Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Infeksi

Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri merupakan penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri. Penyakit ini bisa mengakibatkan demam, batuk, hingga tanda peradangan, seperti nyeri dan pembengkakan, pada penderitanya.

Bakteri merupakan mikroorganisme bersel tunggal yang bisa didapati di air, tanah, bahkan pada tubuh manusia. Ada beberapa jenis bakteri yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh tubuh. Namun, ada juga beberapa jenis bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi.

Bakteri, bukan virus. Bakteri tidak bergantung pada sel manusia untuk hidup dan berkembang biak, sedangkan virus memerlukannya. Oleh sebab itu, tahapan diagnosis serta penanganan infeksi bakteri dan infeksi virus bisa berbeda.

Penyebab Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri muncul pada saat bakteri yang merugikan masuk ke dalam tubuh serta bereproduksi dengan cepat. Bakteri itu bisa menginfeksi organ tubuh tertentu, seperti paru-paru, ginjal, bahkan otak.

Dibawah ini adalah beberapa penyakit yang dipicu oleh infeksi bakteri:

  • Anthraks, yang dipicu oleh bakteri Bacillus anthracis
  • Penyakit Lyme, bakteri penyebabnya adalah Borrelia burgdorferi
  • Demam Q, penyebab utamanya adalah bakteri Coxiella burnetii
  • Demam rematik, penyebabnya bakteri Streptococcus tipe A
  • Tuberkulosis, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis
  • Pneumonia, ada 2 penyebabnya yakni  bakteri Streptococcus pneumoniae atau Mycoplasma pneumoniae
  • Vaginosis, disebabkan oleh bakteri anaerobes
  • Meningitis, disebabkan oleh bakteri Streptococcus tipe B, Neisseria meningitidis, atau Listeria monocytogenes
  • Gonore, yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae

Infeksi bakteri bisa menyebar lewat berbagai cara, yaitu:

  • Langsung

    Penularan bakteri bisa terjadi saat seseorang melakukan kontak fisik dengan penderita infeksi. Kontak ini bisa terjadi lewat hubungan seksual, berciuman, dan percikan dahak dari batuk atau bersin. Ibu hamil juga bisa menyebarkan bakteri ke janin yang dikandungnya lewat plasenta atau kontak dengan jalan lahir ketika persalinan.

  • Tidak langsung

    Bakteri bisa tertinggal di benda, seperti handuk, meja, atau pegangan pintu. Bakteri yang ada pada benda tersebut dapat berpindah pada saat orang lain menyentuh benda tersebut lalu menyentuh mata, mulut, atau hidung, sebelum mencuci atau membersihkan tangan terlebih dahulu.

  • Makanan atau minuman

    Bakteri bisa ke luar lewat feses dan mencemari makanan atau minuman, lalu menginfeksi seseorang yang mengonsumsi makanan atau minuman itu. Bakteri yang bisa menular lewat makanan adalah Salmonella typhii, yaitu bakteri yang menyebabkan tipes.

  • Gigitan hewan

    Hewan bisa menjadi mediasi penyebaran bakteri, contohnya pada penyakit Lyme, yang disebabkan oleh gigitan kutu.

Infeksi bakteri bisa menyerang pada siapa saja. Akan tetapi, risiko terkena infeksi bakteri bisa meningkat pada mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti:

  • Sedang memakai obat kortikosteroid
  • Menderita HIV/AIDS
  • Terkena kanker atau keadaan lain yang memengaruhi daya tahan tubuh

Selain mempunyai daya tahan tubuh lemah, risiko terkena infeksi bakteri juga bisa meningkat pada seseorang yang mempunyai beberapa faktor berikut:

  • Mempunyai peralatan medis yang ditanam atau dipasang dalam tubuh
  • Penderita mal nutrisi
  • Sudah tua (lansia)
  • Mempunyai kebersihan diri atau sanitasi lingkungan yang buruk

Gejala Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri mempunyai gejala yang berbeda-beda, tergantung dari organ tubuh yang terinfeksi dan jenis bakteri pemicunya. Beberapa gejala yang biasa dialami penderita infeksi bakteri adalah:

  • Demam
  • Batuk
  • Bersin
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Lemas

Kecuali gejala di atas, terdapat beberapa gejala spesifik yang bisa dialami saat seseorang menderita infeksi bakteri pada kulit, seperti:

  • Bintil-bintil merah atau ruam
  • Kulit kemerahan
  • Pembengkakan
  • Nyeri atau sakit
  • Benjolan bernanah
  • Gatal

Saatnya ke dokter

Segera periksakan ke dokter bila Anda merasakan gejala infeksi bakteri, khususnya bila:

  • Gejala semakin memburuk, tidak juga membaik setelah mendapat perawatan di rumah
  • Gejala terus terjadi atau berkepanjangan
  • Gejala timbul setelah digigit hewan tertentu, seperti kutu atau tungau

