Tes infeksi berbeda dari tes penyakit
TST/Mantoux atau IGRA menunjukkan respons imun terhadap TB tetapi tidak membedakan laten dan aktif. Orang bergejala atau hasil positif memerlukan evaluasi penyakit dengan wawancara, pemeriksaan, chest X-ray, sputum rapid molecular/culture, atau sampel organ terkait. BCG dapat memengaruhi TST, sedangkan IGRA tidak dipengaruhi vaksin.
TB dapat mengenai hampir semua organ
Selain batuk, demam, keringat malam, dan berat turun, TB kelenjar menyebabkan benjolan; TB tulang belakang nyeri/kelemahan; meningitis TB sakit kepala, muntah, kaku atau bingung; ginjal menyebabkan darah urine. Anak, HIV, diabetes, malnutrisi, silicosis, perokok, dan pengguna immunosuppressant lebih berisiko progresi.
Preventive treatment mencegah TB aktif
Setelah active TB disingkirkan, orang dengan infection dan risiko tertentu mendapat regimen preventive berbasis rifamycin/isoniazid sesuai usia, kehamilan, HIV, interaksi, dan pedoman nasional. Kontak serumah perlu screening meski merasa sehat. BCG terutama melindungi anak dari bentuk berat seperti meningitis/miliary, bukan jaminan tidak terinfeksi.
Terapi penyakit mengikuti lokasi dan resistansi
Regimen menggunakan beberapa antibiotik selama berbulan-bulan; TB meningitis/tulang, kehamilan, HIV, anak, atau drug-resistant TB memerlukan penyesuaian. Dukungan puskesmas/program TB membantu tes, obat, adherence, contact tracing, nutrisi dan BPJS/JKN. Jangan menyembunyikan diagnosis karena stigma—data dan komunikasi mengikuti aturan kesehatan publik.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — Tuberculosis overview, WHO — TB questions and answers, CDC — Active TB disease. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.