Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Hernia

Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis adalah kondisi ketika bagian usus menonjol keluar dari pusar. Kondisi ini umumnya terjadi pada bayi dan tidak berbahaya. Namun, hernia umbilikalis juga dapat dialami oleh orang dewasa dan kadang bisa menyebabkan komplikasi serius.

Hernia umbilikalis biasanya menghilang dengan sendirinya setelah bayi berusia 1–2 tahun. Namun, terkadang kondisi ini berlangsung lebih lama. Jika hernia umbilikalis tidak sembuh hingga usia 5 tahun, dokter akan menyarankan tindakan operasi. Hal yang sama juga disarankan pada penderita hernia umbilikalis yang telah dewasa.

Penyebab hernia umbilikalis

Hernia umbilikalis terjadi ketika otot perut tidak menutup secara sempurna. Akibatnya, tersisa lubang kecil bekas tali pusar di otot perut. Dari lubang tadi, sebagian usus bisa keluar dan menyebabkan benjolan di pusar. Benjolan tersebut dapat timbul sejak bayi atau setelah dewasa.

Belum diketahui apa penyebab pasti hernia umbilikalis. Namun, kondisi ini diketahui lebih sering terjadi pada bayi yang lahir prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah.

Bagi manusia dewasa, hal yang meningkatkan desakan di dalam perut akan memperbesar risiko terjadinya hernia umbilikalis. Kondisi tersebut antara lain:

  • Menumpuknya cairan di rongga perut (asites)
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Batuk parah
  • Sudah pernah menjalani operasi pada perut
  • Proses cuci darah pada perut (CAPD)
  • Kandungan kembar

Gejala hernia umbilikalis

Timbulnya hernia umbilikalis ditandai dengan benjolan lunak yang muncul di bagian pusar. Pada bayi, benjolan akan terlihat ketika anak sedang menangis, mengejan, tertawa, atau batuk. Tetapi, benjolan ini pada umumnya tidak menyebabkan sakit.

Namun pada orang dewasa, hernia umbilikalis dapat mengakibatkan sakit hebat di perut. Sakit akan memburuk saat penderita sedang batuk, bersin, buang air besar, atau mengangkat beban yang berat.

Pada ibu hamil kembar biasanya Hernia umbilikalis dapat mereda beberapa waktu sesudah ibu melahirkan.

Saatnya ke dokter

Segera pergi periksaan ke dokter bila Anda mengalami keluhan di atas. Penanganan tepat oleh dokter di IGD harus segera dilakukan pada penderita hernia umbikalis dengan keluhan yang lebih berat, seperti:

  • Sakit di perut yang hebat
  • Muntah-muntah
  • Benjolan membesar atau area pusar berubah warna

Diagnosis hernia umbilikalis

Dokter akan melakukan tanya jawab medis, mengenai gejala yang dialami pasien, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada benjolan di sekitar pusar. Selanjutnya, dokter akan melakukan pendorongan benjolan masuk ke dalam perut.

Bila dibutuhkan, dokter akan menganjurkan pasien menjalani pemeriksaan pendukung, seperti USG perut atau CT scan. Maksudnya adalah untuk melihat kemungkinan terjadinya komplikasi.

Pengobatan hernia umbilikalis

Dalam sebagian besar kasus, bayi dengan hernia umbilikalis dapat sembuh dengan sendirinya setelah berusia 1–2 tahun atau paling lama 5 tahun. Akan tetapi, upaya tindakan operasi oleh dokter akan disarankan jika mulai muncul kondisi seperti berikut:

  • Benjolan mulai menyakiti
  • Benjolan belum juga mengecil setelah anak berusia 1–2 tahun
  • Diameter benjolan membesar di atas 1,5 cm
  • Benjolan tidak juga menghilang setelah anak berusia 5 tahun
  • Hernia mulai terjepit atau sudah menimbulkan gejala obstruksi usus, misalnya muntah, tidak nafsu makan, perut kembung, atau tidak bisa buang angin

Tindakan operasi hernia umbilikalis dilakukan dengan membuat sayatan di bawah pusar. Kemudian, dokter akan mengembalikan hernia ke dalam rongga perut, lalu menutup bekas sayatan dengan menjahitnya. Bagi pasien dewasa, dokter akan memakai jaring sintetis untuk memperkuat dinding perut.

Komplikasi hernia umbilikalis

Pada bayi dan anak yang mengalami hernia umbilikalis jarang mengalami komplikasi. Tetapi, komplikasi bisa terjadi jika usus yang keluar terhimpit dan tidak bisa masuk kembali ke rongga perut.

Karena terhimpitnya usus tersebut, maka akan menyebabkan jaringan usus kekurangan asupan oksigen juga nutrisi dari darah. Hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan jaringan serta menimbulkan rasa sakit. Bila asupan darah ke jaringan usus terhenti, akan terjadi kematian jaringan yang akan berujung pada infeksi di rongga perut (peritonitis).

Pencegahan hernia umbilikalis

Hingga kini belum diketahui bagaimana cara mencegah hernia umbilikalis, khusnya pada bayi yang baru lahir. Namun, pada orang dewasa, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko hernia umbilikalis membesar, yaitu:

  • Minum air yang banyak serta mengonsumsi makanan berserat agar tidak terjadi sembelit yang bisa memperparah hernia umbilikalis
  • Memakai pakaian yang longgar dan celana berpinggang rendah, agar tidak terjadi iritasi pada hernia
  • Jangan mengangkat beban berat, sebab bisa menekan dan memperbesar hernia