Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Otak

Akathisia

Pengertian akathisia

Akathisia merupakan salah satu gejala bagian saraf otak yang mengatur gerakan (ekstrapiramidal). Yang di tandai adanya rusuh, tidak mau diam juga gelisah. Kata akathisia berasal dari Bahasa Yunani, yaitu akathemi yang artinya Henteu dae cicing (Tidak mau diam).

Penyebab akathisia

Sebagian besar kasus akathisia akibat dari Pengobatan gangguan penyakit skizofrenia. Karena efek samping dari konsumsi obat antipsikotik dan beberapa jenis gangguan jiwa lainnya.

Berdasarkan lama terjadinya, akathisia terdiri dari tiga jenis, yaitu:

  • Akathisia akut, seseorang setelah mengonsumsi obat anti-psikotik, namun gejalanya berlangsung dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.
  • Akathisia kronik, adalah akathisia yang terkadi lebih dari enam bulan.
  • Tardive akathisia, ini akathisia yang terus berlangsung walaupun penderitanya sudah tidak mengonsumsi obat antipsikotik lagi.

Mekanisme terjadinya akathisia belum sepenuhnya dapat dijelaskan secara medis. Namun efek samping dari obat anti-psikotik adalah pemyebab terjadinya akathisia.

Umumnya, ada dua jenis utama obat anti-psikotik.

  • Pertama adalah anti-psikotik tipikal (disebut juga anti-psikotik generasi lama) dan
  • Kedua adalah anti-psikotik atipikal (anti-psikotik generasi baru).

Nah anti-psikotik generasi lama ini diketahui lebih rentan menyebabkan akathisia dibanding dengan generasi baru. Contoh anti-psikotik generasi lama adalah haloperidol danklorpromazin.

Walaupun begitu, ada beberapa jenis anti-psikotik generasi baru (quetiapine, risperidone dan olanzapine) juga dapat menyebabkan akathisia, walaupun risikonya lebih kecil.

Tapi bukan berarti orang yang mengalami akathisia akibat dari mengonsumsi obat anti-psikotik.

Risiko terkena akathisia

Orang yang berisiko akathisia, yang dengan mengonsumsi anti-psikotik dengan kondisi berikut ini:

  • Mereka yang diatas 40 tahun
  • Dalam waktu cepat mendapatkan peningkatan dosis anti-psikotik
  • Mengonsumsi obat anti-psikotik dalam dosis yang tinggi
  • Orang yang mendapat gangguan otak seperti Parkinson, riwayat cedera kepala, atau radang otak (ensefalitis)

Diagnosis akathisia

Dalam pemeriksaan awal dokter akan melakukan wawancara lengkap terkait gejala yang dialami dan obat-obatan yang dikonsumsi selama ini, untuk menentukan diagnosis akathisia.

Dokter juga akan mengamati setiap gerakan-gerakan yang dilakukan pasien selama wawancara. Bila diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah, untuk memastikan bahwa keluhan pasien tidak disebabkan oleh penyakit lain.

Penderita akathisia sentiasa resah, gelisah juga tidak mau diam. Dan mereka menyadari apa yang mereka lakukan. Mereka sangat ingin menghentikan gerakan-gerakan itu, tetapi mereka tidak mampu.

Terlihat cemas dan mudah marah tanpa sebab yang jelas itu adalah tanda lain, selalin melakukan gerakan berulang-ulang bagi penderita akathisia.

Gejala akathisia

Terkadang sulit dibedakan gejala akathisia dengan gangguan ekstrapiramidal lainnya, yaitu tardive dyskinesia.

Baik akathisia maupun tardive dyskinesia sama-sama menimbulkan gerakan-gerakan tak terkendali sepanjang waktu. Hanya yang membedakan adalah bagian tubuh yang dominan bergerak.

Pada kondisi akathisia, yang bergerak-gerak adalah daerah tungkai dan kaki. Sedangkan pada tardive dyskinesia, area wajah dan lengan yang lebih sering bergerak.

Selain itu, biasanya penderita akathisia menyadari bahwa bagian tubuhnya bergerak namun ia tak bisa mengendalikannya. Sementara itu, penderita tardive dyskinesia umumnya tidak sadar bahwa ada bagian tubuhnya yang sedang bergerak tak terkendali.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh penderita akathisia bisa beragam bentuknya, namun yang paling sering dilakukan adalah:

  • Mengetukkan kaki lantai berulang-ulang
  • Menggerakkan tubuh ke depan dan ke belakang saaat berdiri atau duduk
  • Berjalan di tempat
  • Menyilangkan tungkai kaki berganti-gantian (tungkai kanan di atas tungkai kiri, kemudian tungkai kiri di atas tungkai kanan) saat sedang duduk
  • Mondar-mandir tanpa tujuan yang jelas

Pengobatan akathasia

Dalam pengobatan akathisia, hal pertama dan utama yang harus dilakukan adalah mengetahui obat penyebab akathisia. Sebisa mungkin, obat itu akan diturunkan dosisnya secara perlahan, sambil mengganti obatnya dengan obat lain yang lebih kecil kemungkinannya menyebabkan akathisia.

Selain itu, dokter umumnya akan memberikan obat golongan benzodiazepin untuk meredakan kegelisahan yang dialami, serta obat untuk menurunkan tekanan darah. Obat penurun tekanan darah dalam kondisi ini diberikan untuk meredakan gejala yang dialami penderita.

Pencegahan akathasia

Akathisia tidak bisa dicegah sepenuhnya. Akan tetapi, untuk memperkecil kemungkinan mengalami akathisia, mereka yang mengonsumsi obat anti-psikotik disarankan berkonsultasi ke dokter untuk mengubah dosis atau jenis obat. Ikuti saran dan petunjuk penggunaan obat dari psikiater.