Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Infeksi

Infeksi Telinga

Infeksi telinga merupakan infeksi karena bakteri, virus, atau jamur, yang dapat terjadi di saluran telinga luar (otitis eksterna) ataupun telinga tengah (otitis media). Penyakit nfeksi telinga bisa menimbulkan gejala berupa sakit di telinga, telinga berair, sampai gangguan pendengaran.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan infeksi telinga. Maka dari itu, harus dilakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penyebabnya dengan pasti sehingga bisa diberikan penanganan yang cocok.

Penyebab Infeksi Telinga

didapatkan dari bagian telinga yang terdampak, infeksi telinga terbagi dalam dua jenis, yaitu:

Otitis eksterna

Infeksi telinga bagian luar adalah otitis eksterna, yakni saluran antara lubang telinga dan gendang telinga.

Infeksi tersebut dapat terjadi pada saat liang telinga lembap karena air atau keringat yang masuk ke dalam telinga. Otitis eksterna juga lebih mudah terjadi ketika liang telinga tergores akibat kebiasaan membersihkan telinga dengan jari atau cotton bud, iritasi atau alergi, atau penyakit kulit, seperti psoriasis maupun dermatitis seboroik.

Bakteri yang sering menyebabkan otitis eksterna adalah Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Selain bakteri, jamur Aspergillus atau Candida juga bisa menyebabkan otitis eksterna (otomikosis).

Otitis media

Penyakit otitis media terjadi pada saluran telinga bagian tengah, yaitu di balik gendang telinga. Otitis media paling sering terjadi pada anak usia 2 tahun ke bawah dan pada bayi yang menyusu dari botol dalam posisi berbaring. Anak dengan bibir sumbing  atau sindrom Down lebih rentan terkena penyakit ini.

Sedangkan pada orang dewasa, otitis media lebih sering terjadi pada penderita diabetes atau HIV/AIDS.

Peyebab infeksi telinga tengah ini adalah karena infeksi virus ataupun bakteri pada telinga tengah, yang umumnya terjadi saat terserang batuk pilek. Otitis media terjadi pada saat saluran yang menghubungkan telinga dengan hidung (tuba eustachius) tersumbat atau membengkak.

Selain itu, infeksi telinga dalam juga bisa terjadi. Namun kejadiannya lebih jarang dan biasanya terjadi akibat penyebaran dari infeksi telinga tengah.

Gejala Infeksi Telinga

Infeksi telinga memiliki gejala yang sangat beragam, tergantung pada bagian telinga yang terkena. Keluhan pada infeksi telinga yang disebabkan oleh otitis eksterna antara lain:

  • Kemerahan dan gatal di daun telinga atau liang telinga
  • Nyeri saat daun telinga ditarik atau tonjolan di depan lubang (tragus) telinga ditekan
  • Keluar cairan bening atau nanah dari liang telinga
  • Telinga terasa penuh akibat penumpukan cairan atau pembengkakan
  • Gangguan pendengaran
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Demam

Sementara itu, gejala pada otitis media bisa timbul mendadak. Keluhan yang dapat terjadi akibat otitis media dapat berupa:

  • Sakit pada telinga
  • Keluar cairan berbau dari telinga
  • Vertigo
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Sulit mendengar
  • Sakit kepala
  • Demam, yang bisa disertai mual dan muntah

Pada bayi dan anak-anak, tanda dan gejala yang muncul akibat otitis media antara lain:

  • Sering menarik atau menggaruk daun telinga
  • Rewel atau menangis lebih sering daripada biasanya
  • Susah tidur
  • Demam, batuk, pilek, dan hidung tersumbat
  • Respons terhadap suara berkurang
  • Hilang keseimbangan
  • Kurang nafsu makan disertai mual atau muntah
Saatnya ke dokter

Periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala otitis eksterna. Penanganan perlu segera dilakukan jika muncul demam tinggi dan nyeri parah yang menjalar ke kepala atau leher.

Pemeriksaan ke dokter juga perlu dilakukan apabila mengalami gejala otitis media, terutama jika gejala terjadi pada bayi atau anak dan disertai dengan kondisi berikut:

  • Gejala otitis media tidak membaik setelah 2 hari atau malah memburuk
  • Demam dengan suhu lebih dari 39oC
  • Nyeri yang muncul tidak tertahankan
  • Gejala terjadi secara berkepanjangan atau berulang selama beberapa bulan, yang bisa menandakan otitis media kronis
  • Terdapat kondisi medis lain, seperti cystic fibrosis atau penyakit jantung bawaan

Diagnosis Infeksi Telinga

Untuk mendiagnosis infeksi telinga, dokter akan melakukan tanya jawab seputar gejala dan riwayat penyakit pasien, serta kebiasaan pasien yang berisiko menyebabkan infeksi telinga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan pada telinga, hidung, dan tenggorokan.

