Pengertian demam kelenjar
Demam kelenjar merupakan infeksi yang diakibatkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). EBV biasanya menjangkitkan anak-anak. Setelah terinfeksi, anak membangkitkan imunitas seumur hidup terhadap penyakit.
Infeksi tersebut disebarkan lewat air liur atau ludah penderita yang mengandung virus ini. Penderita yang terserang demam kelenjar adalah orang dengan usia 15-24 tahun. apa itu anak laki-laki ataupun perempuan mempunyai risiko yang sama besar.
Penyebab demam kelenjar
Demam kelenjar pemicunya adalah virus Epstein-Barr (EBV). Virus ini dalam keluarga herpes termasuk di dalamnya virus simplex dan sitomegalovirus.
Infeksi dengan EBV lazim terjadi pada saat kanak-kanak dan hanya berupa gejala ringan. EBV menyerang dua jenis sel dalam tubuh, yakni sel kelenjar liur dan sel darah putih yang dikenal sebagai limfosit B.
Akibat terinfeksi limfosit B dapat mengakibatkan pembesaran kelenjar getah bening.
Demam kelenjar ditularkan dari kontak langsung lewat cairan penderita. Umumya virus ditularkan lewat cairan penderita ketika penderita bersin atau ciuman.
Diagnosis demam kelejar
Menentukan diagnosis demam kelenjar bisa dilakukan lewat tanya jawab medis serta pemeriksaan fisik. Biasanya penderita akan mengadukan adanya demam dan pembesaran kelenjar.
Gejala demam kelenjar
Gejala lain yang muncul adalah gejala yang umum akibat infeksi virus seperti sakit otot, sakit ada tenggorokan atau berkeringat.
Tes darah bisa dilakukan guna menyingkirkan infeksi cytomegalovirus, rubella, mumps, dan toksoplasmosis.
Gejala dari demam kelenjar yang pada umumnya dikeluhkan adalah:
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Pembengkakan kelenjar
- Lemas
- Sakit otot
- Berkeringat padahal udara tidak panas
- Tidak nafsu makan
- Adanya bintik pada kulit
Pengobatan demam kelenjar bersifat dukungan
Penderita diajarkan agar banayk istirahat, banyak minum air, dan juga pemberian obat penurun demam.
Dan jika penderita mendapatkan komplikasi berupa infeksi, misalkan infeksi paru, maka diberikan antibiotik.
Pencegahan demam kelenjar
Demam kelenjar sangat mudah menular. Oleh sebab itu, jagalah kebersihan diri. Cuci kedua tangan dengan cara yang benar serta cuci kain atau seprai yang telah ternoda dengan cairan yang infeksius.
Hindari berciuman dengan penderita demam kelenjar. Juga, jangan berbagi tempat makan dengan penderita demam kelenjar.