TB dan Kesehatan Paru

TB Paru

Pahami TB paru aktif akibat Mycobacterium tuberculosis: batuk lama, dahak/darah, demam, keringat malam dan berat turun; penularan melalui udara, rapid molecular sputum test, chest X-ray dan culture/susceptibility, masker/ventilasi, regimen obat lengkap, efek samping dan contact investigation.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 25 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
RingkasanTB paru adalah penyakit aktif Mycobacterium tuberculosis di paru dan dapat menular melalui udara ketika penderita bernapas, bicara, batuk, atau bernyanyi. Penularan bukan melalui berbagi piring atau sentuhan biasa; diagnosis dan pengobatan dini melindungi pasien serta orang serumah.

Batuk dapat ringan tetapi berlangsung lama

Batuk berdahak tiga minggu atau lebih, batuk darah, nyeri dada, demam, keringat malam, lelah, nafsu dan berat turun adalah pola umum; orang dengan HIV atau imunitas lemah dapat memiliki gejala/X-ray tidak khas. Pneumonia, kanker, bronchiectasis, dan jamur dapat menyerupai sehingga gejala saja tidak memastikan.

Tes dahak molekuler menjadi pemeriksaan awal utama

Rapid molecular test mendeteksi TB dan sebagian resistansi dalam waktu cepat; smear menilai beban/menular, culture dan drug-susceptibility mengonfirmasi lebih lengkap tetapi lebih lambat. Chest X-ray mendukung dan mencari luas penyakit, bukan bukti tunggal. Beberapa sampel atau bronchoscopy diperlukan bila dahak sulit didapat.

Batuk darah banyak atau sesak adalah daruratKe IGD untuk batuk darah lebih dari bercak, sesak berat, pingsan, bibir biru, kebingungan, atau nyeri dada berat. Pakai masker saat menuju fasilitas dan beri tahu petugas bahwa TB dicurigai agar penempatan udara aman.

Kurangi paparan udara sambil menunggu arahan

Gunakan masker yang baik, buka ventilasi, batasi ruang tertutup bersama, tutup batuk, dan ikuti petunjuk puskesmas/RS tentang isolasi. Anak kecil, lansia, hamil, serta orang dengan HIV/imunosupresi serumah perlu contact investigation cepat. Lamanya menular ditentukan respons klinis, obat efektif, dan hasil sputum—bukan perkiraan sendiri.

Obat harus sesuai hasil dan dituntaskan

TB sensitif obat biasanya memakai kombinasi rifampicin, isoniazid, pyrazinamide, dan ethambutol lalu fase lanjutan, dengan regimen/durasi mengikuti pedoman nasional dan kondisi. Putus obat memicu relapse dan resistansi. Laporkan kuning, muntah berat, penglihatan berubah, ruam berat, kebas, atau interaksi rifampicin termasuk kontrasepsi/ARV.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO — Tuberculosis fact sheet, CDC — Clinical overview of TB disease. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.