Selanjutnya, dokter akan memeriksa lubang telinga dan gendang telinga dengan otoskop, yaitu alat khusus berupa teropong yang dilengkapi lampu dan kaca pembesar di ujungnya.

Umumnya, dokter bisa langsung menegakkan diagnosis infeksi telinga melalui pemeriksaan THT dan pemeriksaan otoskop.

Pemeriksaan penunjang lain yang dapat disarankan dokter untuk lebih memastikan diagnosis infeksi telinga meliputi:

  • Timpanosentesis, yaitu pengambilan sampel cairan telinga untuk mendeteksi kuman penyebab infeksi
  • Timpanometri, untuk mendeteksi pembengkakan di gendang telinga yang sering terjadi pada penderita infeksi telinga
  • Reflektometri akustik, sebagai pengukur seberapa banyak pantulan suara yang kembali ke gendang telinga sehingga banyaknya cairan di dalam telinga bisa diketahui
  • Uji pendengaran, khususnya pada otitis media kronis
  • CT scan kepala, guna memeriksa adakah infeksi menyebar ke telinga bagian dalam

Pengobatan Infeksi Telinga

Jika terjadi infeksi telinga luar, dokter akan membersihkan lubang telinga menggunakan alat dan cairan khusus. Kemudian, dokter akan memberikan resep obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid bila pemicunya adalah bakteri atau, obat antijamur tetes telinga bila pemicunya adalah jamur.

Kemudian dokter juga akan memberikan obat penghilang nyeri untuk diminum, seperti paracetamol atau ibuprofen. Semasih dalam masa pengobatan, pasien dianjurkan agar berusaha mencegah masuknya air ke dalam telinga.

Pada infeksi telinga tengah dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu tanpa mendapat pengobatan khusus. Selama waktu itu, dokter bisa memberikan obat penghilang nyeri juga memantau keadaan pasien.

Bagi anak-anak penderita otitis media usia 6 bulan sampai 24 bulan, pengawasan ketat selama 2 hari terus dilakukan, apabila nyeri bersifat ringan dan demam di bawah dari 39oC. Selama pemantauan, dokter akan memberikan resep obat penghilang nyeri berbentuk sirup.

Obat antibiotik minum akan diberikan langsung oleh dokter pada bayi di bawah usia dari 6 bulan yang menderita infeksi telinga tengah. Antibiotik juga akan diberikan dokter untuk di minum oleh anak yang menderita otitis media dengan kondisi berikut:

  • Gejala tidak juga pulih setelah 48 jam dalam pengawasan
  • Nyeri yang parah
  • Demam dengan suhu di atas 39oC

Antibiotik tetes telinga sangat disarankan oleh dokter pada penderita infeksi telinga tengah yang kronis atau sering kambuh.

Pembedahan kecil dengan nama myringotomy juga akan diperhitungkan oleh dokter pada anak dengan infeksi telinga tengah yang kronis. Dalam operasi ini, dokter akan menyayat gendang telinga agar cairan di dalam telinga bisa keluar.

Setelah gendang telinga disayat, dokter akan menempatkan selang kecil untuk mempertahankan rongga telinga bagian tengah tetap kering serta mengantisipasi penumpukan cairan terjadi kembali.

Komplikasi Infeksi Telinga

Bila tidak ditangani dengan baik, infeksi telinga bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Gendang telinga menjadi robek
  • Infeksi menyebar ke jaringan di sekitar liang telinga (selulitis), tulang belakang telinga (mastoiditis) atau selaput otak (meningitis)
  • Tumbuh kembang bicara anak terhambat
  • Tuli sementara ataupun permanen

Pencegahan Infeksi Telinga

Berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi telinga adalah:

  • Memiringkan kepala untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam telinga setelah berenang atau mandi
  • Keringkan daun telinga menggunakan handuk dengan perlahan setelah mandi atau berenang
  • Jangan berenang di tempat yang tidak terjaga kebersihannya, misalnya danau atau sungai
  • Gunakan pelindung telinga ketika berenang
  • Hindari membersihkan atau mengorek telinga menggunakan cotton bud, jari, pulpen, pensil, atau benda lain
  • Cuci tangan dengan rutin dengan sabun dan air mengalir untuk menghindari kuman penyebab batuk pilek

Selanjutnya, beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi telinga pada bayi dan anak-anak adalah:

  • Memberikan ASI eksklusif.
  • Ketika minum susu dari botol, pastikan tubuh bayi sedikit lebih tegak agar susu tidak masuk ke dalam telinga.
  • Imunisasi lengkap untuk anak sesuai jadwal dari dokter.
  • Arahkan anak untuk selalu menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan serta menutup mulut dengan siku tangan atau tisu pada saat bersin.