Beranda/Paru-paru dan Paparan Kerja/Popcorn Lung (Bronchiolitis Obliterans)

Paru-paru dan Paparan Kerja

Popcorn Lung (Bronchiolitis Obliterans)

Pahami popcorn lung sebagai nama populer obliterative bronchiolitis—jaringan parut permanen pada bronkiolus—yang terkait inhalasi diacetyl dan flavoring tertentu, gas iritan, transplantasi atau penyakit lain; batuk kering, sesak dan mengi yang progresif; perbedaan dari EVALI, asthma dan infeksi; spirometry, CT inspirasi-ekspirasi dan biopsy terpilih; penghentian paparan, terapi pendukung serta transplantasi; perlindungan pekerja dan vaping; serta sesak berat yang darurat.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
Ringkasan“Popcorn lung” adalah nama populer bronchiolitis obliterans atau constrictive bronchiolitis: bronkiolus menyempit karena jaringan parut yang biasanya tidak dapat dipulihkan. Istilah ini berasal dari pekerja pabrik popcorn yang menghirup uap perisa mentega seperti diacetyl; memakan popcorn tidak menyebabkan penyakit ini.

Penyebab bukan hanya popcorn

Paparan kerja terhadap diacetyl dan 2,3-pentanedione pada produksi flavoring, kopi dan makanan telah dikaitkan kuat. Gas iritan berat, beberapa infeksi, rheumatoid/connective tissue disease, obat tertentu, serta chronic rejection setelah transplantasi paru atau stem-cell juga dapat menyebabkan obliterative bronchiolitis. Risiko vaping terhadap berbagai cedera paru nyata, tetapi tidak setiap penyakit akibat vape adalah popcorn lung.

Gejala dapat menyerupai asthma

Batuk kering, sesak saat aktivitas, mengi dan lelah berkembang dalam minggu hingga bulan dan dapat terus memburuk setelah paparan berhenti. Demam tinggi atau gejala flu lebih mengarah ke infeksi/EVALI akut. Riwayat kerja, bahan, ventilasi dan rekan kerja sakit sangat penting; penyakit langka ini kadang disalahartikan sebagai asthma atau COPD.

Sesak berat setelah paparan kimia adalah daruratPindah ke udara segar tanpa membahayakan diri dan hubungi layanan darurat bila sulit bernapas, bibir biru, nyeri dada, kebingungan, pingsan atau paparan gas pekat. Jangan kembali ke area dan jangan mencampur bahan pembersih. Batuk/sesak progresif terkait pekerjaan perlu evaluasi okupasi-paru segera.

Pemeriksaan fungsi dan gambaran paru

Spirometry sering menunjukkan obstruction yang tidak banyak membaik setelah bronchodilator. High-resolution CT dengan gambar inspirasi-ekspirasi dapat menunjukkan air trapping/mosaic attenuation; tes jalan, oksigen dan diffusion menilai dampak. Biopsy paru kadang diperlukan tetapi dapat melewatkan lesi yang tersebar dan memiliki risiko, sehingga diagnosis dilakukan tim pulmonologi dengan konteks paparan.

Hentikan paparan secepatnya

Tidak ada obat yang menghilangkan parut. Menghentikan paparan, bronchodilator untuk gejala terpilih, rehabilitasi paru, vaksinasi dan oksigen bila rendah dapat membantu; immunosuppression terutama relevan pada penyebab tertentu dan tidak selalu efektif untuk parut. Kasus sangat berat mungkin memerlukan transplantasi. Tempat kerja harus memakai substitusi, enclosure, ventilasi dan respirator yang sesuai—masker biasa tidak cukup untuk uap kimia.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC/NIOSH — flavorings and lung disease, CDC/NIOSH — flavoring-related lung disease. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.