Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Diabetes

Diabetes Gestasional

Pengertian diabetes gestasional

Diabetes gestasional merupakan diabetes yang di alami wanita hamil, dan berlangsung selama masa kehamilan sampai proses persalinan. Keadaan ini biasanya terjadi pada minggu ke 13-28 kehamilan.

Penyakit diabetes gestasional timbul saat tubuh kurang memproduksi insulin sebagai pengontrol kadar glukosa (gula) darah saat-saat masa kehamilan. Keadaan ini adalah salah satu komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi.

Penyebab diabetes gestasional

Belum di ketahui dengan pasti penyebab diabetes gestasional. Akan tetapi, kondisi ini diperkirakan terjadi karena tubuh memproduksi lebih banyak hormon estrogen, HPL (human placental lactogen), pertumbuhan hotmonserta kortisol, di masa kehamilan.

Meningkatnya jumlah hormon ini menjadikan tubuh semakin sulit memproses gula darah. Hal tersebut dinamakan dengan resistensi insulin. Pada akhirnya, kadar gula darah meningkat dan menimbulkan keluhan diabetes gestasional.

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko ibu hamil terkena diabetes gestasional, yaitu:

  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Pernah mengalami diabetes gestasional di kehamilan sebelumnya
  • Ada riwayat keluarga yang menderita diabetes
  • Menderita kelainan hormnal (polycystic ovary syndrome-PCOS)
  • Pernah menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Persalian dengan bayi berat badan lebih dari 4,5 kg di kehamilan sebelumnya

Gejala diabetes gestasional

Diabetes gestasional mempunyai gejala pada saat kadar gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia). Tanda-tanda di antaranya adalah:

  • Merasa haus
  • Intensitas buang air kecil meningkat
  • Mulut kering
  • Mudah lelah
  • Penglihatan buram

Beberapa gejala di atas juga biasa terjadi pada ibu hamil. Maka dari itu, setiap ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi ke dokter dan memeriksakan diri secara berkala.

Saatnya ke dokter

Crpat periksakan diri ke dokter bila Anda sedang hamil dan mengalami gejala seperti di atas. Nantinya dokter akan memberikan perawatan serta memantau terus kadar gula darah, kesehatan ibu serta janin dengan menyeluruh.

Catatan: Pemeriksaan kehamilan ada baiknya dilakukan sejak Anda sudah merasa positif hamil dan dijalani secara berkala sesuai anjuran dokter. Hal tersebut akan memberi kemudahan dokter dalam menskrining dan mengontrol kadar gula darah Anda di masa kehamilan.

Diagnosis diabetes gestasional

Dokter akan melakukan diagnosis serta mengajukan pertanyaan terkait gejala yang dialami, juga riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Selanjutnya, dokter akan melakukan tes skrining dan diagnosis.

Tes skrining pada diabetes gestasional akan dilakukan pada usia kehamilan 24 minggu ke atas. Pemeriksaan ini juga akan dilakukan bagi ibu hamil yang tidak mengalami gejala serta riwayat diabetes tipe 1 atau 2. Dan tes tersebut meliputi:

  • Tes toleransi glukosa oral (TTGO) awal
    Dalam tes ini, dokter akan memeriksa kadar gula darah pasien 1 jam sebelum dan setelah minum larutan glukosa. Jika hasil TTGO awal memperlihatkan kadar gula darah di atas 130–140 mg/dL, pasien akan dirujuk untuk menjalani TTGO lanjutan.
  • Tes toleransi glukosa oral (TTGO) lanjutan
    TTGO lanjutan diljalankan dengan memberikan larutan glukosa dengan kadar gula lebih tinggi dari tes awal. Selanjutnya, kadar gula darah pasien akan diperiksa tiga kali dalam 3 jam. Apabila 2 kali dalam 3 tes, pasien menunjukkan kadar gula darah tinggi, pasien akan dinyatakan menderita diabetes gestasional.

Pemeriksaan-pemeriksaan lainnya juga akan di lakukakan, seperti:

  • Tes HbA1c, untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah dalam kurun waktu 3 bulan terakhir
  • Tes air urine, agar mengetahui kadar protein, keton, dan kreatinin dalam urine
  • USG kandungan, agar dapat mengukur perkiraan panjang dan berat badan janin
  • Rekam jantung, untuk mengetahui kelainan jantung yang bisa menjadi indikasi komplikasi hiperglikemia

Pengobatan diabetes gestasional

Tujuan dari semua penanganan diabetes gestasional adalah untuk mengendalikan kadar gula darah serta mencegah komplikasi kehamilan dan persalinan. Prosedur pengobatannya bisa berupa diet, olahraga, atau obat-obatan, seperti:

  1. Diet
    Ubah pola makan, gunanya untuk mengontrol kadar gula darah. Banyak konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Dokter juga akan memberikan saran kepada pasien untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman yang berisi lemak jenuh serta gula tinggi.
  2. Olahraga
    Rajin melakukan olahraga semasa hamil akan membantu menurunkan kadar gula darah. Makanya, ibu hamil sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait jenis olahraga yang ccok dengan kondisi kesehatan.

    Selain mampu menurunkan gula darah, rajin berolahraga juga bisa meringankan berbagai keluhan terkait kehamilan, seperti nyeri di punggung, kesemutan, kaki bengkak, susah buang air besar, dan susah tidur.

  3. Obat-obatan
    Apabila diet serta olahraga tidak manjur dalam menangani diabetes gestasional, dokter bisa meresepkan obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah. Konsumsi yang diresepkan dokter adalah metformin. Jika dibutuhkan, dokter juga bisa memberikan insulin suntik.
Komplikasi diabetes gestasional

Diabetes gestasional yang tidak ditangani bisa mengakibatkan beberapa komplikasi kesehatan bagi ibu dan bayi, seperti:

  • Preeklampsia (sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin)
  • Melahirkan dengan proses bedah (caesar)
  • Diabetes tipe 2
  • Risiko diabetes gestasional di kehamilan akan datang

Pada bayi juga akan terjadi komplikasi diabetes gestasional, seperti:

  • Lahir dengan kondisi berat badan berlebih
  • Terlahir lebih dini (prematur)
  • Jaundice (Penyakit kuning)
  • Mati ketika masih di dalam rahim atau tidak berapa lama setelah terlahir
  • Menderita gangguan pernapasan
  • Gula darah rendah atau hipoglikemia
  • Diabetes tipe 2 ketika besar

Pencegahan Diabetes Gestasional

Belum diketahui dengan pasti cara untuk mencegah diabetes gestasional. Namun, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena diabetes gestasional, seperti:

  • Konsumsi makanan dengan gizi lengkap serta seimbang, khususnya sayuran, buah-buahan, juga biji-bijian
  • Menghindari konsumsi makanan cepat saji juga makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi
  • Makan dengan porsi kecil, namun sering
  • Jadwal makan yang teratur
  • Rajin berolahraga sesuai kondisi kesehatan
  • Usahakan memulai kehamilan dengan berat badan ideal
  • Membatasi kenaikan berat badan dengan berlebihan di masa kehamilan