Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Infeksi

Infeksi Lambung

Infeksi lambung merupakan kondisi yang bisa menimbulkan peradangan dan tukak atau luka pada lambung. Masalah ini bisa diakibatkan oleh bakteri, seperti Helicobacter pylori, ataupun virus. Infeksi lambung bisa menyebabkan gejala sakit atau rasa perih di perut, kembung, mual, dan sering sendawa.

Penyakit infeksi lambung bisa disebabkan oleh virus pemicu gastroenteritis, diantaranya adalah norovirus dan rotavirus. Infeksi lambung juga dapat diakibatkan oleh bakteri, seperti Helicobacter pylori (H. pylori), Campylobacter, E.coli, dan Salmonella.

BIasanya, virus atau bakteri dari makanan serta minuman yang masuk ke dalam tubuh bisa dilawan oleh asam lambung. Akan tetapi, asam lambung kadang-kadang tidak mampu membunuh kuman ini sepenuhnya sehingga terjadilah infeksi lambung.

Salah satu jenis kuman yang mampu bertahan di lambung dan cukup kuat melawan asam lambung adalah H. pylori. Pada saat masuk ke dalam lambung, kuman ini bia berkembang biak dan menginfeksi lambung. Hal ini bisa mengakibatkan dinding lambung menjadi lemah serta meradang sehingga lama kelamaan jadi terluka.

Penyebab Infeksi Lambung

Penyebab utama infeksi lambung adalah bakteri atau virus yang menyerang dinding lambung. Kuman ini akan masuk ke dalam tubuh lewat beberapa cara, seperti berikut:

  • Kontak mulut atau terkena air liur oleh penderita infeksi lambung, misalnya pada saat berciuman
  • Tersentuh dengan tinja atau muntahan penderita, sepeti menyentuh bagian mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah dari toilet
  • Konsumsi makanan yang mentah (belum matang) atau tidak higienis
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi baktei pylori

Faktor risiko infeksi lambung

Walaupun bisa terjadi pada siapa saja, orang dengan beberapa faktor di bawah ini lebih berisiko mengalami infeksi lambung:

  • Balita atau lanjut usia
  • Menetap di pemukiman dengan padat penduduk
  • Tinggal di daerah dengan sistem sanitasi atau kebersihan yang buruk
  • Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah (imunodefisiensi)
  • Menetap dengan penderita infeksi bakteri pylori

Gejala Infeksi Lambung

Pada awalnya, infeksi lambung tidak memperlihatkan gejala yang spesifik. Akan tetapi, infeksi lambung lambat laun bisa mengakibatkan radang lambung (gastritis), maag, atau tukak lambung, yang ditandai dengan:

  • Sakit pada ulu hati yang tidak mereda atau sering kambuh
  • Perut sakit setelah makan
  • Sakit perut yang terus memburuk ketika perut kosong atau pada tengah malam
  • Perut terasa sakit saat ditekan

Gejala-gejala lain yang timbul sebab infeksi lambung meliputi:

  • Rasa seperti terbakar di perut
  • Mual atau muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Diare
  • Selalu bersendawa
  • Perut kembung
  • Berat badan turun tanpa ada sebab yang jelas
Saatnya ke dokter

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila Anda merasakan gejala infeksi lambung seperti yang telah dijelaskan di atas. Pemeriksaan sangat dibutuhkan agar pemicu keluhannya bisa dipastikan. Ini karena gejala infeksi lambung Kerap sekali mirip dengan gejala penyakit lain, seperti GERD.

Secepatnya temui dokter bila Anda mengalami gejala-gejala seperti berikut:

  • Perut mulai terasa sakit parah sampai membuat penderita terbangun di tengah malam
  • Saat buang air besar mengeluarkan darah atau berwarna hitam
  • Muntah berdarah dengan mengeluarkan ampas mirip bubuk kopi
  • Bau mulut tidak menghilang

Diagnosis Infeksi Lambung

Saat melakukan diagnosis pada pasien infeksi lambung, dokter akan memulai dengan tanya jawab tentang kondisi pasien, seperti:

  • Gejala yang dialami serta lama kejadiannya
  • Makanan serta minuman yang dikonsumsi sebelum muncul keluhan
  • Melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi bakteri atau virus penyebab infeksi lambung
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan atau pernah dikonsumsi

Selanjutnya, dokter akan menjalankan pemeriksaan fisik, khususnya pada perut, misalnya dengan menekannya. Dalam menegakkan diagnosis, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Uji feses, untuk menemukan keberadaan bakteri pada sampel tinja
  • Urea breath test, untuk mendapati gas karbondioksida pada hembusan napas yang berhubungan dengan infeksi lambung
  • Endoskopi, untuk mendapati tanda-tanda luka pada lambung, jika perlu disertai pengambilan sampel jaringan (biopsi) lambung untuk diteliti di laboratorium
  • Barium swallow melalui bantuan foto Rontgen

Pengobatan Infeksi Lambung

Pengobatan infeksi lambung bisa berlangsung sekitar 10 hingga 14 hari kedepan dengan pemberian dua jenis antibiotik. Ini dilakukan untuk mencegah bakteri kebal terhadap antibiotik tertentu.

Jenis-jenis antibiotik yang nantinya akan diresepkan dokter antara lain:

  • Amoxicillin
  • Metronidazole
  • Clarithromycin
  • Tetracycline
  • Levofloxacin

Selain antibiotik, bisa juga dokter akan memberikan obat-obat seperti berikut, untuk meredakan gejala infeksi lambung:

  • Penghambat pompa proton (proton pump inhibitor atau PPI), misalnya omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, atau pantoprazole, untuk meredakan produksi asam lambung
  • Penghambat histamin-2 (H2 blocker), misalnya cimetidine dan ranitidine, untuk meredakan produksi asam lambung bila PPI tidak berhasil mengatasi infeksi yang dialami pasien
  • Antasida untuk menstabilkan asam lambung dan meredakan iritasi lambung
  • Antidiare, seperti kaolin-pektin dan attalpugite, untuk menghilangkan diare karena infeksi virus pada lambung dan usus
  • Gastroprotektor, seperti sukralfat, untuk menghentikan tukak bertambah parah

Sepanjang menjalani pengobatan untuk infeksi lambung, pasien harus menghindari obat OAINS, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Ini karena obat-obat tersebut akan bisa memperburuk luka pada dinding lambung. Pasien harus meminta saran dokter terlebih dahulu bila membutuhkan obat pereda nyeri.

Komplikasi Infeksi Lambung

Bila tidak cepat ditangani, infeksi lambung bisa mengakibatkan sejumlah komplikasi, seperti berikut:

  • Implamasi saluran pencernaan (gastritis)
  • Perdarahan pada lambung
  • Infeksi pada dinding peritoneum (peritonitis)
  • Kebocoran pada lambung (perforasi lambung)
  • Kanker lambung

Pencegahan Infeksi Lambung

Infeksi lambung bisa dicegah adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Dengan upaya, seperti:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum atau setelah menyiapkan makanan, membuang sampah, serta setelah dari toilet
  • Jangan memakai atau minum dari air yang tidak terjamin kebersihannya
  • Membersihkan permukaan benda atau barang apa pun yang bisa menjadi bahan penyebaran infeksi
  • Pastikan makanan yang dimasak telah benar-benar matang
  • Hindari berbagi pakai barang pribadi, seperti sikat gigi atau handuk, dengan orang lain
  • Minum air kemasan ketika berkunjung atau bepergian ke tempat yang sanitasinya buruk
  • Hndari melakukan kontak dengan orang yang mungkin sakit atau terinfeksi