Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Jantung, Penyakit Jantung

Sindrom Brugada

Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung yang disebabkan oleh kelainan genetik. Penderita sering kali tidak memiliki gejala, tetapi kondisi ini dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

Jika irama jantung Anda tidak teratur, jantung Anda tidak akan dapat memompa darah ke seluruh tubuh secara efektif. Sebagian penderita sindrom Brugada mungkin mengalami jantung berdebar dan sesak napas, meskipun biasanya tidak mengalami keluhan.

Sindrom Brugada adalah salah satu penyebab utama kematian mendadak pada bayi hingga orang dewasa, meskipun jarang terjadi.

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Brugada

Sindrom Brugada disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada salah satu atau beberapa gen yang bertanggung jawab untuk menjaga irama jantung yang normal. Gen-gen bermutasi ini berasal dari orang tua pasien.

Laki-laki lebih sering mengalami Sindrom Brugada daripada perempuan. Meskipun gejalanya dapat disebabkan dan diperburuk oleh kondisi berikut:

  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Efek samping obat seperti antiaritmia, hipertensi, dan antidepresan
  • Penyalahgunaan narkotikan jenis kokain
  • Demam

Gejala Sindrom Brugada

Gejala sindrom Brugada seringkali tidak ada. Namun, pada beberapa penderita, gejalanya dapat mirip dengan gangguan irama jantung lain, seperti:

  • Sakit kepala
  • Pingsan
  • Sakit di dada
  • Jantung berdebar-debar
  • Susah bernapas
  • Kejang

Seseorang dapat mengalami gejala sindrom Brugada pada usia berapa pun, tetapi mereka lebih sering muncul pada usia 30 hingga 40 tahun. Dehidrasi, konsumsi alkohol berlebihan, dan demam juga dapat menyebabkan gejala tersebut muncul.

Kapan harus ke dokter

Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala sindrom Brugada seperti yang telah dijelaskan di atas.

Kunjungi dokter untuk berbicara langsung agar Anda dapat mengetahui langkah penanganan yang tepat jika Anda membutuhkan saran medis awal sebelum pergi ke fasilitas kesehatan.

Segera telepon ambulans dan berikan pertolongan CPR atau AED secepat mungkin jika Anda menemukan seseorang mengalami henti jantung mendadak. Setelah itu, bawa penderita ke ICU di rumah sakit terdekat.

Diagnosis Sindrom Brugada

Dokter akan mendiagnosis sindrom Brugada dengan menanyakan gejala yang muncul dan apakah ada anggota keluarga pasien yang menderita kondisi serupa. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan detak jantung dan irama jantung.

Untuk membuat diagnosis, dokter juga perlu menjalankan pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Rekaman elektrokardiogram (EKG) atau rekaman jantung, yang dapat dibantu dengan obat
  • Kateterisasi jantung, yang dilakukan untuk memverifikasi irama jantung dengan lebih akurat
  • Periksaan gen untuk mengidentifikasi mutasi genetik

Pengobatan Sindrom Brugada

Implan alat kejut jantung otomatis (ICD) di bawah tulang selangka adalah metode utama pengobatan sindrom Brugada. Perangkat ini terhubung ke jantung melalui pembuluh darah untuk melacak detak jantung. Jika detak jantung tidak teratur, ICD akan mengeluarkan sinyal kejut untuk memastikan detak jantung kembali normal.

Pasien yang menggunakan ICD harus rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengurangi risiko terkena sindrom Brugada. Ini karena ICD dapat mengirimkan sinyal kejut meskipun detak jantung pasien sedang dalam kondisi normal. Jika ICD tidak membantu mengatasi sindrom Brugada, dokter akan menyarankan terapi ablasi jantung.

Dokter dapat meresepkan obat antiaritmia untuk memastikan detak jantung pasien tetap normal selain prosedur di atas.

Komplikasi Sindrom Brugada

Syndrom Brugada dapat menyebabkan henti jantung mendadak, yang merupakan komplikasi yang paling berbahaya. Selain itu, gangguan irama jantung yang disebabkan oleh kondisi ini dapat menyebabkan pingsan karena aliran darah yang tidak lancar ke otak. Penanganan medis diperlukan untuk kedua masalah ini segera.

Pencegahan Sindrom Brugada

Sindrom Brugada tidak dapat dicegah karena kelainan genetik yang menyebabkannya sudah ada sejak lahir. Namun, gejala gangguan irama jantung dapat dicegah dengan pemeriksaan dini.

Periksakan diri ke dokter jantung jika Anda tidak mengalami gejala sindrom Brugada tetapi memiliki anggota keluarga yang menderita sindrom Brugada atau meninggal akibat henti jantung mendadak. Tujuannya adalah untuk menemukan dan mengobati penyakit ini secepat mungkin.

Selain itu, disarankan bagi mereka yang menderita sindrom Brugada untuk:

  • Segera ambil obat penurun demam jika Anda demam dan jangan biarkan demam berlanjut
  • Hindari minum alkohol
  • Sebelum mengonsumsi obat apa pun, konsultasikan diri Anda dengan dokter Anda
  • Menghindari olahraga yang kompetitif atau berat, seperti sepak bola