Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Jamur

Candidiasis

Pengertian Candidiasis

agar penyakit candidiasis bisa dipahami, Anda bisa memulai dengan mengenali candida terlebih dahulu. Candida merupakan kelompok jamur normal yang menetap di dalam tubuh manusia. Ragi tersebut umumnya hidup dalam jumlah sedikit di bagian tubuh tertentu seperti kulit, perut dan mulut tanpa memberikan masalah. Akan tetapi, bila ada kondisi yang berubah atau anomali, ragi tersebut bisa berkembang biak dan tumbuh tak terkendali sehingga mengakibatkan infeksi yang biasa disebut dengan candidiasis.

Candidiasi atau juga kandidiasis yang berkembang biak di mulut atau tenggorokan disebut oral thrush atau kandidiasis orofaringeal. Sedangkan candidiasis di vagina biasa disebut dengan infeksi jamur, ragi vagina atau kandidiasis vaginalis, atau vaginitis. Pada pria bisa saja terkena infeksi kandida genital walaupun jarang terjadi.

Sementara itu candidiasis invasif bisa terjadi ketika candida memasuki aliran darah dan menebar ke seluruh bagian organ penting tubuh seperti jantung, otak, mata, tulang, juga organ lainnya. Kandidiasis jenis ini sangat berbahaya dan bisa merenggut nyawa.

Diagnosis candidiasis

Biasanya, dokter bisa mendiagnosis candidiasis dengan pemeriksaan fisik. Ada kalanya, dokter membutuhkan mengambil sedikit sampel dari mulut, agar diagnosis dapat dipastikan untuk dites ke laboratorium. Sebaliknya candidiasis vaginalis biasanya memiliki gejala yang mirip dengan infeksi vagina lainnya. Sehingga untuk memastikannya, dokter dapat melakukan tes laboratorium dari sampel keputihan vagina.

Sementara itu, diagnosis candidiasis invasif biasanya cukup sulit dilakukan karena umumnya penderita tealah mempunyai penyakit lain. Dibutuhkan sampel darahjika dokter mencurigai kandidiasis darah. Untuk mengkonfirmasi adanya infeksi jamur tersebut akan dilakukan kultur jamur akan dilakukan.

Gejala candidiasis

Pada candidiasis mulut bisa menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Terdapat bercak putih atau kuning pada lidah, bibir, gusi, langit-langit mulut, dan pipi di bagian dalam
  • Pada mulut dan tenggorokan terdapat kemerahan dan rasa sakit
  • Didalam mulut terasa seperti ada kapas
  • Hilangnya pengecapan
  • Terdapat tanda kemerahan atau retak pada sudut mulut
  • Sakit menelan menelan

Pada candidiasis vaginalis bisa menunjukkan gejala yang meliputi:

  • Rasa gatal yang berlebihan di dalam vagina
  • Pada vagina dan vulva terjadi pembengkakan serta warna kemerahan
  • Teraasa sakit dan seperti terbakar ketika buang air kecil
  • Tidak nyaman ketika berhubungan intim
  • Terdapat keputihan sangat kental serta berwarna putih keju kusam.
  • Pada seorang pria dengan infeksi candidiasis biasanya akan mengalami ruam gatal pada penisnya.

Sebaliknya gejala candidiasis invasif umumnya ada demam dan mengigil yang tidak sembuh hanya dengan antibiotik. apabila menyerang suatu organ, maka akan muncul gejala lain yang berjalan sesuai dengan gangguan pada organ tubuh yang telah terinfeksi.

Pengobatan candidiasis

Umumnya pengobatan candidiasis adalah dengan menggunakan obat antijamur seperti nistatin, klotrimazol, mikonazol dan flukonazol.

Sedangkan pada candidiasis vagina umumnya bisa digunakan obat yang langsung dimasukan ke dalam vagina seperti flukonazol ovula. Untuk candidiasis invasif akan diobati dengan obat antijamur secara oral atau lewat pembuluh darah.

Penyebab candidiasis

Oral thrush atau jamur mulut kerap sekali terjadi pada bayi, orang usia lanjut, serta mereka yang sistem kekebalan tubuhnya sangat rendah, misalnya penyandang HIV/AIDS. Candidiasis mulut juga bisa terjadi pada penderita kanker, orang-orang yang mengkonsumsi kortikosteroid, penderita diabetes, pengguna gigi palsu, serta perokok.

Candidiasis vaginalis adalah masalah kesehatan yang selalu terjadi pada wanita. Tiga dari empat kaum wanita pernah menderita infeksi ini. Ini terjadi karena banyaknya ragi yang tumbuh karena terganggunya keseimbangan dalam vagina. Hal ini terjadi pada wanita hamil, menderita diabetes, pengguna lubrikan atau pelumas tetapi tidak cocok, menggunakan spermisida (alat kontrasepsi untuk membunuh sperma), alat kontrasepsi lain, juga saat sistem kekebalan tubuh melemah.

Pada penderita diabetes biasanya terkena candidiasis invasif akan meningkat, mereka yang gagal ginjal, juga mereka yang menggunakan antibiotik dengan spektrum luas, menggunakan kateter vena sentral (alat akses ke pembuluh darah sentral yang biasanya di seputar jantung), juga pasien yang tengah dirawat di ICU dan saat itu sistem kekebalan tubuhnya dalam kondisi lemah. Penyakit ini juga selalu terjadi pada mereka yang dirawat di rumah sakit dengan waktu yang lama atau di fasilitas perawatan kesehatan seperti panti jompo.

Pencegahan candidiasis

Untuk mencegah candidiasis mulut dibutuhkan langkah yangn cukup mudah, yaitu selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap saat. Dan bagi mereka yang berisiko tinggi juga bisa menggunakan obat kumur antiseptik yang mengandung klorhexidine. Obat ini berguna sebagai pencegahan bagi mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Untuk candidiasis vaginalis bisa dicegah dengan menjaga kebersihan organ intim dengan kondisi keseimbangan jamur baik (flora) dalam vagina. Penggunaan celana dalam dari bahan katun sangat disarankan sehingga membuat kondisi tetap kering dan peredaraan udara berlangsung baik. Gangguan jamur ini juga bisa menyebar lewat hubungan seksual. Upayakan untuk menggunakan pengaman ketika berhubungan intim.

Pencegahan candidiasis invasif bisa dilakukan dengan memberikan obat antifungal untuk mereka yang memiliki risiko tinggi.