Gejala berubah ketika ginjal mulai terkena
Setelah kram, muntah dan diarrhea, anak dapat menjadi pucat, sangat lelah, mudah memar, urine berkurang, wajah/kaki bengkak atau tekanan naik. Demam tidak wajib. Kejang, kebingungan, sesak atau perdarahan menandakan keterlibatan berat. HUS juga dapat terjadi pada dewasa, terutama lansia.
Tes menilai tiga komponen utama
CBC menunjukkan anemia dan thrombocytopenia; blood smear, LDH, haptoglobin/reticulocyte menilai hemolysis; creatinine, electrolyte dan urine menilai ginjal. Stool PCR/culture mencari Shiga toxin. ADAMTS13 membedakan TTP pada konteks tertentu, dan complement/genetic testing membantu atypical HUS.
Perawatan suportif dilakukan di rumah sakit
Cairan dan electrolyte diberikan terukur, tekanan/urine dipantau, red-cell transfusion dan dialysis digunakan bila perlu. Platelet transfusion biasanya hanya untuk perdarahan/prosedur tertentu. Pada suspected STEC, antibiotic dan antimotility drug tidak boleh digunakan tanpa specialist karena dapat menambah risiko HUS; atypical HUS dapat memerlukan complement inhibitor.
Keamanan pangan mencegah banyak kasus
Masak daging giling matang, hindari susu/jus tidak dipasteurisasi, pisahkan makanan mentah, cuci tangan setelah toilet/hewan dan jangan berenang/menyiapkan makanan saat diarrhea. Anak dengan diarrhea berdarah perlu arahan cepat dan hidrasi. Setelah pulih, pantau tekanan, urine dan fungsi ginjal karena sebagian mengalami hipertensi atau CKD.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — hemolytic uremic syndrome in children, CDC — E. coli symptoms and care. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.