Infeksi Abdomen dan Bedah Darurat

Peritonitis

Pahami peritonitis sebagai inflamasi atau infeksi peritoneum akibat appendix/usus/ulkus bocor, diverticulitis, pancreatitis, trauma/operasi, spontaneous bacterial peritonitis pada ascites atau peritoneal dialysis; nyeri hebat, guarding, perut bengkak, demam, muntah dan urine berkurang; darah, lactate, imaging, paracentesis atau cairan dialysis; resuscitation, antibiotik dan source control melalui operasi/drainase; pencegahan PD; serta mengapa tidak boleh menunggu atau mengandalkan pereda nyeri.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
RingkasanPeritonitis adalah peradangan pada selaput rongga perut, sering karena infeksi. Kebocoran usus atau organ, bakteri pada ascites akibat cirrhosis, dan kontaminasi peritoneal dialysis adalah jalur berbeda. Semua dapat berkembang menjadi sepsis dan memerlukan penilaian rumah sakit segera.

Penyebab menentukan tindakan

Secondary peritonitis terjadi saat appendix, diverticulum, ulcer, gallbladder atau usus bocor/pecah; ischemia, pancreatitis, trauma dan komplikasi operasi juga mungkin. Spontaneous bacterial peritonitis muncul pada ascites tanpa lubang jelas, terutama cirrhosis. Pada peritoneal dialysis, kuman dapat masuk saat pertukaran atau melalui exit site. Peritonitis kimia tanpa infeksi juga mungkin tetapi tetap darurat.

Gejala dapat cepat memburuk

Nyeri menyebar atau lokal yang makin berat, guarding/rigidity, perut bengkak, demam/menggigil, mual, muntah, nadi cepat dan urine berkurang umum. Lansia, immunocompromised atau cirrhosis dapat hanya bingung/lemas. Pada PD, effluent keruh/bercak putih, nyeri atau exit-site merah harus dianggap peritonitis sampai dinilai; jangan membuang kantong karena dibutuhkan untuk sampel.

Peritonitis adalah keadaan darurat medisKe IGD sekarang untuk nyeri perut berat/memburuk, perut keras atau membesar, demam/menggigil, muntah terus, pingsan, kebingungan, nadi cepat atau urine sedikit. Pasien PD harus segera menghubungi tim bila effluent keruh atau nyeri—bawa kantong drainase dan jangan menunggu demam.

Diagnosis dan resuscitation berjalan bersamaan

Tim memberi akses IV, cairan, analgesia dan antibiotik setelah culture bila tidak menunda. Darah menilai infection, organ dan lactate; CT/ultrasound mencari perforation/abscess. Ascitic tap menghitung neutrophil dan culture; PD effluent juga diperiksa. Nyeri yang berkurang setelah analgesic tidak menyingkirkan penyakit. Jangan makan/minum bila operasi mungkin sampai diarahkan.

Source control menyelamatkan nyawa

Perforasi, appendix pecah, dead bowel atau abscess memerlukan operasi atau drainage selain antibiotik. SBP mendapat antibiotik dan sering albumin pada konteks tertentu, lalu pencegahan recurrence. PD peritonitis biasanya memakai antibiotic intraperitoneal sesuai culture dan tim dialysis memutuskan catheter. Teknik tangan, masker, exit-site care dan pelatihan exchange mengurangi risiko; jangan menambahkan obat sendiri ke cairan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS — peritonitis, NIDDK — peritoneal dialysis and peritonitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.