Gejala ringan tetap dapat merusak tuba
Nyeri perut bawah/pelvis, nyeri saat seks, cairan berbau/abnormal, perdarahan antarhaid atau setelah seks, demam dan nyeri saat berkemih dapat terjadi. Sebagian pasien hampir tanpa gejala. Klamidia dan gonore sering terlibat, tetapi tes serviks negatif tidak menyingkirkan infeksi di saluran atas.
Kehamilan ektopik dan penyebab bedah harus disingkirkan
Pemeriksaan mencakup tes kehamilan, pelvis, tes gonore/klamidia, HIV/sifilis dan urinalisis; ultrasound digunakan bila abses, kehamilan ektopik atau penyebab lain dicurigai. Appendicitis, ovarian torsion dan kista dapat menyerupai PID. Ambang terapi dibuat rendah karena menunggu kepastian dapat menambah kerusakan.
Antibiotik kombinasi harus selesai
Regimen mencakup beberapa bakteri dan biasanya berlangsung 14 hari; pilihan mengikuti kehamilan, alergi dan pedoman lokal. Gejala seharusnya mulai membaik dalam 72 jam, jika tidak perlu evaluasi ulang atau rawat inap. Jangan memakai sisa antibiotik atau berhenti ketika nyeri reda. Abses tubo-ovarium dapat memerlukan antibiotik IV dan drainase/operasi.
Pasangan dan tindak lanjut bagian dari terapi
Hindari hubungan seksual sampai terapi selesai, gejala hilang dan pasangan telah ditangani. Pasangan seksual 60 hari terakhir perlu evaluasi serta terapi presumptif klamidia/gonore walau tanpa gejala. Tes ulang sekitar 3 bulan dianjurkan bila terkait klamidia/gonore. IUD biasanya tidak perlu langsung dilepas, tetapi membutuhkan follow-up dekat.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — pelvic inflammatory disease treatment guidelines, CDC — about pelvic inflammatory disease. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.