puntiran yang menghentikan aliran darah. Nyeri mendadak berat harus dianggap torsio sampai dinilai segera, termasuk pada anak dan remaja.

Kenali torsio testis

Nyeri mendadak satu sisi, mual atau muntah, nyeri perut, bengkak, dan testis lebih tinggi atau melintang mendukung torsio. Gejala dapat bangun saat tidur atau sempat hilang bila puntiran lepas sendiri. Peluang menyelamatkan testis terbaik dalam jam awal; jangan makan, minum, memijat, atau menunggu membaik.

Penyebab lain

Epididymitis sering berkembang lebih bertahap dengan nyeri kencing, discharge atau demam dan dapat terkait STI atau bakteri urine. Orchitis, trauma, hernia, hydrocele, varicocele, spermatocele, batu ginjal, pelvic floor pain dan post-vasectomy pain juga ada. Kanker testis lebih sering berupa benjolan atau pembesaran tanpa nyeri, tetapi setiap perubahan perlu diperiksa.

Nyeri testis mendadak adalah keadaan daruratSegera ke IGD—jangan menyetir sendiri—bila nyeri mendadak berat, mual atau muntah, nyeri perut, testis berubah posisi, setelah trauma berat, atau nyeri bertahan saat istirahat. Demam, skrotum merah cepat, jaringan hitam, benjolan baru, atau bengkak juga perlu evaluasi segera.

Pemeriksaan

Dokter menilai abdomen, selangkangan, kedua testis, posisi dan refleks; urine dan tes gonorrhea-chlamydia dipilih sesuai risiko. Doppler ultrasound membantu bila diagnosis tidak jelas, tetapi konsultasi urologi dan operasi tidak boleh ditunda bila torsio sangat dicurigai. Benjolan memerlukan ultrasound meski tidak sakit.

Terapi

Torsio memerlukan operasi untuk membuka puntiran dan mengikat kedua testis; manual detorsion bukan pengganti operasi. Infeksi diobati berdasarkan usia, tes dan risiko STI, termasuk pasangan sesuai panduan. Istirahat, scrotal support, es berlapis dan analgesik membantu penyebab non-darurat, tetapi antibiotik atau steroid tidak boleh dimulai sendiri.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS — testicle pain. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.