Cedera Kepala dan Otak

Hematoma Subdural

Kenali hematoma subdural setelah cedera kepala, termasuk gejala yang muncul berminggu-minggu pada lansia atau pengguna pengencer darah; tanda bahaya, CT scan, observasi, burr hole atau craniotomy, dan pencegahan jatuh.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 25 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
RingkasanHematoma subdural adalah kumpulan darah di antara dura dan permukaan otak, biasanya akibat robeknya vena setelah benturan kepala. Perdarahan akut dapat memburuk cepat; bentuk kronis dapat baru menimbulkan sakit kepala, bingung atau kelemahan beberapa minggu kemudian.

Cedera ringan pun dapat bermakna

Lansia, penggunaan anticoagulant/antiplatelet, gangguan pembekuan, alkohol berat dan atrofi otak meningkatkan risiko setelah jatuh yang tampak sepele. Gejala meliputi sakit kepala, muntah, mengantuk, perubahan perilaku/memori, bicara pelo, jalan tidak stabil, kelemahan satu sisi, kejang atau pingsan.

CT adalah pemeriksaan utama

CT kepala cepat menunjukkan lokasi, ukuran, efek tekanan dan pergeseran otak; MRI membantu kasus kronis atau rumit. Dokter memeriksa kesadaran, pupil, kekuatan dan pembekuan. Jangan menganggap kebingungan baru pada lansia sebagai demensia tanpa menanyakan jatuh dan obat pengencer darah.

Penurunan kesadaran setelah benturan adalah daruratHubungi layanan darurat bila setelah cedera kepala muncul muntah berulang, sakit kepala memburuk, bingung, sangat mengantuk, pupil berbeda, kejang, kelemahan, bicara pelo atau pingsan. Risiko tetap ada meski benturan terjadi berminggu lalu atau pasien sempat tampak baik.

Terapi ditentukan ukuran dan kondisi saraf

Hematoma kecil stabil dapat dipantau dengan pemeriksaan dan scan ulang. Perdarahan besar atau bergejala sering memerlukan burr-hole drainage atau craniotomy; anticoagulant dibalik bila perlu. Steroid bukan terapi rutin mandiri. Kejang, tekanan intrakranial dan komplikasi lain ditangani di rumah sakit.

Pemulihan memerlukan pengawasan

Fisioterapi, terapi okupasi, bicara dan kognitif disesuaikan dengan defisit. Obat pengencer darah hanya dimulai ulang setelah tim menimbang risiko bekuan dan perdarahan. Pencegahan jatuh, pencahayaan rumah, pemeriksaan penglihatan dan penggunaan helm mengurangi risiko; hindari alkohol saat pemulihan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS — Subdural haematoma, Cambridge University Hospitals — Acute subdural haematoma. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.