Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Demam

Glandular Fever; Demam Kelenjar

Pengertian demam kelenjar

Demam kelenjar merupakan penyakit karena infeksi virus, dan lebih sering menyerang remaja. Demam kelenjar mempunyai gejala yang mirip dengan gejala flu, diantaranya adalah demam, sakit tenggorokan, juga menggigil.

Penyakit demam kelenjar tidak berbahaya dan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam hitungan minggu. Pasca sembuh, orang yang pernah mengalami demam kelenjar biasanya akan kebal terhadap penyakit ini.

Dalam dunia medis, demam kelenjar dikenal sebagai mononukleosis. Sebutan lain dari penyakit ini juga biasa disebut dengan kissing disease karena biasanya menular lewat ciuman.

Penyebab Demam Kelenjar

Demam kelenjar dipicu oleh epstein barr virus (EBV). Seseorang bisa terinfeksi virus ini jika terpapar air liur penderita, contohnya lewat ciuman serta berbagi pemakaian alat makan. Penularan bisa juga terjadi jika seseorang dengan tidak sengaja menghirup cipratan air liur penderita, seperti saat penderita bersin atau batuk.

Tidak hanya di air liur, virus EBV juga ada di dalam darah serta sperma penderita penyakit ini. Maka dari itu, penyakit ini juga dapat menular lewat transfusi darah, donor organ tubuh, juga hubungan seksual.

Virus epstein barr mempunyai masa inkubasi 4-7 minggu sebelum timbul gejala. Maka dari itu, seseorang bisa saja tidak mengetahui telah mengidap demam kelenjar dan juga bisa menularkan virus ini ke orang lain.

Dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa demam kelenjar bisa menular ke orang lain hingga 18 bulan setelah penderita sembuh.

Glandular fever atau demam kelenjar dapat menginfeksi siapa saja, akan tetapi penyakit ini lebih banyak menyerang remaja di awal usia 20-an.

Gejala Demam Kelenjar

Biasanya gejala demam kelenjar akan muncul 4–6 minggu setelah seseorang terinfeksi virus penyebab penyakit ini. Ada sebagian penderita yang mengalami gejala cenderung ringan, bahkan tidak ada sama sekali.

Demam kelenjar menyerupai gejala awal yang mirip dengan gejala flu, yaitu:

  • Sakit pada bagian kepala
  • Tenggorokan nyeri
  • Demam disertai menggigil
  • Badan lemas
  • Sakit otot

Lewat dari 1–2 hari, akan timbul gejala lain berupa:

  • Kelenjar getah bening yang membengkak
  • Kulit menguning juga bagian putih mata (sakit kuning)
  • Ruam merah akan muncul, seperti sakit campak, muncul di wajah atau bagian tubuh lain
  • Pada langit-langit mulut timbul bintik-bintik merah
  • Perut tidak nyaman karena terjadi pembesaran limpa
Saatnya pergi ke dokter

segera periksakan diri ke dokter jika gejala tersebut sudah terjadi lebih dari 10 hari atau jika mengalami sakit tenggorokan yang tidak tertahankan diatas dari 2 hari. Periksakan juga ke dokter apabila Anda mengalami gejala berikut:

  • Sakit yang sangat hebat pada kepala dan kaku di leher
  • Kelenjar getah bening membengkak terjadi di banyak bagian tubuh
  • Sakit perut yang berat

Diagnosis demam kelenjar

Untuk mendiagnosis demam kelenjar dokter akan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan pasien. Lalu doketer juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat apakah ada kelainan, misalnya, membengkaknya kelenjar getah bening dan pembesaran limpa.

Agar bisa dipastikan apakah pasien menderita demam kelenjar, dokter akan melakukan tes darah. Lewat sampel darah tersebut, apakah ada keberadaan antibodi virus epstein barr akan terdeteksi. Tes darah juga dipakai untuk melihat apakah ada kelainan atau meningkatnya kadar sel darah putih.

Pengobatan Demam Kelenjar

Biasanya demam kelenjar akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Dan dalam kurun waktu tersebut, pasien dianjurkan melakukan perawatan mandiri di rumah agar gejala segela mereda. Berikut perawatan yang dilakukan:

  • Istirahat cukup
  • Berkumur dengan air garam
  • Perbanyak minum air putih
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, yaitu paracetamol
Catatan:

Istirahat yang cukup akan mempercepat proses pemulihan. Maka dari itu, bersabar untuk tidak segera melakukan aktivitas berat, supaya demam kelenjar tidak kambuh kembali.

Selalu konsultasikan dengan dokter, kapan saat yang tepat untuk kembali beraktivitas. Umumnya, penderita butuh waktu sampai 3 bulan untuk sembuh total.

Demam kelenjar bisa mengganggu fungsi hati. Oleh karena itu, jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama belum sembuh total, alkohol akan mengganggu fungsi hati.

Komplikasi demam kelenjar

Biasanya demam kelenjar tidak menjadi masalah serius. Walaupun begitu, beberapa penderita bisa saja terserang infeksi sekunder di amandel (tonsilitis) atau sinus (sinusitis). Berikut kasus yang jarang terjadi, demam kelenjar juga dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Limpa robek, karena membesar
  • Peradangan pada otot jantung
  • Hepatitis
  • Menurunnya jumlah sel darah sehingga mudah terjadi kurang darah dan lebih gampang berdarah
  • Saluran pernapasan tersumbat karena amandel membesar
  • Gangguan meningitis, ensefalitis, dan sindrom guilain-barre

Pencegahan Demam Kelenjar

Demam kelenjar menular melalui air liur. Maka dari itu, lakukan pencegahan dengan tidak kontak langsung dengan air liur penderita demam kelenjar. Dengan melakukan beberapa cara seperti:

  • Tidak berciuman dengan mereka yang terdeteksi mengalami gejala demam kelenjar.
  • Hindari berbagi pemakaian gelas, alat makan, serta sikat gigi dengan orang lain.
  • Menjaga kebersihan diri, termasuk rajin mencuci tangan.