Penyebab bukan hanya popcorn
Paparan kerja terhadap diacetyl dan 2,3-pentanedione pada produksi flavoring, kopi dan makanan telah dikaitkan kuat. Gas iritan berat, beberapa infeksi, rheumatoid/connective tissue disease, obat tertentu, serta chronic rejection setelah transplantasi paru atau stem-cell juga dapat menyebabkan obliterative bronchiolitis. Risiko vaping terhadap berbagai cedera paru nyata, tetapi tidak setiap penyakit akibat vape adalah popcorn lung.
Gejala dapat menyerupai asthma
Batuk kering, sesak saat aktivitas, mengi dan lelah berkembang dalam minggu hingga bulan dan dapat terus memburuk setelah paparan berhenti. Demam tinggi atau gejala flu lebih mengarah ke infeksi/EVALI akut. Riwayat kerja, bahan, ventilasi dan rekan kerja sakit sangat penting; penyakit langka ini kadang disalahartikan sebagai asthma atau COPD.
Pemeriksaan fungsi dan gambaran paru
Spirometry sering menunjukkan obstruction yang tidak banyak membaik setelah bronchodilator. High-resolution CT dengan gambar inspirasi-ekspirasi dapat menunjukkan air trapping/mosaic attenuation; tes jalan, oksigen dan diffusion menilai dampak. Biopsy paru kadang diperlukan tetapi dapat melewatkan lesi yang tersebar dan memiliki risiko, sehingga diagnosis dilakukan tim pulmonologi dengan konteks paparan.
Hentikan paparan secepatnya
Tidak ada obat yang menghilangkan parut. Menghentikan paparan, bronchodilator untuk gejala terpilih, rehabilitasi paru, vaksinasi dan oksigen bila rendah dapat membantu; immunosuppression terutama relevan pada penyebab tertentu dan tidak selalu efektif untuk parut. Kasus sangat berat mungkin memerlukan transplantasi. Tempat kerja harus memakai substitusi, enclosure, ventilasi dan respirator yang sesuai—masker biasa tidak cukup untuk uap kimia.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC/NIOSH — flavorings and lung disease, CDC/NIOSH — flavoring-related lung disease. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.