Beranda/Ginjal, Darah, dan Infeksi/Sindrom Hemolitik Uremik

Ginjal, Darah, dan Infeksi

Sindrom Hemolitik Uremik

Pahami HUS dari penghancuran sel darah merah, trombosit rendah dan acute kidney injury, sering setelah Shiga toxin E. coli; tanda pucat, memar, urine berkurang dan bengkak; tes darah/urine/tinja, perawatan rumah sakit dan dialisis; serta alasan antibiotik/antidiare tidak digunakan sembarang.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanSindrom hemolitik uremik (HUS) adalah kombinasi microangiopathic hemolytic anemia, trombosit rendah dan cedera ginjal akut. Pada anak, bentuk paling umum muncul beberapa hari setelah diarrhea—sering berdarah—akibat Shiga toxin-producing E. coli, meski bentuk complement-mediated dan penyebab lain juga ada.

Gejala berubah ketika ginjal mulai terkena

Setelah kram, muntah dan diarrhea, anak dapat menjadi pucat, sangat lelah, mudah memar, urine berkurang, wajah/kaki bengkak atau tekanan naik. Demam tidak wajib. Kejang, kebingungan, sesak atau perdarahan menandakan keterlibatan berat. HUS juga dapat terjadi pada dewasa, terutama lansia.

Tes menilai tiga komponen utama

CBC menunjukkan anemia dan thrombocytopenia; blood smear, LDH, haptoglobin/reticulocyte menilai hemolysis; creatinine, electrolyte dan urine menilai ginjal. Stool PCR/culture mencari Shiga toxin. ADAMTS13 membedakan TTP pada konteks tertentu, dan complement/genetic testing membantu atypical HUS.

Urine berkurang setelah diare berdarah adalah daruratKe IGD untuk urine jauh berkurang, pucat/lemas, memar tak biasa, bengkak, darah pada urine/tinja, kejang atau sulit dibangunkan setelah diare. Jangan memberi loperamide atau antibiotik sisa pada diare berdarah tanpa penilaian.

Perawatan suportif dilakukan di rumah sakit

Cairan dan electrolyte diberikan terukur, tekanan/urine dipantau, red-cell transfusion dan dialysis digunakan bila perlu. Platelet transfusion biasanya hanya untuk perdarahan/prosedur tertentu. Pada suspected STEC, antibiotic dan antimotility drug tidak boleh digunakan tanpa specialist karena dapat menambah risiko HUS; atypical HUS dapat memerlukan complement inhibitor.

Keamanan pangan mencegah banyak kasus

Masak daging giling matang, hindari susu/jus tidak dipasteurisasi, pisahkan makanan mentah, cuci tangan setelah toilet/hewan dan jangan berenang/menyiapkan makanan saat diarrhea. Anak dengan diarrhea berdarah perlu arahan cepat dan hidrasi. Setelah pulih, pantau tekanan, urine dan fungsi ginjal karena sebagian mengalami hipertensi atau CKD.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — hemolytic uremic syndrome in children, CDC — E. coli symptoms and care. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.