Pemeriksaan ke dokter juga dibutuhkan bila mengalami gejala seperti berikut:

  • Napas sesak
  • Batuk lebih dari seminggu
  • Sakit kepala dan demam tinggi
  • Bintil-bintil merah atau pembengkakan di kulit
  • Muntah dengan terus-menerus
  • Diare disertai darah
  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan kabur

Diagnosis Infeksi Bakteri

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan menjalankan wawancara medis mengenai gejala serta riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Untuk memastikan diagnosis, dokter bisa melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Uji kultur bakteri, untuk mengetahui keberadaan bakteri pada sampel darah, urine, dahak, tinja, atau cairan tubuh lain
  • Uji pewarnaan gram, untuk melihat jenis infeksi bakteri di dalam tubuh, dengan mengontrol perubahan warna pada sampel darah, urine, dahak, atau cairan tubuh lain
  • Pemindaian dengan foto Rontgen, MRI, atau CT scan, untuk menemukan ada tidaknya jaringan abnormal juga kumpulan nanah (abses) pada organ dalam tubuh
  • Biopsi, untuk menemukan hal lain selain infeksi yang mungkin diderita, dengan mengambil sampel jaringan pada organ yang terinfeksi

Pengobatan Infeksi Bakteri

Pengobatan utama infeksi bakteri yaitu dengan pemberian antibiotik. Obat tersebut bertujuan untuk membunuh bakteri atau menghambat perkembangbiakannya.

Jenis-jenis antibiotik yang diberikan kepada pasien akan dicocokkan dengan gejala, riwayat kesehatan, tingkat keparahan, dan hasil pemeriksaan pasien. Jenis-jenis antibiotik yang bisa diberikan antara lain adalah:

  • Penisilin, (amoxicillin dan ampicillin)
  • Sefalosporin, (cefadroxil dan cefotamine)
  • Aminoglikosida, (gentamycin dan streptomycin)
  • Tetrasiklin, (doxycycline dan minocycline)
  • Makrolid, (erythromycin dan azithromycin)
  • Quinolone, (ciprofloxacin dan levofloxacin)
  • Lincosamide, (lincomycin dan clindamycin)

Antibiotik tersebut dapat diresepkan oleh dokter tanpa harus menunggu hasil pemeriksaan penunjang, khusunya jika pasien sudah mengalami komplikasi. Perlakuan ini biasa disebut dengan terapi antibiotik empiris. Tujuannya adalah agar pengobatan tidak tertunda.

Untuk diketahui, ada kondisi saat bakteri telah kebal dari antibiotik. Hal ini yang disebut dengan resistensi antibiotik. Ini bisa terjadi karena mengonsumsi obat jenis antibiotik yang tidak sesuai dengan petunjuk atau resep dokter.

Bila bakteri sudah kebal dari antibiotik, dokter akan memberikan obat yang lebih kuat atau menaikkan dosisnya lebih tinggi. Namun, untuk beberapa kasus, infeksi bakteri yang telah kebal dari antibiotik, atau bahkan sudah tidak dapat diobati sama sekali.

Maka dari itu, antibiotik harus tetap dikonsumsi selama masa pengobatan, walau kondisi sudah membaik. Selain bisa menghentikan kambuhnya infeksi, mengonsumsi antibiotik sampai habis juga bisa menurunkan risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Komplikasi Infeksi Bakteri

Apabila tidak segera ditangani, infeksi bakteri bisa mengakibatkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Bakteremia, yaitu kondisi medis yang disebabkan bakteri yang masuk ke dalam darah akibat infeksi bakteri di suatu organ tubuh, seperti ginjal dan paru-paru
  • Sepsis, yaitu suatu kondisi yang terjadi karena reaksi berlebihan akibat bakteri yang telah menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi organ
  • Syok sepsis, adalah kondisi darurat yang terjadi ketika infeksi memburuk saat tekanan darah menurun drastis akibat sepsis sehingga organ tubuh tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup
  • Kematian jaringan (gangrene), adalah kematian jaringan tubuh yang diakibatkan oleh gangguan sirkulasi darah atau infeksi bakteri
  • Reaksi autoimun, adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh yang tidak dapat membedakan antara sel sehat dengan bakteri yang menyerupainya

Pencegahan Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri adalah suatu kondisi yang bisa dicegah, yaitu dengan melakukan beberapa upaya sebagai berikut:

  • Selalu membersihkan atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, khususnya sebelum memegang makanan, sebelum dan setelah makan, juga setelah menggunakan toilet
  • Melakukan vaksinasi
  • Menjaga kebersihan tubuh serta lingkungan sekitar
  • Berhubungan seksual dengan aman, misalnya dengan memakai kondom dan tidak berganti pasangan
  • Jangan bertukar barang pribadi, seperti handuk atau baju
  • Jangan berpergian ketika sedang sakit